
''
''
Adam menikmati hasil masakan Dira istri mudanya. Enak tapi tak se enak masakan Yuna sangat jauh berbeda.
''Bagai mana rasanya dam.'' tanya Dira penasaran
''Enak.'' jawab Adam singkat.
''Enak mana dengan masakan istri mu.'' tanya Dira lagi.
''sama enak nya.'' jawab Adam tidak mungkin Adam membandingkan hasil masakan Dira dan Yuna secara langsung.
''seperti apa wajah istri mu dam. Apa dia cantik.'' tanya Dira penasaran kemarin Dira hanya melihat tangan lentik dan indah dengan hiasan cat di kuku nya. Seketika Dira membandingkan dengan tangan nya. Adam diam tidak menjawab
''Apa istri mu sama cantik nya dengan ku.'' tanya Dira lagi.
''Kalian sama sama cantik.'' Jawa. Adam lagi jujur Yuna lebih cantik dari Dira apa lagi setelah Dira dari salon dan merubah gaya rambut nya kemarin semakin cantik tapi Adam sama sekali belum menyadari perasaan nya pada Yuna.
''Pasti istri mu lebih cantik dari ku. Ya kan dam.''
''Dir dengar istriku cantik kamu juga cantik. Aku menikah dengan nya karna terpaksa sama hal nya aku menikahi mu juga karna terpaksa.'' jawab Adam jujur. Ke jujuran Adam mampu mengirim hati Dira
''Jadi kamu menikahi ku bukan karna kamu cinta dengan ku dam. Semua karna keterpaksaan.'' tanya Dira penuh selidik.
''Iya aku terpaksa menikahi mu. Meski aku mencintai mu semua karna aku sudah punya istri.''
Mendengar ucapan Adam Dira sangat marah dengan cepat Dira menyerang Adam melucuti seluruh pakaian nya.
''Dir kamu kenapa.'' tanya Adam setelah ciuman Dira terlepas.
''kamu tau dam aku sangat mencintai mu dan merindukan saat seperti ini jauh sebelum kamu menikah dengan istri mu itu, tiga belas tahun yang lalu selama itu aku memendam nya.'' seru Dira kembali melahap bibir Adam yang tebal dan berusaha membuat Adam terlena.
''Akan ku buat keterpaksaan itu berubah menjadi cinta yang sangat dalam kembali dam. Aku tidak akan melepaskan mu.'' batin Dira menyeringai
__ADS_1
Setelah berhasil membuat Adam terlena Dira membawa Adam ke kamar nya menuntaskan hasrat yang kemarin menguap se iring ponsel Adam berdering. Dengan sangat lincah Dira menguasai tubuh suami nya itu. Adam kembali mengingat sosok Yuna istri sah nya itu juga sama seperti Dira menguasai diri nya terlebih dulu untuk saling memadu kasih. Jarang sekali Adam meminta jatah nya terlebih dulu selalu nya Yuna yang lebih dominan memulai hubungan intim mereka.
''Dir kamu yakin.'' tanya Adam melihat Dira sudah di posisi duduk di atas nya.
''Kamu meragukan ku dam. Akan aku tunjuk kan aku lebih liar dari istri mu.'' bisik Dira di telinga Adam yang membuat Adam semakin meremang.
Seperti tak mengenal lelah Dira menguasai tubuh Adam. Membuat Adam beberapa kali melenguh saat mencapai puncak nya. Sedang Dira tersenyum penuh kemenangan.
''Kita istirahat dulu Dir apa kamu tidak capek.'' tanya Adam di sela percintaan nya.
''Tang gung d dam sebentar lagi.'' jawab Dira terbata menahan nafas nya yang tersengal.
Adam akui kali ini Dira memang sangat hebat meski Yuna juga sering melakukan hal yang sama Dira seakan tak mengenal lelah.
Hari menjelang sore matahari sudah condong kebarat pasangan siri itu masih asik bergelung di dalam selimut nya tanpa mengenakan sehelai benang.
''Jam berapa ini Dir.'' Adam menggeliat dari tidur nya sedang Dira masih erat memeluk tubuh suami nya.
''Sebentar lagi dam biarkan seperti ini.'' lirih dira dengan suara serak nya.
''Jam empat oh ****.'' gumam Adam.
Adam ingin segera bangun dari tidur nya namun Dira segera menahan nya dengan semakin memeluk nya.
''Ku mohon dam sebentar lagi.'' lirih dira menghina
''Dir kita sudah seharian aku harus pergi.'' kekeh Adam ingin bangun dari tidur nya.
perlahan Dira kembali menggoda Adam dengan meremas junior nya menggesek kan area dadanya lalu menyesap bibir Adam dengan lembut.
''D Dir. Aku haru per gi.'' suara Adam terdengar terbata menahan hasrat nya.
''Sekali lagi dam. anggap saja ini malam pertama kita.'' bisik Dira di sela aksi nya.
Akhirnya Adam kalah oleh hasrat yang sudah di bangun kan oleh Dira. Kedua nya kembali melakukan percintaan mereka
__ADS_1
''Biar aku saja yang memimpin Dir.'' Adam sengaja me mimpin permainan agar cepat selesai Adam ingin sekali cepat pulang ke rumah yakin Yuna sudah menunggu nya.
Satu jam kemudian kedua nya sudah sama sama tumbang oleh rasa nikmat dunia. Peluh masih menetes di wajah Adam Hinga mengenai wajah Dira.
''Aku suka ini dam.'' sengaja Dira mengusap keringat yang membasahi seluruh wajah Adam.
''Aku harus pergi sekarang Dir.'' Adam bergegas membersihkan diri di kamar mandi tanpa menyadari leher dan badan nya penuh dengan bekas kismark yang sengaja Dira tinggal kan berharap Adam akan tinggal lebih lama sampai bekas kismark itu menghilang.
Setelah selesai dari kamar mandi Adam melihat baju nya bercecer di lantai Adam merutuki kebodohan nya sudah jelas Yuna akan curiga.
''Kamu yakin ingin pulang dengan ke adaan seperti ini dam.'' Dira menunjuk bercak merah di leher nya.
''Apa yang kamu lakukan Dir. Bagai mana aku bisa pulang dengan keadaan seperti ini.'' Adam menatap tajam Dira meminta penjelasan nya
''Maaf Dam aku khilaf. Lebih baik kamu tidak usah pulang untuk tiga hari ke depan tinggal lah disini sementara sampai bekas ini menghilang.''
''Tidak.' tolak Adam dengan tegas.
''Ku mohon dam. Aku juga istri mu aku juga berhak atas mu.'' mohon Dira berharap Adam luluh
''Jangan melebihi batas mu Dir.'' aku sudah memberikan waktuku seharian ini.'' tegas Adam lagi
''Apa aku salah meminta waktu suami ku dam. Kenapa kamu bilang aku melewati batas ku.'' tanya Dira sedikit kesal
''Sadar lah Dir pernikahan kita hanya pernikahan siri. tidak ada yang tau kecuali kita dan keluarga mu.'' lanjut Adam dengan tegas.
''Ya sudah pulang lah dam. Aku ingin melihat reaksi istri mu melihat bekas kecupan ku.'' batin Dira tersenyum senang
''Pulang lah dam. Maaf aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku itu semua karna aku sangat mencintai mu.'' Dira memeluk Adam sangat erat dengan keadaan nya masih tanpa baju.
''Aku pulang dulu.'' pamit Adam lalu bergegas keluar dari rumah Dira.
''Terima kasih untuk hari ini dam. Aku sangat bahagia. Maaf jika hari ini aku sangat egois menahan mu lama disini.'' gumam Dira setelah kepergian Adam
Hari ini Dira sampai tidak bekerja Seharus nya Dira bekerja di sore hari. Dira bekerja di sebuah cafe banyak pesan masuk di ponsel Dira namun Dira mengabaikan nya.
__ADS_1
Bersambung