
''
''
seminggu sudah berlalu Adam sudah di ijinkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan di rumah. Begitu sampai di rumah Adam bergegas memasuki kamar nya dengan di bantu sang ibu
''Ibu Yuna bilang di sini ada surat cerai Yuna sudah menyiap kan kepergian nya dengan begitu rapi.'' ucap Adam menunjuk laci meja rias
Perlahan Bu Diah membuka laci meja rias itu sedetik kemudian Bu Diah memejam kan mata nya ucapan Adam benar ada nya di laci itu terdapat amplop cokelat berlogo pengadilan agama.
Ini maksud mu dam.'' ucap Bu Diah menyodorkan amplop coklat itu pada Adam.
''Benar kan Bu Adam bisa mendengar apa yang Yuna ucap kan saat ada koma itu artinya Yuna juga sedang hamil Bu.'' lirih Adam tubuh kekar nya itu tiba tiba lemas dan jatuh terduduk di pinggiran ranjang
''Robek saja surat itu dam. Cepat lah sembuh dan sehat seperti sedia kala kemudian cari Yuna sampai ketemu.'' ucap Bu Diah.
''Iya Bu.'' lirih Adam menyesali keadaan nya yang baru keluar dari rumah sakit setelah seminggu yang lalu Yuna sudah pergi
''Bagai mana dengan Dira dam.'' tanya Bu Diah lagi.
''Adam menunggu Dira datang sendiri dan meminta cerai Bu, Adam tidak bisa menceraikan nya tanpa alasan begitu saja. Biar Dira yang datang dan memaksa adam seperti dia memaksa Adam untuk menikahi nya.'' terang Adam
kedengaran nya egois memang tapi mau hagai mana lagi biarlah Adam egois untuk hal ini setelah dirinya sembuh dan pulih total Adam akan mulai mencari istri dan anak nya sambil perlahan menata kembali hidup nya tanpa Yuna. Beruntung restoran masih berjalan normal seperti biasa
meski banyak sekali klien yang membatalkan acara karna sang pemilik restoran sedang sakit dan di rawat di rumah sakit.
Ini saat nya Adam merenungi kesalahan nya bukan hanya kesalahan saat dia tanpa ijin Yuna menikahi Dira. Tapi renungan dari awal mula Adam menikah dengan Yuna tidak pernah sekali pun Adam mengatakan perasaan nya pada sang istri. Sampai Yuna memberinya dua orang malaikat yang sangat Adam sayangi. dari awal nya hanya menghargai sampai Adam mencintai Yuna namun dengan bodoh nya Adam tidak pernah menyadari perasaan nya. Setelah kehilangan baru terasa.
''Dam kamu istirahat dulu. Ibu akan turun kebawah menyiap kan makan siang mu.'' Adam hanya diam tidak menjawab.
__ADS_1
Sesampai nya di bawah rupanya Bu Diah sedang menghubungi Dira.
''Halo Dira ini aku ibu nya Adam.'' ucap Bu Diah datar
''Iya saya tau Tante.'' jawab Dira dalam sambungan.
''Adam sudah pulang ke rumah. sekarang apa kelanjutan hubungan kalian karna sepertinya Adam sudah tidak ingin bersama mu lagi. Adam tidak ingin melanjutkan pernikahan nya dengan mu.'' ucap Bu Diah tanpa basa nadi lagi
''Fira tau Tante. Dira akan segera menemui Adam dan meminta talak dari nya.'' ucap Dira lagi
''Bagus lah datang lah ke rumah bersama ibu mu sebagai saksi dari mu.'' ucap hu diah lagi
''Iya Tante mungkin besok Dira akan datang ke rumah Tante.'' ucap Dira lagi
...Setelah berkata Dira dan Bu Diah sama sama mengakhiri sambungan telepon Bu Diah sengaja meminta Dira membawa ibu nya karena Bu Diah ingin menyelesai kan. Semua urusan nya dengan Dira dan ibu nya supaya tidak ada lagi kejadian serupa antara dua keluarga itu...
Di tempat lain Yuna sudah mulai menempati pavilion yang ada di area restoran nya bersama keluarga kecil nya saat ini. Sedang restoran nya akan resmi di buka besok
(-RUMAH MAKAN KITA-)
Yuna menamai rumah makan nya yang akan segera di buka besok beruntung seluruh pegawai restoran itu masih mau bekerja setelah restoran berganti pemilik nya Yuna tidak lagi repot mencari pegawai baru.
''Semoga ini menjadi awal kebahagian ku dam anak anak nanti sampai mas Adam datang menjemput.'' batin Yuna masih berharap Adam datang mencari nya dan menjemput nya itu jika Adam tidak menandatangani surat cerai itu.
''Tidur lah bik bibik pasti capek seharian bibik beres beres rumah kecil kita. Maaf jika bibik tidak punya kamar sendiri dan harus berbagi dengan Reyan dan raya.'' ucap Yuna tidak enak hati pavilion itu mempunyai dia kamar saja.
''Bibik tidur di mana saja bisa neng Yuna. Tidak usah memikir kan bibik. Tidur di ruang tamu bibik juga bisa.'' ucap bik Jumi ikhlas tidak pernah mengeluh apapun keadaan nya sekarang. Memang tidak seperti rumah Yuna dan Adam di Jakarta yang ada kamar sendiri untuk setiap pembantu nya
''Neng Yuna tu cepat istirahat dan tidur kasian dedek yang ada di perut pasti pengen cepat istirahat dan tidur.'' ucap bik Jumi menyuruh Yuna untuk segera tidur.
__ADS_1
''Iya bik mari kita sama masuk dan segera tidur.'' ucap Yuna
''Iya bibik matikan lampunya dulu neng Yuna masuk lah dulu ke kamar.''
Malam pertama di rumah kecil mereka Yuna merasa sangat tenang dan damai tidak lagi memikirkan soal Adam maupun Dira yang telah mendonorkan darah nya. semoga suatu saat nanti jika di takdir kan. bertemu lagi dengan Dira Yuna sudah ikhlas dan bisa memaaf kan Dira sepenuh nya. Saat itu juga Yuna ingin mengucap kan terimakasih karna sudah menyelamat kan putri nya.
Pagi yang indah di kota Bandung hari ini acara peresmian di buka nya rumah makan Yuna tidak sebesar restoran nya yang ada di Jakarta tapi tempat ini sangat strategis. Selain dekat dengan perkantoran mall tempat baru Yuna juga merupakan jalan utama di mana orang orang singgah untuk makan saat lelah dalam perjalanan
acara sederhana yang Yuna adakan hanya untuk pegawai saja Yuna masih tidak punya teman di tempat baru itu.
Rumah makan Yuna masih sama mengandal kan menu yang sama di restoran nya yang ada di Jakarta. bukan tanpa sebab Yuna mengenal kan menu itu di daerah yang berbeda supaya orang orang juga ikut merasakan kenikmatan masakan best seller di restoran yang ada di jakarta
Baru saja di buka makan siang jari ini pengunjung lumayan ramai.
''Semoga selalu seperti ini ramai terus bukan hanya saat baru di buka.'' ucap Yuna saat membantu memasak di dapur
''Bu Yuna kenapa ikut turun tangan memasak untuk pelanggan. Kan sudah ada yang masak.'' Ucap Kirana salah satu pegawai Yuna
''Karna memasak adalah hobi ku aku juga ingin memastikan pelanggan ku puas menikmati makan siang nya hari ini dan seterusnya.'' ucap Yuna ramah.
''bukan karna apa Bu Yuna, pemilik sebelum nya hanya tau memerintah dan marah marah. Suka sekali memberi menu baru tanpa memberikan detail bumbu nya kita hanya di durus masak ini dan itu. karna itu lama lama pelanggan banyak yang lari alhasil restoran jadi sepi.'' terang Kirana lagi
''Punya restoran harus konsisten Kirana. boleh kita mengganti menu tiap bulan atau setiap minggu tapi menu utama best seller Haris selalu ada. Itu yang tidak boleh di ganti dan di rubah dari segi plating dan rasa.'' tutur Yuna
''Iya kami mengerti Bu Yuna.''
Pegawai Yuna kebanyakan senang dengan penjelasan Yuna bagi mereka seperti mendapat ilmu baru. Bukan hanya tukang masak dan bagian dapur saja. Bagian waiters juga sama mereka senang dengan bos baru mereka.
Bersambung
__ADS_1