Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
tertampar ucapan


__ADS_3

''


''


Di waktu yang tidak tepat Dira terus menghubungi ponsel Adam, sadar ponsel nya terus bergetar di saku celana nya Adam melihat siapa yang menghubungi nya tanpa henti.


ND Yuna sempat melirik siapa yang menghubungi suami nya.


Angkat dulu telpon mu mas seperti nya sangat penting Yuna menyuruh Adam untuk mengangkat telpon nya. sedang Yuna masih berbincang dengan ke dua tamu nya.


Adam tidak menghiraukan panggilan Dira untuk sementara Adam me non aktif kan ponsel nya. masih menemani istri nya berbincang dengan ke dua tamu nya.


''Kami tunggu kabar baik nya. nanti kalau mau kesini me cicipi hidangan nya apa saja anda hubungi saya dulu atau istri saya.'' tutur Adam ramah


''Pasti nanti kamu hubungi kembali. Kami permisi dulu pak Adam Bu Yuna.'' pamit kedua tamu Adam dan Yuna.


setelah tamu nya pulang Yuna menyibuk kan diri di dapur restoran tempat favorit nya. Sebagai bos Yuna jarang sekali hanya berdiam diri mengawasi. Yuna juga ikut terjun ke dapur dan memasak untuk pelanggan nya. Untuk hari ini tujuan Yuna bukan itu hanya ingin menghindar dari sang suami.


''Bu Yuna ponsel anda seperti nya ada yang telpon.'' salah satu pegawai Yuna melihat ponsel Yuna bergetar di atas meja


''Oh iya ini lanjut kan aku angkat dulu ponsel ku.'' Yuna melihat siapa yang menghubungi nya


''Sea.'' tampak senyum tipis menghiasi bibir Yuna.


''Halo se.''


''yun kamu sudah makan.'' tanya sea dalam sambungan


''Belum, kamu kesini atau aku kesana.'' Yuna sudah tau maksud sahabat nya


''kamu kesini ya mobil ku lagi di servis nih. Sekarang kamu jemput aku di showroom mobil di jalan x.''


''On the way.'' ucap Yuna seraya memutus sambungan ponsel nya


''Sayang kamu belum makan mau makan di sini atau di luar. setelah makan siang kita harus menemui Bu Wulan dan putri nya.'' ucap Adam melihat istri nya itu seperti hendak ke luar sedari tadi Adam tidak henti henti nya mengajak Yuna bicara namun Yuna masih setia mengabaikan suami nya itu.


''Temui saja sendiri mas. Aku mau keluar dengan sea.'' ucap Yuna seraya melewati Adam setelah mengambil tas nya.


Adam diam tidak bisa berbuat apa apa sekian tahun menikah Adam baru melihat sisi keras kepala istri nya istri yang mulai mengabaikan nya. Adam kembali melihat ponsel nya ingin sekali menghubungi Dira namun Adam urungkan untuk saat ini Adam hanya ingin fokus pada istri sah nya meminta maaf dan menjelaskan semua nya.


''Aku minta maaf Dir untuk saat ini aku tidak bisa menemui mu.'' Adam memblokir no wasup Dira . Fokus nya saat ini hanya Yuna. Adam tidak begitu kuatir terhadap Dira meski begitu Adam sudah meletak kan sese orang untuk menjaga dan me mengawasi Dira

__ADS_1


Yuna sudah sampai di tempat yang sea tunjuk kan. Sea sudah menunggu nya di pinggir jalan.


''Cepat naik lah di luar panas.'' ucap Yuna begitu melihat sea di pinggir jalan


''Hah adem nya. Ini beneran lho di luar sangat panas.'' gumam sea menikmati dingin nya udara dari AC mobil Yuna.


''Kita mau kemana beb.'' tanya sea seraya mengambil lipstik dari tas nya.


''Terserah kamu mau kemana aku ikut saja, pikiran ku ngebleng tidak tau mau ke mana.'' ucap Yuna seraya fokus pada kemudi mobil nya.


''Kita ke tempat biasa sudah lama kita tidak kesana.'' ucap sea seraya memoles bibir nya dengan lipstik


''Iya aku juga sudah kangen suasana di sana.'' Yuna melajukan. Mobil nya menuju. Tempat favorit mereka sepanjang masa. Tempat yang menyimpan banyak kenangan di saat mereka masih sama sama berjuang.


Tidak lama kemudian kedua nya sudah sampai di tempat tujuan


''Kita sudah sampai.'' Yuna dan sea turun dari mobil dan melangkah kan kaki nya di sebuah warung sederhana di pinggir jalan


''Lama tidak kesini mbak sea mbak Yuna.'' tanya Bu Siti pemilik warung itu


''Iya tidak sempat.'' jawab sea seraya duduk di tempat biasa nya di bawah pohon di pinggir sungai.


''Yun bagai mana hubungan mu dengan adam.'' tanya sea penasaran


''Masih berusaha meminta maaf dan ingin menjelaskan.'' jawab Yuna


''Lalu kamu. Masih sama tidak ingin mendengar kan penjelasan Adam.'' ucap sea


''Alangkah baik nya kalau kamu mencoba mendengarkan penjelasan Adam dulu yun. Siapa tau memang Adam punya alasan sendiri.'' lanjut sea


''Apa pun alasan nya aku tidak mau dengar karna selingkuh tidak di benar kan.'' tutur Yuna kekeh tidak mau mendengar penjelasan Adam.


''Kita lihat saja nanti se. Aku ingin melihat seberapa gigih usaha Adam untuk meminta maaf ku. Selama itu aku juga akan tetap mendiam kan nya.'' lanjut Yuna


''Apa kamu akan me maaf kan nya.'' tanya sea lagi


''Aku takut Adam menggunakan kelemahan ku. kemudian memintaku untuk berdamai dengan selingkuhan nya. Menerima pernikahan poligami ini.'' tutur Yuna mengungkap kan apa yang ada di pikiran nya.


''Sea Yuna.'' dua sahabat itu secara bersamaan menoleh ke sumber suara.


''Dir kamu di sini juga.''

__ADS_1


''Kalian masih sering kesini rupanya.'' ucap Dira yang juga iku duduk dengan dua sahabat nya itu.


''Kalau seperti ini kita seperti kembali ke masa lalu. Masa kita belum mempunyai beban pikiran yang sangat berat seperti sekarang.'' gumam Yuna pelan


''Masa kita bekerja keras untuk menyambung hidup dan uang saku kuliah.'' lanjut sea


''Kalian yang kuliah masa itu aku harus bekerja membantu ibu ku menghidupi kedua adik ku.'' lanjut Dira ikut menimpali.


''Nasib semua orang berbeda beda Dir. Inti nya bersyukur saja dengan apa yang kita punya saat ini.'' ucap sea.


''Aku pikir hanya aku yang mengingat tempat ini secara kan kalian berdua sudah kaya dan sukses.'' ucap Dira


''Kami tidak pernah melupakan tempat ini Dir. Apa lagi aku. Di tempat ini buk dar pernah memberiku makan gratis tidak mau di bayar saat aku tidak punya uang.'' ucap Yuna mengingat masa masa sulit nya.


''Iya buk dar memang baik banget. Bukan hanya kamu aku juga kita bertiga.'' ucap Dira


''Kamu sendirian Dir.'' tanya sea melihat dira datang sendirian


''Iya tiba tiba aku ingin makan di sini.'' jelas Dira


''Kamu belum menjawab pertanyaan ku Dir. Kamu sendirian.'' tanya sea lagi


''Iya aku sudah menghubungi suami ku dia masih sibuk tidak bisa me ngantar ku.'' terang Dira


''Boleh aku tanya Dir. Apa perasaan mu sebagai wanita kedua dalam rumah tangga orang lain.'' tanya Yuna ingin tau perasaan nya sebagai seorang istri yang di selingkuhi sangat lah sakit dan hancur. karna itu Yuna ingin tau perasaan wanita yang kedua yang kebanyakan orang menyebut nya pelakor.


''Tidak bahagia.'' jawab Dira singkat


''Apa kamu pikir istri sah bahagia mengetahui perselingkuhan suami nya Dir.'' ucap Yuna lagi secara tidak langsung mengutarakan isi hati nya


''Aku tau Yun aku salah aku menyesal. karna itu aku ingin bercerai setelah bayi ku lahir.'' tutur Dira seraya menunduk kan wajah nya


''Karna tidak bahagia sebab itu kamu meminta cerai. Atau karna yang lain. Misal uang belanja kurang. Maaf ya Dir setau aku wanita yang rela menjadi simpanan pria beristri rata rata karna uang.'' tanya sea mengingat suami nya sudah habis puluhan juta demi untuk memberi hidup mewah simpanan nya


''Tidak se. Aku benar benar mencintai suami ku kami saling mencintai. Dia adalah cinta pertama ku dulu meski uang belanja yang di berikan pada ku tidak lebih dari lima juta aku menerimanya.'' terang Dira yang sebenar nya malu mengatakan nya


''Menikah mengatas namakan cinta nyata nya kamu tidak bahagia Dir. Tuhan itu adil yang tidak mengijinkan mu bahagia di atas penderitaan istri sah. Lihat lah suami siri mu itu juga tidak bisa menjadi suami siaga di saat kamu hamil dan membutuh kan nya.'' terang Yuna.


Dira hanya bisa menunduk menyembunyikan wajah nya rasa nya sudah tidak bisa menatap ke dua sahabat nya itu seperti dulu. Ucapan Yuna seakan mampu menampar pipi nya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2