
''
''
''
Adam berlari mengejar ke dua anak nya tanpa memperdulikan bagasi mobil nya yang masih terbuka, sedang reyan buru buru kembali ke mobil sea membuat sea yang baru saja selesai memarkirkan mobil nya kaget melihat reyan kembali ingin menaiki mobil
''Reyan ada apa bisa jelaskan sama untie,'' tanya sea penasaran,
''Untie cepetan nyalakan mobil nya kita tidak jadi ke rumah pipi, kita kembali saja ke rumah untie,'' ucap raya dengan wajah sedih nya
saat sea ingin kembali bertanya sea melihat Adam yang kebingungan seperti mencari seseorang,
''Reyan. raya.?,'' teriak Adam memanggil kedua anak nya,
''reyan itu pipi mu,'' sea menunjuk keberadaan Adam
''Biarkan saja Untie reyan ingin cepat pergi saja dari sini,'' lirih reyan tanpa ekspresi
''Sebenarnya ada apa sih,'' gumam sea mengurungkan niat nya yang ingin bertanya kembali, melihat raya meringsek kedalam pelukan reyan bahu nya juga tampak bergetar seperti nya raya sedang menangis,
''Bisa cepat Untie,'' ucap reyan lagi,
sea melajukan mobil nya kembali ke rumah, mereka tidak jadi pergi ke rumah Adam dalam perjalanan sea hanya melihat adik kakak itu yang saling berpelukan di kursi belakang, hati sea bertanya tanya apa yang sebenar nya terjadi,
''Ah aku akan menanyakan nya di rumah saja,'' batin sea kurang dari lima belas menit mereka sudah sampai di rumah kembali, sea membantu raya turun dari mobil dan langsung memeluk nya,
''Sudah jangan nangis kita sudah sampai rumah,'' sea mencoba menenangkan raya dalam pelukan nya, dan membawa raya memasuki rumah nya,
''Bik ambil kan anak anak minum,'' ucap sea pada art nya,
''Se ada apa kalian tidak jadi ke rumah Adam, terus ini raya kenapa kok nangis,'' mertua sea heran sekaligus penasaran
''Sea gak tau mah,'' jawab sea
__ADS_1
''Reyan sayang bisa jelaskan sama untie,'' ucap sea lembut sambil masih mendekap raya
''Raya benci sama pipi,'' ucap raya dalam tangis nya,
''Memang nya pipi kenapa, apa kalian tadi sudah bertemu dengan pipi,'' tanya sea lagi
''Kami melihat pipi dengan Tante Dira,'' jawab reyan pelan,
''Apa yang kalian lihat,'' tanya sea ingin tau dan memastikan,
''Pipi masih sama orang itu kan, mereka belanja bersama,'' terang raya sedikit mengurangi tangis nya setelah art memberinya segelas air putih,
''Cerita sama untie pelan pelan ya,'' ucap sea mengusap pucuk kepala raya,
''untie selama ini raya hanya mendengar saat Mimi bicara sama untie bik Jumi, raya tidak ingin percaya tentang pipi tapi tadi raya sudah melihat nya sendiri orang itu wanita yang sudah membuat Mimi pergi dan kami,'' terang raya,
''Tante Dira,'' sambung reyan, sambil mengusap pucuk kepala adik nya reyan selama ini mengira sang adik tidak tau apa apa, hari ini reyan tau selama ini adik nya sudah memendam nya begitu lama,
''kalian kenapa tidak tanya dulu sama pipi, mungkin mereka hanya kebetulan tidak sengaja bertemu,'' ucap sea mencoba memberi pengertian pada adik kakak itu dengan hati hati dan lembut saat bicara sea tidak ingin langsung memberi tau bisa jadi reyan dan raya mengira sea membela pipi nya,
''Ya sudah kalian istirahat saja di kamar ya,'' ucap sea memberi isyarat pada art nya untuk mengantar adik kakak itu,
''Gathan,? seina kalian juga ikut naik gih temani reyan dan raya,'' ucap sea pada buah hati nya,
''Sea kenapa kamu tidak jelaskan saja sama mereka bahwa Adam dan Dira sudah berpisah,'' tanya mama mertua nya sea
''nanti sea coba jelaskan pelan pelan mah, sea tidak mau mereka menganggap sea lebih memilih dan membela Adam,'' terang sea
''Sekarang kamu mau kemana,'' tanya mertuanya sea lagi,
''Sea akan menemui Adam mah sea ingin tau apa yang terjadi sebenar nya,'' belum juga sea melangkah kan kaki nya keluar dari rumah, art sea sudah memberi tau ada Adam di luar
''Mah sea akan menemui Adam dulu,'' ucap sea berlalu pergi,
''Sea di mana anak anak, aku ingin bertemu,'' ucap Adam tidak sabar,
__ADS_1
''Duduk dulu dam,'' ucap sea mempersilahkan Adam duduk di teras rumah nya,
''Anak anak tadi melihat Dira mungkin anak anak mengira aku masih bersama Dira,'' sesal Adam
''Iya benar terutama raya dia tampak sangat terpukul, raya terus menangis dan baru saja tenang,'' terang sea,
''Boleh aku bertemu dengan anak anak,'' mohon Adam
''Sebaik nya jangan dulu, ini sangat sulit untuk anak anak mu dan terutama raya, sebaik nya kamu jangan dulu bertemu mereka biar aku yang mencoba menjelaskan perlahan, aku tidak mau raya dan reyan berfikir aku membelamu jika memaksa menceritakan semuanya apa yang terjadi dengan mu dan Dira,'' terang sea
mendengar ucapan sea Adam tampak lesu, hati kecil ingin sekali bertemu dengan kedua anak nya dan menjelaskan apa yang terjadi, ucapan sea juga ada benar nya, Adam meraup wajah nya kasar lambat laut ini pasti akan terjadi Serapi mungkin menyembunyikan semua masalah dari anak anak pada Ahir nya mereka akan tau juga,
''Tunggulah di sini sebentar dam, aku akan mencoba bicara lagi sama reyan mungkin reyan sedikit lebih bisa memahami, untuk raya aku tidak berani,'' ucap sea
''Aku akan menunggu,'' jawab Adam tampak sekali raut menyesal di wajah nya
tak lama art datang membawa minuman untuk Adam, Sedang di atas sea membawa reyan sedikit menjauh dari raya
''Reyan bisa ikut Untie sebentar,'' tanpa banyak tanya reyan bangun dan berdiri lalu mengikuti langkah kaki sea menuju balkon,
''Reyan dengarkan dulu apa yang akan Untie ucap kan jangan marah dulu,'' ucap sea hati hati memilih kata yang pas saat bicara,
''Bicara lah Untie reyan akan mendengar kan,'' ucap reyan pelan
''Pipi ada di bawah, apa reyan tidak ingin menemui pipi,'' ucap sea pelan
''Reyan tidak tau kejadian tadi membuat rasa rindu di hati reyan tiba tiba menghilang,'' ucap nya pelan
''Reyan yakin tidak ingin mendengar penjelasan pipi,'' tanya sea lagi, reyan tidak menjawab hanya menggelengkan kepala nya,
''Huuff..? sea menghela nafas berat nya, ini memang sulit sea tidak bisa memaksa mengingat reyan dan raya masih anak anak,
Sedang reyan hati kecil ingin bertemu ingin memeluk sosok pipi nya, namun reyan juga harus menjaga perasaan sang adik sedari tadi raya tampak murung dan cendrung diam meski Gathan dan Siena mengajak nya bermain
Bersambung
__ADS_1