Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
penjelasan ibu


__ADS_3

''


''


bik Ijah asisten rumah tangga sea segera membukakan pintu untuk Adam begitu mendengar bel berbunyi.


''Kayak nya suami mu sudah datang Yun.'' ucap sea memberi tau. Yuna menghela nafas nya berat. Rasa nya masih tidak ingin pulang tapi Yuna juga tidak mau terus terusan tinggal di rumah sahabat nya.


''bik istri saya ada di dalam.''


''Pipiii..? Belum sempat bik ijah menjawab raya sudah berlari. Menghampiri pipi nya.


''Raya.? Mimi di mana.'' tanya Adam hatinya sudah tidak sabar ingin segera tau bagai mana ke adaan istri nya


''mimi di dalam.'' ucap raya memberi tau. Adam menghela nafas nya lega


''Masuk lah dam kami baru selesai sarapan.'' ucap sea menghampiri suami sahabat nya itu yang masih berdiri di ambang pintu.


''iya terima kasih. Nathan sudah berangkat se.'' ucap Adam sekedar ingin tau.


''nathan sama papa ku lagi ke luar kota.'' jawab sea.. Adam merasa lega setidak nya tidak ada pria di rumah sea.


''Yun kalian ngobrol lah dulu. Aku tinggal sebentar.''


''Se aku langsung pulang Saja. Anak anak hari ini les renang kan. Kamu antar mereka ya nanti pulang nya biar aku yang jemput.'' ucap Yuna


''Pulang nya biar aku juga yang jemput mu pung anak anak libur sekolah biarkan mereka puas bermain dulu. Kamu selesai kan masalah mu dengan Adam.'' ucap sea


''Apa pun yang terjadi jangan keluar lagi dari rumah. Jangan biar kan pelakor merasa menang karna sudah berhasil membuat mu ke luar dari rumah.'' bisik bu Marta Yuna mengangguk mengerti.


Setelah berpamitan Adam membawa istri nya segera pulang ke rumah.


''Masuk lah.'' pria jangkung itu berjalan mendahului sang istri dan membukakan pintu mobil untuk nya.


''Aku tidak mau pulang ke rumah.'' ucap Yuna dengan ketus.


''Kenapa tidak mau pulang.'' tanya Adam hati hati

__ADS_1


''Selagi wanit.--!


''Dia sudah tidak ada di rumah sayang dia sudah pergi.'' ucap Adam lembut


''Kaliam tadi malam tidur di kamar ku.'' tanya Yuna penuh selidik


''tidak..! Aku ibu dan dia kami bertiga tidur di sofa ruang keluarga.'' terang Adam.


''Putus kan sekarang putusan mu mas. kamu memilih siapa.''


''Aku pilih kamu dan anak anak.'' jawab Adam cepat


''Kalau begitu cerai kan dia sekarang.''


''Tidak bisa sayang.'' ucap Adam pelan


''Karna tidak ada alasan seperti alasan mu hari itu.'' ucap Yuna sarkas


''Sayang Dia sedang hamil.'' ucap Adam lagi


''Munafik kamu mas. Terpaksa menikahi nya. Apa menghamili nya juga terpaksa.'' Adam diam tidak menjawab nyatanya Adam juga tergoda dengan sentuhan Dira.


Tak berapa lama mobil Adam sudah memasuki gerbang rumah nya. Tampak Bu Diah sudah menanti dengan cemas kedatangan menantu nya itu.


''Yun.'' panggil Bu Diah begitu melihat Yuna turun dari mobil.


''Bu Yuna minta maaf sudah membuat ibu kuatir.'' Yuna memeluk erat ibu mertua nya itu.


''Kamu baik baik saja kan.''


''Yina baik baik saja Bu.''


''Anak anak mana.''


Tanya Bu Diah melihat tidak ada anak anak yang ikut pulang serta.


''Nanti Yuna jemput Bu anak anak masih ada les renang.'' terang Yuna.

__ADS_1


''kamu istirahat dulu. Aku mau ke restoran sebentar. Nanti anak anak biar aku yang jemput.'' pamit Adam pada Yuna hanya diam tanpa menjawab.


''Tadi malam kamu naik apa ke rumah sea yun ibu dan Adam sangat kuatir.''


''Yuna menghubungi sea Bu. Sea datang jemput Yuna. Apa mas Adam semalam demam Bu.'' tanya Yuna mengingat suami nya itu sama sekali tidak bisa terkena hujan.


''Ibu dan bik Jumi merawat suami mu semalam. Kami sampai tidur di sofa.'' jelas Bu Diah sama seperti yang Adam ucap kan tadi ketika di mobil


''Apa ibu tau kenapa Dira datang kesini.'' tanya Yuna penasaran


''Kemarin waktu hari masih terang Dira datang. Dia bilang ingin menemui mu dan minta maaf. Namun ibu tidak mengijinkan nya untuk bertemu dengan mu. Lalu ibu meninggal kan nya karna hujan sudah mulai turun. Ibu pikir Dira sudah pulang ternyata masih berdiri di luar pagar sampai Adam datang Dira masih berdiri di luar pagar dalam keadaan hujan lebat. Karna itu Adam membawa nya masuk untuk mengeringkan badan.'' terang Bu Diah panjang lebar


''Yuna rasa Dira memang sengaja untuk menarik simpati kita atau mas Adam Bu. jika hanya untuk minta maaf tidak mungkin dia sampai rela berdiam diri di tengah hujan.''


''Iya ibu rasa memang seperti itu. Mengenai dia sampai ke kamar mu ibu dan Adam benar benar tidak habis pikir. Soal nya ibu dan Adam masih di garasi saat bik Jumi membawa Dira untuk mengeringkan badan nya.'' terang Bu Diah.


Sedang di jalan Adam mendapat telpon dari Bu Ani orang yang Adam tugas kan untuk menemani Dira di rumah nya. Bu Ani mengatakan Dira sedang di larikan ke rumah sakit. Tadi sempat berdebat dengan ibu nya. Adam bergegas melajukan mobil nya menuju rumah sakit yang sudah Bu Ani ser lokasinya.


''Di mana Dira Bu bagai mana kondisi nya.'' tanya Adam begitu sampai di rumah sakit.


''Bu Ani tidak begitu tau jelas nya tadi Bu Ani di suruh belanja. Setiba nya di rumah neng Dira menangis sempat berdebat dengan ibu nya. Kemudian mengeluh sakit perut dan pingsan.'' terang Bu Ani menjelaskan.


''Sekarang masih di dalam dokter masih menangani nya.'' lanjut Bu Ani menjelas kan di sebuah kursi panjang tampak Bu Diah menangis tersedu sampai tidak menyadari kedatangan Adam.


''Bu.'' panggil Adam merengkuh pundak wanita paruh baya itu.


''Nak Adam.'' lirih Bu asih melihat Adam begitu intens


Tidak pernah menyangka ternyata Adam putra dari orang yang pernah sangat di cintai nya. Sekarang bu asih mengerti kenapa ibu nya Adam menentang keras hubungan Adam dan Dira dulu.


''Inu minta maaf bak Adam.'' lirih Bu asih dalam tangis nya suaranya nyaris tidak terdengar.


''Tidak usah menangis Bu doa kan saja Dira semoga tidak terjadi apa apa dengan Dira dan bayi nya.'' ucap Adam


''Ini semua kesalahan ibu maaf untuk semua nak Adam. Ibu benar benar tidak tau. Dan ibu juga sudah gagal mendidik Dira kenapa dia bisa melakukan kesalahan yang pernah ibu lakukan dulu.''


jerit batin Bu asih menyesali semua yang terjadi seandai nya Bu asih tau sejak dulu siapa Adam. Putra dari Pras Al Fatih pria yang pernah sangat di cintai nya. Yang ternyata sudah beristri

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2