Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
Because love know where it has to go


__ADS_3

''


''


''


Masih di kota bandung sepulang dari restoran Yuna Dira segera menghubungi Miko, meminta Miko datang ke hotel tempat Dira menginap


Miko mengetuk pintu kamar hotel Dira begitu pintu terbuka tampak Dira dengan mata sembab nya Miko masuk mengikuti langkah kaki istri pertama nya kemudian menjatuhkan tubuh nya di ranjang


''Kita perlu bicara mik,'' ucap Dira pelan seperti yang Yuna katakan tadi untuk tidak emosi dan penuh amarah,


''Aku sudah menemui Miranda di tempat kerja nya tadi,'' Miko terperangah menatap Dira takut jika Dira menyakiti Miranda


''Apa yang kamu lakukan di sana dir,'' tanya Miko penasaran


''Aku hanya ingin tau sekarang keputusan mu apa tentang rumah tangga kita ini,'' tanya Dira


''Apa yang di katakan Miranda tadi,'' tanya Miko balik


''Aku hanya ingin tau keputusanmu,'' tegas Dira Miko mengatur nafas nya pelan


''Apa yang kamu inginkan Dira,'' Miko balik bertanya


''Aku hanya ingin dengar keputusan mu Miko, kamu pilih Miranda atau aku,'' jelas Dira


''Aku tidak mungkin meninggal kan Miranda Nadira,'' suara Miko terdengar lemah keputusan berat memang,


''Kamu jahat Mik lalu bagai mana dengan ku,'' tanya Dira lagi


''Aku tidak tau dir, maaf mungkin aku tidak bisa tegas,'' Miko meraup wajah nya kasar,


''Aku perlu kepastian Miko, kalau aku dan Miranda sama sama ingin mempertahan kan rumah tangga kami apa keputusan mu, yang jelas aku juga tidak mau hidup di madu,'' tegas Dira


''Tetap aku tidak bisa meninggal kan Miranda,''


''Oke berikan aku alasan nya,'' ucap Dira ingin tau


''Maaf aku tidak bisa memberitahu mu Dira,'' ucap Miko, melihat Miko seperti pasrah tidak punya keputusan dan tidak bisa tegas ingin rasa nya Dira menampar wajah suami nya itu,


''Kamu egois Miko, tolong berikan aku alasan agar aku bisa meninggal kan mu Miko,'' Ahir nya kata itu terucap dari bibir Dira merasa suami nya itu tidak bisa mengambil keputusan tentang masalah nya,


''Aku tidak bis Dira,'' mendengar jawaban suami nya Dira sudah sangat geram


''Kamu keterlaluan Miko, apa kamu tidak memikirkan Rafael hah,'' sentak Dira


''justru semua karna Rafael Naira,''

__ADS_1


''Apa maksud mu Mik,'' tanya Dira tidak mengerti


''Aku akan jujur Dira,'' lirih Miko Ahir nya


''Cepat katakan mik, agar aku bisa mengambil langkah ku selanjut nya,'' ucap Dira bersiap mendengar kan apa pun yang akan Miko sampaikan sekali pun itu menyakiti hati nya,


''Miranda yang sudah mendonorkan sumsum tulang nya untuk Rafael,'' Miko baru akan memulai ucapan nya namun sudah membuat Dira melebarkan mata nya tidak percaya


''Ulangi lagi ucapan ku Miko,'' pinta Dira


''kamu tau sendiri saat itu diantara kita tidak ada yang cocok dengan golongan darah Rafael apa lagi sumsum nya, Miranda datang di waktu yang tepat saat kita sudah putus asa, saat aku bilang tidak ada sumsum yang cocok untuk Rafael karna memang golongan darah Rafael juga langka, Miranda langsung bertanya apa golongan darah nya, begitu aku mengatakan B+ tanpa banyak tanya Miranda langsung datang ke rumah sakit saat itu posisi nya juga masih kerja,'' terang Miko,''


Dira luruh ke lantai kenapa masalah nya sama Persis dengan apa yang dira lakukan dulu sama yuna, merebut suami nya lalu menyelamat kan putri nya, bukan nya senang Yuna malah sangat marah,


''Seperti ini kah perasaan mu dulu Yun,'' lirih Dira dalam tangis nya


''Aku sekarang baru mengerti kenapa kamu langsung meninggal kan Adam bahkan saat Adam masih koma,'' lanjut Dira berbicara dalam hati


''Sekarang karma itu menimpaku bahkan sama persis seperti yang aku lakukan pada mu,'' Dira meraung sambil tangan nya memukul lantai kamar hotel nya,


''Dir aku minta maaf,'' Miko merengkuh tubuh Dira


''Kenapa ya tuhan ini semua menimpaku, seperti ini apa Yuna rasakan dulu tampak bodoh di depan ku, sekarang aku tampak menyedihkan di depan Yuna dan Miranda,'' lanjut Dira meraung dalam hati nya,


''Keluarlah mik, aku ingin sendiri, besok aku akan kembali ke Jakarta dan kita bicarakan ini di sana, bawalah Miranda juga,'' lirih Dira masih terisak namun sudah tampak lebih tenang,


''Ku mohon pergilah mik aku ingin sendiri,'' mohon Dira lagi


''aku tidak akan meninggal kan mu dalam keadaan seperti ini,'' kekeh Miko tidak ingin pergi,


''Aku baik baik saja,'' Dira berdiri merapikan rambut nya lalu berjalan membuka pintu kamar hotel nya,


''Keluarlah sekarang,'' ucap Dira dingin


''Dir,''


tidak menjawab Dira masih berdiri dengan pintu yang terbuka menunggu Miko ke luar dari kamar nya,


''Dir apa kamu yakin,'' tanya Miko ragu, tidak menjawab Dira masih sama dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan, dengan langkah berat Miko keluar dari kamar hotel istri pertama nya, meninggal kan Dira dengan kesedihan nya,


hari semakin gelap setelah puas menangis Dira merapikan penampilan nya, perut nya juga terasa lapar Dira melajukan mobil nya menuju restoran Yuna, Dira ingin makan di sana tidak perduli meski ada Miranda nanti nya, Dira duduk di pojokan sengaja mencari tempat sepi, pelayan datang mengambil pesanan


''Mbak Yuna nya ada,'' tanya Dira


''Jam segini Bu Yuna ada di rumah nya mbak,'' jawab nya ramah sedikit waspada tidak mengenal Dira tapi pelayan itu tau Dira wanita yang tadi pagi datang dan sempat membuat kegaduhan


''Di mana alamat Yuna mbak,'' tanya Dira ingin tau

__ADS_1


''Bu Yuna tinggal disini kalau mau bertemu biar saya panggil kan,'' ucap pelayan itu ramah,


''Oh boleh mbak bisa tolong panggil kan tapi biar saya makan dulu ya setelah saya selesai makan,'' Dira berfikir untuk mengisi perut nya dulu setelah ini baru akan bertemu dengan Yuna mengisi tenaganya setelah seharian menangis


tak berapa lama pelayan datang membawa pesanan Dira fokus nya hanya makan tidak tidak juga bertanya tentang Miranda,


''Dira kamu mencari ku,'' Yuna duduk tepat di hadapan Dira,


''Yun maaf aku mengganggu istirahat mu,'' ucap Dira seraya melirik kan sendok dan garpu nya setelah itu mengambil air putih dan meminum nya setengah


''Ada perlu apa dir kamu ingin menemui ku,'' tanya Yuna lagi Dira diam tidak menjawab meraih tangan Yuna yang ada di atas meja bersamaan air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya


''Aku sangat berdosa pada mu Yun kini aku menuai dosaku itu,'' lirih Yuna


''Apa yang terjadi pada ku sekarang sama persis dengan dosaku pada mu, pelakor telah mengambil suami ku lalu pelakor juga menyelamat kan putraku, aku baru tau rasa nya jadi diri mu waktu itu sakit Yun,'' lanjut Dira bercerita


''Memang apa yang di lakukan Miranda pada putra mu,'' tanya Yuna ingin tau,


''Sama seperti ku yang menyelamat kan raya, Miranda mendonorkan sumsum tulang nya untuk putra ku,'' terang Dira


''Laku apa yang akan kamu lakukan sekarang,'' tanya Yuna


''Aku akan menggugat cerai suami ku,'' lirih Dira


''Aku tidak ingin ikut campur masalah mu dira, masalah ku juga belum selesai, pikirkan lagi dengan baik dengan apa yang ingin kamu lakukan membuat keputusan besar tidak semudah membalik telapak tangan jangan karna masalah kita sama lantas kamu mengambil keputusan yang sama seperti ku yang meninggal kan Adam,


''Lalu apa yang harus aku lakukan Yun,'' tanya Dira meminta saran


''Kalian perlu bicara bertiga cari solusinya saling mendengarkan pendapat Masing masing,'' tutur Yuna


''Akan aku ikuti saran mu jika memang tidak ada jalan keluarnya aku saja yang akan mundur, mengingat Miko juga tidak mau melepas miranda,'' terang Dira


''Pasrahkan semua pada Tuhan Dira, jika masih berjodoh tidak akan kemana because love know where it has to go,'' tutur Yuna


''Tante Dira,'' Yuna dan Dira menoleh secara bersamaan melihat raya dan reyan yang tersenyum ke arah nya


''Ya sayang,'' jawab Dira lembut


''Terimakasih sudah mendonorkan darah nya untuk ku, menyelamat kan hidup ku,'' lirih raya,


''Sama sama sayang, Tante yang banyak berdosa pada raya kakak adik raya dan juga Mimi dan pipi jika bukan karna Tante yang egois raya tidak akan pernah berpisah dengan pipi,'' ucap Dira dengan derai air mata nya


''Kami sudah melupakan nya Tante, biar semesta yang menjawab, kami berserah pada Tuhan yang sudah mengatur skenario hidup kami tante dan semua yang ada di dunia ini semua mempunyai takdir nya masing masing,'' lanjut reyan


''Boleh Tante peluk raya dan reyan,''


Saling memaafkan tenyata jauh lebih indah tidak perlu membalas dosa orang yang pernah jahat sama kita yakin karna karma tidak pernah lupa

__ADS_1


__ADS_2