Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
alasan


__ADS_3

''


''


Dira bergegas membuka pintu rumah nya begitu mendengar suara ketukan dari luar yang ternyata Adam.


''Masuk lah dam.''


Yang Dira tunggu beberapa hari ini telah tiba. Bukan hanya Adam yang Dira tunggu tapi juga kabar tentang Yuna sahabat sekaligus madu nya.


''Ini aku bawakan keperluan mu Dir.'' Adam meletak kan barang belanjaan nya.


''Gimana ke adaan mu.'' tanya Adam lagi.


''keadaan ku baik. Bagai mana kabar Yuna.'' tanya Dira pertanyaan yang sedari tadi ingin Dira tanyakan.


''Secara fisik Yuna baik baik saja.''


mendengar jawaban Adam Dira mengerti hati Yuna pasti hancur mengetahui fakta sahabat nya adalah madunya


''Aku mengerti. Maaf atas semua ke egoisan ku ini.'' lirih dira


''Sudah terlambat Dir. Api terlanjur menyala.''


Dira menghela nafas nya dalam. pernikahan nya dengan Adam bukan nya berakhir bahagia malah melukai banyak orang. Bukan hanya Yuna dan ibu nya adam ibu dan adik Dira juga sama hal nya terluka.


''Aku tau dam. aku ingin menemui Yuna dan meminta maaf.''


''Tidak.'' ucap Adam cepat tidak setuju dengan keinginan Dira yang akan menemui Yuna.


''Yuna sahabat ku. Aku tau bagaimana watak dan sifat nya. dia tidak akan marah.''


''Bukan karna hal itu. Tapi karna hati Yuna masih sangat terluka Dir. Ku mohon jangan menemui nya.''


''Aku hanya ingin minta maaf dam Itu saja.'' kekeh Dira.


''dira ku bilang tidak ya tetap tidak.''


''Bukan sekarang dam mungkin besok besok atau nanti.'' kekeh Dira tidak memperdulikan Adam.


''Jika kamu kekeh ingin menemui Yuna aku tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.'' terang Adam sedikit menakuti Dira


''Aku sudah menyiap kan diri ku dam. Seandai nya Yuna ingin menampar atau menjambak ku.'' ucap Dira sama sekali tidak takut dengan resiko nya.


''Ku mohon Dir biarkan seperti ini saja jangan menemui Yuna. dia butuh waktu untuk menata hati nya.'' jelas Adam.

__ADS_1


Dira tampak diam mungkin tidak usah meminta ijin Adam Dira akan tetap menemui Yuna diam diam.


''Pulang lah dam kamu sudah terlalu lama disini.'' ucap Dira mengusir suami siri ya itu.


''Kamu tidak apa apa.'' tanya Adam


''Ada bu ani. Ibu ku juga sering datang kesini.'' terang Dira


''Iya sudah aku pulang sekarang.''


Sebenar nya Dira masih ingin bersama Adam berduaan memadu kasih. Dira juga istri nya punya hak yang sama dengan Yuna.


''Maaf aku tidak bisa berlama lama disini.'' ucap Adam seraya menarik Dira dalam pelukan nya.


''Jaga diri dan bayi mu.''


''Bayi kita dam.'' ucap Dira mengingat kan.


''Hem bayi kita.'' menyebut bayi kita Adam teringat istri nya. Tersenyum getir dalam hati hasil kebodohan nya sebentar lagi Adam punya bayi dengan wanita lain. Bagai mana nasib bayi itu nanti.


Adam ke luar dari komplek perumahan Dira. Tanpa Adam sadari sedari tadi Yuna membuntuti suami nya itu. Di pinggir jalan Yuna menepikan mobil nya rasa nya sakit melihat suami nya menemui wanita lain.


''kita lihat nanti mas siapa yang kamu pilih.''


Sementara Adam fokus dengan kemudi mobil nya melihat dari kaca kecil tampak mobil Yuna tepat di belakang nya.


''Oh ya tuhan...! Yuna pasti tau aku baru dari rumah Dira.'' Adam terus menatap ke belakang tepat di mobil istri nya.


Adam melajukan mobil nya ke arah menuju rumah nya. Dengan Yuna masih di belakang nya. Sesampai nya di rumah Adam tak lantas turun dari mobil nya ia masih menunggu mobil istri nya memasuki gerbang.


''Sayang.'' panggil Adam begitu Yuna turun dari mobil nya.


''Aku tadi mampir sebentar ke rumah..''


''Rumah selingkuhan mu aku tidak perduli.'' sela Yuna cepat


''Aku hanya membeli sedikit barang dan susu hamil.'' terang Adam lagi mencoba menjelaskan.


''Susu hamil. Saat aku hamil Reyan dulu jangan kan Susu hamil untuk kita makan saja susah. Ingat mas untuk kita sampai ke titik sekarang masa kecil Reyan tergadai kan.'' ucap Yuna kemudian berlalu meninggal kan Adam di halaman


Adam meraub wajah nya kasar


''Apa yang harus aku lakukan.''


''Tanyakan pada diri mas sendiri. Mas Adam yang membuat kesalahan kenapa bertanya pada orang lain.'' ucap Yuna ketus rupanya gumaman Adam dapat di dengar oleh yuna.

__ADS_1


''Ibu tidak mau ikut campur urusan rumah tangga mu dam. Tapi menyangkut kebahagiaan Yuna ibu akan menjadi garda terdepan untuk nya.''


''Bu..?


"Sampai kapan dam. Kamu belum mencerai kan wanita itu."


Melihat raut wajah Adam Bu Diah tau Adam belum menceraikan Dira.


"Adam tidak punya alasan mencerai kan nya Bu."


"Oh begitu ya bagai mana dengan ku jangan kan alasan bukti aku juga punya. Kurasa cukup untuk menggugat cerai mas Adam." sela Yuna cepat rupanya Yuna masih berdiri di balik pintu.


"Tidak.? Jangan lakukan itu."


Adam menghampiri istri nya.


"Hanya karna tidak ada alasan kamu tidak bisa melepas Dira mas." ucap Yuna dengan sorot mata nya yang tajam seakan ingin menghunus jantung Adam


"Kamu tau Dira sedang hamil sayang.'' lirih Adam dengan suara pelan.


''Jika sudah melahir kan apa akan ada alasan. Justru semakin tidak ada alasan karna nya ada bayi di antara kalian.' suara pelan Yuna mampu menghujam ulu hati Adam.


Adam mengejar langkah kaki istri nya yang menaiki tangga. Bergegas menuju kamar nya.


''Aku memang tidak punya alasan untuk menceraikan Dira. paling tidak Dira sendiri yang memilih untuk mundur.''


Ucap Adam begitu sampai di kamar


''Apa karna Dira tau aku madu nya sekarang. Lalu meminta cerai.'' jawab Yuna cepat


''Tidak jauh sebelum dia tau kamu madu nya Dira sudah mendeklarasikan keinginan nya untuk bercerai.'' lanjut Adam lagi.


''Terlambat api sudah menyala hatiku terlanjur sakit, ibu juga sudah sangat kecewa.'' pungkas Yuna


Adam menjatuh kan tubuh nya di sofa kamar. Wajah nya tampak sangat frustasi. Menghadapi permasalahan pelek rumah tangga nya.


''Lepaskan saja aku mas jika kamu sulit membuat pilihan. Lebih baik aku mengundurkan diri. Karna aku bukan pilihan.''


Dengan cepat ada membungkam mulut istrinya dengan ciuman. mulut yang beberapa hari ini irit bicara sekali bicara pedas dan tajam


''Lepas mas. Apa apaan sih.'' gerutu Yuna kesal.


''Aku tidak ingin lagi mendengar kata pisah dari mulut mu ini. Tidak akan..? Selama nya kamu milik ku.'' tegas Adam


''Kamu egois mas.'' mata Yuna sudah berkaca kaca sekuat tenaga Yuna menahan. Tangis nya agar tidak jatuh di depan adam Yuna tidak ingin terlihat lemah di depan suami nya

__ADS_1


Melihat mata istri nya membendung air mata sudah di pastikan akan jatuh saat Yuna berkedip hati Adam begitu sakit. Yuna selalu menyembunyikan tangis nya dalam diam.


__ADS_2