Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
merelakan


__ADS_3

''


''


Adam merasakan kepala nya mulai berkurang kunang pandangan nya kabur. Badan nya mulai terasa panas dingin gemetaran. Bu Diah mulai panik dengan keadaan putra nya jika seperti ini biasa nya Yuna yang merawat nya.


''Apa yang harus saya lakukan Bu.'' tanya Dira hati hati


''Kenapa kamu masih bertanya apa yang harus di lakukan. Kalau menurut ku kamu pulang saja kehadiran mu disini juga tidak akan membantu.'' sargah Bu Diah


''Bik jumi tolong buat kan Adam susu jahe. Untuk menghangat kan badan nya.'' titah Bu Diah


''Biar saya saja bik yang buat.'' ucap Dira lembut tadi Dira sempat ingin pulang namun melihat keadaan Adam ia urungkan.


''Oh ya silahkan.'' bik Jumi memberi ruang Dira membuat susu jahe untuk Adam. Dira memulai membuat susu jahe sesua yang Bu Diah perintah kan tadi setelah selesai. Dira membawa susu itu ke ruang keluarga. Di mana Adam berbaring di sofa tadi.


''Ini susu nya Tante.'' lirih dira menyodorkan segelas susu jahe pesanan Bu Diah.


''Dam minum susu nya setelah ini minum juga obat nya.'' dengan berat Adam duduk dan meminum susu jahe nya.


''ini tidak enak Bu rasa susu nya kurang rasa jahe nya terlalu pedas. Yuna di mana Bu. Ini bukan bikinan Yuna.'' Adam menyemburkan susu jahe yang baru di sesap nya.


''Ya sudah tunggu sebentar biar ibu yang buat.''


''Yuna saja Bu aku tidak ingin buatan orang lain.'' ucap Adam sambil memejam kan matanya sama sekali tidak menghiraukan kehadiran Dira.


Setelah minum susu jahe dan minum obat Adam terlelap di sofa ruang keluarga. Adam tidak mau pindah ke kamar nya rasa nya untuk berjalan saja tubuh nya terasa berat Bu Diah juga ikut menjaga Adam berbaring di sofa sebelah nya. Sedang Dira memperhatikan Adam dan ibu nya yang terlelap.


''Maaf. Jangan pergi sayang aku menyesal. Aku sangat mencintai mu Yuna.'' Adam mengigau memanggil manggil nama Yuna dan.


''Dalam tidurmu pun kamu tidak bisa melupakan nya dam.'' gumam Dira. Lama kelamaan Dira juga ikut terlelap di sofa singgel


'''''''''''''''''

__ADS_1


Di pagi hari Dira sudah bangun terlebih dulu. Melihat dua pembantu rumah itu mondar mandir membersih kan rumah sejak jam lima pagi.


''Bik ada yang bisa Dira bantu.'' tanya Dira pelan


''Tidak usah neng. Semua sudah selesai. tinggal nunggu ibu sama pak Adam Bangun lalu buat sarapan nya. Oiya gimana keadaan pak Adam. Apa sudah turun demam nya.'' tanya bik Jumi


''Kelihatan nya sudah bik. Tadi saya sempat melihat suhu badan nya seperti nya sudah turun.'' ucap Dira


Adam mulai menggeliat kan badan nya. Rasa pusing masih terasa sedikit di kepala nya. Adam bergegas naik ke atas untuk membersih kan diri nya sedang Bu Diah sudah terlebih dulu masuk ke kamar nya.


''kamu di mana sayang. Apa kamu sudah di rumah sea dengan selamat.'' gumam Adam bergegas mandi dan segera ingin menyusul Yuna di rumah sea. Adam tau istri nya itu tidak akan pergi kemana mana.


Di bawah Bu Diah Melihat meja makan yang tampak berbeda tatanan nya. Nasi goreng ada Susu dan kopi.


''Bik ini siapa yang menyiap kan.'' tanya Bu Diah


''Saya yang menyiap kan Tante.''


Dari arah tangga tampak Adam sudah berada di ujung tangga.


''Dam bagai mana ke adaan mu.'' tanya Bu Diah menghampiri


''Adam sudah baik baik saja Bu. Adam akan melihat Yuna sekarang juga Adam takut apa Yuna sudah sampai di sana dengan selamat tadi malam.''


''Kamu tidak sarapan dulu dam.'' tanya Bu Diah lagi


''Tidak Bu hatiku belum bisa tenang sebelum melihat keadaan Yuna.'' ucap Adam lagi buru buru ingin memastikan keadaan Yuna dulu.


''Semalam Yuna pergi dalam keadaan marah. Di luar hujan lagi. Bodoh nya aku yang tidak bisa mengejar nya.'' lanjut Adam


''Ya sudah pergilah cepat temukan putri ibu. Dan cepat bawa pulang.''


''Dam.'' lirih dira menghampiri

__ADS_1


''Kamu masih disini. Sekarang bersiap lah aku antar dulu kamu pulang.'' ucap Adam


''Tante saya pulang dulu.'' pamit Dira namun Bu Diah hanya diam tidak menjawab.


Dalam perjalanan tiada yang bicara Adam maupun Dira ke duanya diam membisu. Hingga Dira memberanikan diri memulai bicara dengan minta maaf


''Dam aku minta maaf atas kejadian tadi malam. Maksud ku bukan seperti itu.'' lirih dira


''Kamu tau sendiri kan efek nya seperti apa. Jadi jangan pernah lagi menemui Yuna. Aku sendiri masih berusaha meminta maaf nya. Kamu datang buat kekacauan saja. Tidak bisakah kamu berdiam diri di rumah jaga kandungan mu. Kalau ada apa apa aku juga yang repot.'' kesal Adam dengan nada datar nya.


''Kamu marah sama aku dam.''


''Menurut mu.''


''Kamu tidak mau mendengar kan aku. Tidak mudah bagi Yuna menghadapi ini semua aku masih berusaha mengambil hati nya kembali.'' jelas Adam


Dira melihat gurat kecewa di wajah Adam bukan hanya kecewa Adam juga tampak marah pada Dira meski Adam bisa menyembunyikan nya.


''Aku yakin kamu masih belum tau tentang masa lalu orang tua kita dam. Kalau kamu tau pasti kamu tidak akan pernah memaaf kan ibu ku. Kamu pasti akan membenci ibu ku dan diri ku. Seperti ibu mu.'' jerit batin Dira


''Kamu sangat mencintai Yuna dam.'' lirih dira ingin tau.


''Aku rela menukar nyawaku dengan hidup nya.'' jawaban singkat Adam sudah menggambar kan betapa pria itu sangat mencintai istri nya.


''Jujur aku sudah tidak ada di hatimu dam.'' tanya Dira lagi.


''Dir saat pertemuan kita di malam reuni Jujur aku sangat kaget dan merasa senang. Bisa bertemu kembali dengan mu. Tapi saat kamu memintaku menikahi mu. Jujur Dir hatiku menolak keras.'' ucapan Adam mampu melukai hati Dira perih bak di sayat benda tajam


Dira menatap jalanan di luaran jendela kaca mobil menyembunyikan air mata nya yang sebentar lagi akan menetes.


Cinta yang dulu hanya untuk nya kini sudah tiada. Kenyataan merelakan orang yang kita cintai memang begitu menyakit kan. Namun Dira sudah jauh lebih ikhlas di banding dulu. Hatinya mantap untuk bercerai setelah bayi nya lahir. Belum lagi kesalahan ibu nya dulu kini juga menghantui perasaan bersalah Dira terhadap ibu nya Adam


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2