
''
''
''
Bayangan dira datang ke Bali untuk bersenang senang, nyatanya hanya angan belaka, sejak dari bertemu Yuna Dira hanya diam tidak bicara sedikit pun meski di dalam mobil sang suami mengajak nya berceloteh ini dan itu sedikit pun Dira tidak menanggapi nya raut wajah nya tampak sangat kecewa dan sangat menahan marah,
''Sayang kamu kenapa sih,'' tanya Miko heran melihat wajah istri nya merah padam rasa nya seperti ada sesuatu yang di tahan dan segera ingin meledak,
''Sayang,'' panggil Miko lagi, namun Dira masih sama diam tidak menjawab
Setelah mendapat kan kunci kamar nya Miko segera membawa sang istri menuju kamar hotel nya, begitu pintu terbuka tanpa basa Basi Dira langsung bertanya
''Siapa Miranda,'' tanya Dira seraya melempar ponsel nya di atas ranjang
''Miranda siapa,'' tanya Miko pura pura tidak tau raut wajah nya masih tenang seakan sudah tau saat ini pasti akan tiba dan Miko susah menyiap kan semua jawaban nya,
''jelas kan ini pada ku siapa ini dan maksud nya apa, ini kamu kan,'' Dira menunjuk kan layar gawai nya tampak Miko berpelukan mesra dengan seorang wanita,
''ini mungkin hanya mirip dengan ku saja,'' jawab Miko masih mengelak,
''Mirip kamu bilang, tidak ada orang mirip sampai ke baju dan sepatu nya bahkan ini anting yang kamu pakai ini, tidak usah mengelak lagi ini kamu kan,'' todong Dira dengan nada menggebu
''Jawab Miko jawab,'' Miko tak lantas menjawab ia masih mengendong putra nya yang mungkin sudah sedikit ketakutan dengan suara keras Dira,
''Iya itu aku,'' jawab Miko karna Dira sudah memukuli diri nya dengan bantal bahkan sedari tadi tangan Miko susah menangkis dan menghindar membelakangi Dira agar pukulan itu tidak mengenai putra nya,
''Kamu jahat Miko kamu jahat, apa kurang nya aku kita sudah punya Rafael,'' Dira menangis meraung sambil memukuli punggung Miko membabi buta
''kenapa kamu lakukan ini pada ku Miko apa salah ku,'' teriak Dira lagi,
''Diam lah Dira kamu membuat nya takut,'' sentak Miko pada sang istri saat melihat putra nya mulai menangis, balita dua tahun itu tidak tau apa yang sedang terjadi pada kedua orang tua nya,
'' kenapa kamu lakukan ini Miko,'' tanya Dira lagi suara nya sedikit mengecil
__ADS_1
''Aku mencintai nya,'' jawab Miko cepat
''Bohong kamu bilang hanya aku yang kamu cintai, tapi kamu menikah lagi dengan wanita lain,'' ucap Dira dalam tangis nya,
''itu karna sikap mu yang selalu membandingkan aku dengan mantan suami mu, aku memang orang miskin aku hanya karyawan biasa, dan aku juga tidak bisa memberimu mahar rumah seperti yang mantan suami mu berikan,'' kesal Miko
Dira diam seakan mengiyakan ucapan sang suami,
''Apa yang kamu banggakan dari mantan suami mu itu Dira, dia tidak pernah menginap di rumah mu, datang hanya melepaskan hasrat lalu pergi, kasih sayang yang mana yang kamu banggakan, tidak ada yang bisa di banggakan dari mantan suami ku itu,'' lanjut Miko
''Kamu masih mencintai nya Nadira,'' suara Miko terdengar lemah, kala melihat awal pernikahan nya dengan Nadira istri nya itu secara tidak langsung masih memuja dan membandingkan Miko dengan Adam,
Dira diam tidak menjawab ucapan suami nya benar ada nya tapi sekarang Dira sudah sangat mencintai pria yang menjadi ayah dari anak nya itu,
''Maaf kan aku, tapi sekarang aku sangat mencintai mu Miko,'' ucap Dira dalam tangis nya,
''Sudah terlambat saat kamu masih menyebut nama mantan suami mu saat kita bercinta, kamu tidak sadar hati ku terluka Dira,''
''Jadi karna itu kamu menikah lagi,''
''ya,'' jawab Miko cepat
''Saat kamu hamil besar,'' ucap Miko lugas
''Kamu jahat Miko kamu jahat,! apa karna itu juga kamu memberi ku uang nafkah hanya empat juta perbulan sedang gajimu sepuluh juta perbulan,'' tanya Dira ingin tau
''Ya aku membaginya sama rata dengan Miranda, selebih nya untuk diri ku,'' tutur Miko apa adanya dia tidak bohong,
Miko keluar dari kamar hotel nya meninggal kan Dira yang masih terisak ia menuju restoran hotel seperti nya putra nya lapar melihat keadaan Dira yang kacau Miko tidak berani memberikan putra nya pada Dira wanita itu jarang sekali merawat putra nya sendiri lebih banyak ibu nya Dira yang menjaga putra nya,
sedang Dira masih terisak di atas tempat tidur ingatan nya kembali ke empat tahun lalu saat itu diri nya meminta Adam menikahi nya meski Dira tau Adam susah beristri parah nya lagi Adam adalah suami sahabat nya
''Apa ini yang kamu bilang tadi Yuna apa yang ku tanam ini yang ku tuai,'' gumam Dira
''aku pikir aku sudah memperbaiki hidup ku, aku sudah sangat menyesal dengan perbuatan ku, aku juga tidak lagi menemui Adam,'' lanjut Dira masih terisak dalam tangis nya,
__ADS_1
''Apa aku salah membandingkan Miko dengan Adam aku hanya ingin Miko lebih giat lagi bekerja dan menjadikan Adam sebagai contoh, tidak lebih dari itu,
terdengar pintu di buka dari luar Miko datang dengan membawa kontong berisi makanan,
''Ini makan lah sejak tadi kamu belum makan,'' Miko meletak kan kantong makanan itu di atas meja kemudian berlalu pergi membersih kan putra nya di dalam kamar mandi lalu mengganti bajunya, setelah itu membuat susu dan menidurkan nya, Dira yang melihat itu hanya diam tanpa ingin membantu,
''Apa kamu setiap Minggu pulang ke rumah istri mudamu,'' tanya Dira masih di posisi yang sama Dira sama sekali tidak beranjak dari atas ranjang membelakangi Miko dan putra nya,
''Iya,'' jawab Miko cepat
''Apa kamu sangat mencintai nya,'' tanya Dira lagi,
''Seperti yang ku bilang tadi,'' jawab Miko lagi
''Bagsi mana dengan aku,'' tanya Dira ingin tau
''Aku tidak tau,''
''Apa maksud mu tidak tau, kamu tidak mencintai ku,'' Dira berbalik menatap Miko
''Tadi nya iya, sekarang aku tidak tau,''
''Kamu jahat Miko sekarang bagai mana dengan pernikahan kita,'' lirih Dira air matanya masih setia mengalir
''Aku ingin bertemu dengan Miranda besok,'' ucap Dira
''Tidak perlu dia juga sudah tau tentangmu,'' jawab Miko
''Dasar perempuan jal*ng sudah tau kamu beristri mau saja di ajak menikah,'' Dira kembali melebar Miko dengan bantal
''Kendalikan diri mu Dira ada Rafael sedang tidur,'' Miko menangkis bantal yang di lempar Dira,
''Aku tidak perduli aku harus bertemu dengan jal*ng mu,''
''Jaga bicara mu Dira Miranda gadis baik baik aku yang memaksanya menikah dengan ku, bukan diri mu yang minta di nikahi pria beristri lalu sebutan apa yang pantas untuk mu,''
__ADS_1
mendengar ucapan sang suami Dira melotot tak percaya, nyatanya apa yang di ucap kan Miko benar ada nya seperti yang Yuna bilang apa yang kamu tabur itulah yang kamu tuai
Bersambung