Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
percuma menyesal


__ADS_3

''


''


''


''Mas Adam.''


Adam menoleh ke sumber suara yang memanggil diri nya,


''Mareta kamu di sini,'' kening Adam mengkerut melihat mantan adik ipar nya berada di toko roti yang sama


''Iya mbak Dira meminta ku untuk beli beberapa roti dari toko ini,'' jawab reta apa ada nya


''Oh..? kamu apa kabar ibu juga sehat kan, Dira sekarang kerja apa,'' tanya Adam sekedar basa basi


''Kami semua sehat ibu baik baik saja, kak Dira sekarang buka usaha membuka toko baju ada juga yang di jual nya secara online,'' jawab reta


''Syukurlah mendengar kalian semua hidup dengan baik aku ikut senang,''


Mareta melihat penampilan Adam yang tidak seperti dulu pria di depan nya itu jauh lebih kurus dan penampilan nya tidak terawat rambut nya sedikit panjang rahang nya yang tegas itu sudah di penuhi bulu bulu,


''Mas Adam beli roti apa,'' tanya reta melihat keranjang Adam yang masih kosong,


''Aku tidak tau mau beli roti apa, aku sudah lama tidak datang ke toko roti ini karena tidak ada lagi yang meminta ku untuk membawa oleh oleh saat pulang ke rumah,'' tutur Adam tampak raut kesedihan di wajah nya


''Apa mbak Yuna dan anak anak masih belum pulang,'' Adam hanya menggeleng memberi jawaban atas pertanyaan reta

__ADS_1


''Aku mendengar dari mbak Dira mbak Yuna pergi saat mas Adam masih koma,'' mendengar ucapan reta Adam mengangguk membenar kan


''Aku tidak tau penyebab Yuna pergi ninggalin aku, jika hanya karna pernikahan ku dengan Dira seperti nya tidak, apa lagi saat aku masih koma. apa kamu tau sesuatu mungkin Dira pernah bertengkar dengan Yuna,'' tanya Adam mungkin reta tau sesuatu


''Aku tidak tau pasti nya, saat mas Adam masih koma aku pernah melihat mbak Yuna marah besar sama mbak Dira tapi bukan karna pernikahan mas Adam sama mbak Dira,''


''Lalu karna apa,'' sela Adam cepat


''Seperti nya mbak Yuna marah karna mbak Dira mendonorkan darah nya untuk raya,'' terang Mareta seketika Adam menatap Mareta dengan sorot mata nya yang tajam seakan meminta penjelasan lebih,


''Katakan lebih jelas maksud ucapan mu soal donor darah itu,'' benar saja Adam ingin lebih penjelasan dari Mareta,


''Memang nya mas Adam tidak tau raya kehilangan banyak darah saat kecelakaan itu dan harus segera di transfusi,'' ucap mareta


''Soal itu ibu ku sudah bercerita hanya saja tidak bilang siapa yang mendonor kan darah untuk raya bahkan ibuku juga tidak tau,'' jawab Adam cepat


''Mbak Dira,''


''Bagai mana bisa Dira mendonorkan darah nya ketika dia sedang hamil apa lagi kandungan nya saat itu juga lemah,'' sela Adam cepat


''Karna itu mbak Dira ke guguran,'' lirih Mareta


''Ya tuhan apa yang dira pikirkan saat itu kenapa kakak mu itu tidak bisa berfikir dengan sehat, mendonorkan darah nya sama saja dia membunuh bayi nya sendiri,'' Adam tidak habis pikir dengan jalan pikiran Dira Mareta diam tidak menjawab


''Apa Dira pikir dengan menyelamat kan raya dia bisa mendapat maaf dari Yuna apa Dira berfikir seperti itu, Dira salah besar,'' ucap Adam lagi


''Mbak Dira hanya mencoba menebus kesalahan nya,''

__ADS_1


''Dengan membunuh bayi nya sendiri, aku sempat merasa bahagia perpisahan ku dengan Dira tidak ada anak di antara kami tapi tidak dengan cara di sengaja sehingga bayi itu tidak ada, dan lagi.? apa Dira tidak berfikir bagai mana dengan perasaan Yuna, ya tuhan pantas saja Yuna pergi,'' beberapa kali Adam menghela nafas nya mencoba menahan rasa emosi tidak abis pikir dengan apa yang dira lakukan,


''kakak mu itu juga tidak pernah bilang akan hal ini pada ku,'' lanjut Adam


''Mbak Dira sangat menyesal,'' ucap reta lagi


''Percuma menyesal Mareta apa yang dira lakukan tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula justru memperburuk nya, anak anak ku yang menjadi korban bahkan yang belum lahir,'' sesal Adam juga merasa penyesalan nya sudah tidak berguna,


''Reta tau mas Adam, sekarang menyesal memang sudah tidak ada guna nya setidak nya mbak Dira sudah menyadari kesalahan nya dan juga sudah mencoba memperbaiki kesalahan nya itu meski cara nya salah,'' seburuk apa pun Dira Mareta akan tetap membela kakak nya tau tiada manusia sempurna di dunia ini termasuk Dira


Sesampai nya di toko reta menceritakan pertemuan nya dengan Adam, mula nya Dira sedikit marah karna reta menceritakan semua nya pada adam bagai mana kalau Adam tidak bisa memaaf kan nya, balik lagi lambat laut Adam juga pasti tau, hati Dira terenyuh mendengar penuturan adik nya Adam tak lagi seperti dulu ke adaan nya tampak tak terawat dan menyedihkan


''Sudah lah mbak tidak usah ikut campur kehidupan mas Adam lagi, kita sekarang hanya orang lain, mbak Dira sudah berjanji untuk memperbaiki diri kita bantu saja dengan doa semoga mbak Yuna segera pulang, dengan begitu semua akan kembali seperti semula kecuali hubungan persahabatan antara mbak Dira dan mbak Yuna yang mungkin tidak bisa di perbaiki lagi kecuali atas ijin tuhan,'' Dira terdiam ucapan adik nya benar ada nya Dira tidak ingin lagi berhubungan dengan kehidupan Adam meski permintaan maaf masih ingin ia lakukan


Sedang Adam begitu sampai di rumah ia juga menceritakan semua pada sang ibu, adam kembali teringat saat Adam masih koma dengan derai air mata Yuna mendatangi diri nya mengatakan dirinya dan Dira sudah berhasil menginjak injak harga diri Yuna dan juga sudah berhasil membuat Yuna tampak bodoh di hadapan Dira


''Jadi Yuna pergi karna hal ini Bu,'' lirih Adam tampak frustasi


''Dira memang keterlaluan, ini juga karna kamu dam kamu yang tidak bisa tegas jika kamu tidak menikahi Dira Yuna tidak akan pernah pergi,'' kesal Bu Diah rasa kesal dan kasian terhadap putra nya menjadi satu


''Adam tau Adam salah Bu Adam minta maaf,'' lirih Adam dengan Isak tangis nya yang terdengar memilukan


''Kemana kita harus mencari nya dam, Yuna sudah tidak punya saudara lagi keluarga nya hanya kita setelah ayah nya meninggal, tega kamu dam sudah menyakiti putri ku begitu dalam,'' sama hal nya Bu Diah juga larut dalam tangis nya


''Maaf kan Adam Bu maaf kan putra mu yang bodoh ini,''


Berjanji untuk menemukan Yuna dan anak anak nya meski rasa nya sulit dan tidak tau harus mencari kemana lagi Adam sudah pernah mendatangi keluarga bik jumi di kampung nyata nya tidak ada yang tau keberadaan bik Jumi mereka hanya mendapat kabar bik Jumi dalam keadaan baik baik saja tanpa tau dimana keberadaan nya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2