
''
''
Setelah mengijin kan bik Jumi ikut serta. Yuna segera melajukan mobil nya keluar dari kota jakarta menuju kota Bandung. Di mana Yuna sudah menemukan tempat untuk membuka usaha nya.
''Bu Yuna kalau boleh tau tujuan kita kemana. Tanya bik Jumi penasaran.
''Bik mulai hari ini jangan panggil Yuna ibu. Panggil saja nama Yuna karna kita akan memulai hidup kita yang baru.'' ucap Yuna lembut masih fokus dengan kemudi mobil nya.
''Iya neng Yuna saja ya. bibik rasa nya tidak enak hanya memanggil nama.'' tutur bik Jumi
''Iya terserah bibik dan tujuan kita hari ini kota Bandung. Yuna sudah menemukan lokasi strategis untuk memulai usaha kita yang baru dan kehidupan kita.'' jelas Yuna
''Semoga berkah. Dan kita neng yuna dan anak anak bisa mendapat kan ketenangan kebahagiaan.'' lanjut bik Jumi
''Amin..''
Jawab Yuna pelan. Meski hati nya terasa sangat berat Yuna harus melaku kan, pergi meningal kan Adam dan semua nya. Kisah pahit rumah tangga nya. Untuk memulai kehidupan yang baru dan mencari ketenangan
''Lalu pipi bagai mana mi.'' tanya raya yang rupanya tidak sedang tidur gadis kecil itu hanya memejamkan mata nya di pangkuan bil Jumi
''Doa kan pipi cepat sadar dari koma. Kalau pipi sadar pasti akan menyusul kita nanti.'' jawab Reyan membantu ibu nya menjawab pertanyaan sang adik.
''Benar begitu mi apa Nena juga ikut.'' tanya raya lagi.
''Pasti sayang Nena juga pasti ikut.'' ucap Yuna
Dua jam sudah Yuna melajukan mobil nya raya meminta berhenti di res area ia ingin sekali buang air kecil bukan hanya raya Reyan juga. sebelum melanjutkan kembali perjalanan yang mungil masih satu jam lagi
''Mimi Reyan laper.'' ucap Reyan perut nya terasa keroncongan minta di isi.''
__ADS_1
''Reyan laper lagi.'' tanya bik Jumi tadi bik Jumi sempat membawakan bekal untuk di makan dalam perjalanan.
''Iya bik perjalanan jauh rasa nya bikin laper.'' jawab Reyan
''Iya kita makan sekarang.'' jawab Yuna seraya membantu putri nya duduk di kursi roda nya.
''Raya nanti bantuin belajar jalan lagi ya mi. Biar tidak pakai kursi roda rasa nya tidak enak.''
''Iya sayang itu pasti Mimi juga pengen raya cepat sembuh seperti semula.''
Yuna membawa bik Jumi dan kedua anak nya makan terlebih dulu di res area. seperti nya bukan hanya Reyan yang lapar tapi Yuna juga. Sambil menunggu pesanan datang Yuna mengambil ponsel nya yang sejak pagi tadi ia nonaktif kan
Perlahan Yuna menghidupkan ponsel nya itu dalam waktu sekejap banyak sekali notice masuk di ponsel nya panggilan dari sea dari rumah sakit dan juga dari ibu mertua nya.
Perlahan Yuna membuka pesan dari sea terlebih dulu.
''yun kamu di mana ibu mertua mu baru saja menghubungi ku menanyakan mu. Katanya Adam sudah siuman . Kenapa ponsel mu tidak bisa di hubungi.''
''Sukur lah mas kamu sudah sadar. Maaf aku harus pergi tidak bisa menemani mu di saat kamu bangun. Semoga cepat sembuh mas dan sehat seperti sedia kala.'' batin Yuna senang bahagia namun juga merasa sedih.
Yuna kembali me non aktif kan ponsel nya rasa nya belum waktu nya Yuna memberi tau sea tentang kepergian nya yang pasti nya Adam akan bertanya pada sea kemana Yuna pergi karna itu Yuna tidak ingin membuat sea merasa serba salah. Biarlah untuk saat ini Yuna tidak menghubungi sahabat nya itu.
''Kita makan sekarang.'' ucap Yuna saat pelayan datang membawa pesanan nya.
Setelah selesai dengan makan siang yang mungkin sudah sangat terlambat Yuna kembali melanjut kan. Perjalanan nya menuju kota Bandung tujuan Yuna memulai hidup baru.
Satu jam lebih Yuna sudah sampai di tempat tujuan tidak terasa dengan perasaan tidak bisa di gambar kan Yuna membelokkan mobil nya menuju penginapan.
''Mimi kita tidur di sini.'' tanya Reyan penasaran Mimi nya bilang sudah menemukan tempat tinggal tapi kenapa masih tinggal di penginapan
''Iya Reyan mungkin untuk satu Minggu ke depan kita akan tinggal di sini sebelum tempat tinggal kita benar benar sudah bisa ditempati.'' terang Yuna Rayan mengangguk mengerti perlahan membantu mendorong kursi roda sang adik Yuna dan bik Jumi menurun kan koper mereka
__ADS_1
''Jangan semua di turunkan bik. Kita bawa saja yang perlu.'' ucap Yuna memilih koper yang di butuh kan saja agar tidak terlalu banyak barang yang di turun kan.
'' Yuna bersyukur bibik ikut Yuna. Setidak nya Yuna ada teman coba kalau hanya Yuna dan anak anak.'' ucap Yuna sangat bersyukur bik Jumi memilih ikut Yuna pergi
''Bibik mengikuti naluri neng Yuna. Bibik pikir raya sama siapa di rumah kalau neng Yuna pergi bekerja. Mana keadaan raya belum benar benar pulih.'' ucap bik Jumi
''Makasih ya bik.''
''Sama sama neng mari kita hadapi ini bersama sama.'' lanjut bik Jumi
''Alhamdulilah..! Kita sudah sampai dengan selamat ucap bik Jumi seraya menjatuh kan bobot tubuh nya di samping raya yang duduk di sofa.
''Tapi kita kan masih di penginapan bik belum di rumah kita sendiri.'' ucap raya
''iya sayang maksud bik Jumi kita sudah bisa beristirahat dengan nyaman setelah perjalanan cukup jauh. Besok kita akan memulai membersih kan restoran dan tempat tinggal kita. setelah semua selesai Mimi akan mencarikan tempat sekolah yang baru untuk raya dan kak Reyan.'' terang Yuna.
''Apa rumah kita nanti satu tempat dengan restoran mi.'' tanya raya ingin tau.
''Seperti nya seperti itu sayang ada pavilion di area restoran, kita bisa memakai nya sebagai tempat tinggal.'' terang Yuna
''Asik raya bisa belajar masak setiap hari.'' ucap nya senang
''Kan raya bisa belajar masak di rumah sama bik Jumi.'' ucap bil Jumi ikut menimpali
''Tapi kan masakan buk Jumi hanya bisa di maka di rumah tidak di jual di restoran seperti masakan Mimi.'' ucap raya lagi.
''Karna Mimi pinter masak dan masakan Mimi juga enak. Sedang bik Jumi hanya bisa masak masakan rumahan biasa.'' ucap bik Jumi.
Yuna merasa senang putri nya tidak begitu bertanya tentang Adam dan juga tidak rewel seperti biasa nya raya yang ingin selalu berdekatan dengan pipi nya. Sedari kecil raya memang sangat dekat dengan pipi nya Adam juga sangat menyayangi raya. Bahkan raya lebih manja dengan pipi nya ketimbang dengan Mimi nya
Yang kepingin Yuna minggat tuh sudah diturutin sama neng Yuna biar mas Adam merenung dan menyadari kesalahan nya hitung hitung sebagai balasan untuk mas Adam ya gengss
__ADS_1
Bersambung