
''
''
Dira masih berdiam diri di kamar nya tidak habis pikir dengan takdir ini cinta nya pada Adam telah mempermain kan nya kenapa harus Yuna wanita yang ia renggut suami nya kenapa Yuna yang harus tersakiti karna Dira. Potongan masa lalu berseliweran di kepala Dira. kebaikan Yuna dan sea dua sahabat nya itu. Yang selalu berada di dekat Dira dikala susah dan senang mereka
''Jika dulu aku tau yang menikah dengan Adam adalah kamu aku ikhlas Yun. Setidak nya Adam sudah berada di tangan orang yang tepat gadis baik seperti mu.'' gumam Dira dalam lamunan nya
''Neng Dira.'' panggil Bu Ani pelan.
''Kata pak Adam tadi neng Dira harus makan dan minum obat nya. Dan jangan banyak berfikir yang disini ikut melemah.'' Bu Ani menyentuh pelan perut rata Dira.
''Aku mau makan roti saja Bu.'' lirih dira.
''Sudah Bu Ani siap kan di ruang tamu.'' Dira beranjak dari tempat nya melamun dan berjalan menuju ruang tamu rumah nya.
''Roti nya seenak ini Bu.'' ucap Dira pelan menikmati roti yang tadi di sarankan Adam.
''Ini roti ke sukaan sahabat ku maduku.'' Dira tersenyum getir
''Maksud nya apa neng.'' tanya Bu Ani tidak mengerti.
''Sahabat ku maduku. pernah Bu Ani mendengar kata itu. Jika tidak pernah ini lah kisah nya. Aku menikahi suami sahabat ku Bu. istri Adam adalah sahabat baik ku.'' terang Dira tersenyum getir di barengi lelehan air mata nya yang mengalir.
''Bu Yuna maksud nya.'' ucap Bu Ani
''Bu Ani mengenal nya.'' tanya Dira penasaran
__ADS_1
''Tidak..! Bu Ani hanya sekedar tau.'' jelas Bu Ani.
''Tadi kami sempat bertemu bu. Bodoh nya aku mengenal kan Adam pada istri nya sendiri.'' terang Dira.
''Sahabat ku tidak marah Bu ia bahkan mengucapkan kan selamat atas pernikahan kami.'' ucap Dira bercerita
''Tapi aku tau sahabat ku itu menyimpan luka nya di sini.'' Dira memukul mukul dada nya. Rasa nya pasti sakit Bu. beberapa hari yang lalu dia menasehati ku karna aku menikahi suami orang.'' lanjut Dira
''Dakdir seseorang tiada yang tau neng. Semua sudah menjadi rahasia yang di atas. Tapi pernikahan neng Dira dan pak Adam masih bisa di cegah waktu itu. Neng Dira sudah tau kan kalau pak Adam sudah punya istri. Kenapa di lanjut kan pernikahan nya.'' ucap Bu asih
''Dira di butakan oleh cinta ini Bu.'' lirih dira
''Cinta neng Dira bukan lagi cinta. Tapi obsesi yang hanya ingin memiliki. jika cinta ikhlas melihat orang yang kita cintai hidup bahagia dengan siapapun pasangan nya.'' terang Bu Ani.
''Apa aku meminta cerai sekarang saja sama Adam Bu. Tapi Adam tidak mau mencerai kan ku. Karna aku sedang hamil.'' ucap Dira.
''Tidak Bu aku tetap tidak mau. Tiada wanita di dunia ini yang mau di madu termasuk aku. Apa lagi sahabat ku. Benar kata Bu Ani tadi cinta ku sudah bukan cinta lagi tapi obsesi. Tapi rasa sayang ku terhadap sahabat ku rasa nya lebih besar.dari cinta ku. Karna itu aku tidak mau melukai nya lebih dalam lagi.'' terang Dira
''Sukur lah neng Dira bisa berfikir lebih jernih. Melepas semua yang harus di lepas. Yakin lah neng kebahagiaan pasti akan menghampiri neng Dira suatu saat nanti. Pasti ada pria yang mau menerima neng Dira apa ada nya.'' ucap hu Ani
''Iya Bu. aku akan menemui Yuna dan meminta maaf. Rasa nya hatiku ini masih tidak tenang jika belum menemui nya.
''Saran Bu Ani mungkin jangan sekarang neng. Bu Yuna pasti masih butuh ketenangan mungkin beberapa hari lagi. Atau menunggu dulu.''
''Menunggu apa Bu.'' tanya Dira penasaran.
''Apa neng Dira sudah siap dengan segala kemungkinan yang ada. Seandai nya Bu Yuna datang melabrak.'' jelas Bu Ani.
__ADS_1
''Dira sudah siap memang Dira yang salah.'' lirih dira..
Hatinya terasa getir memikir kan. Semua nya kenapa waktu itu tidak mendengar nasehat ibu dan adik nya untuk tidak meminta Adam menikahi nya. Sekarang apa yang dira dapat. Empat bulan pernikahan nya dengan Adam belum sekali pun Adam menginap di rumah nya. Apa ini yang di nama kan bahagia. benar kata Bu Ani perasaan Dira terhadap Adam bukan lagi cinta tapi hanyalah sebuah obsesi ingin memiliki
''Yun kamu tidak ke restoran.'' tanya Bu Diah pada menantu ke sayangan nya.
''Tidak Bu Yuna pingin di rumah saja hari ini.'' jawab Yuna pelan
''Apa kamu sudah baikan dengan Adam.'' tanya Bu Diah lagi
''entah lah bu. Hati Yuna masih sakit mengingat penghianatan mas Adam apa lagi setelah tau wanita itu Dira. Sahabat Yuna sendiri.'' lirih Yuna
''Apa lagi ibu Yun. Ibu tidak habis pikir kenapa ibu dan anak itu hobi nya ngerusak rumah tangga orang.''
Bu Diah masih belum tau kalau sebenar nya Dira sudah berbadan dua. Yuna benar benar tidak bisa memberi tau ibu mertua nya itu
''Yuna hanya berfikir selagi masih ada kesempatan Yuna menjadi istri mas Adam Yuna akan berbakti pada nya bu.'' lirih Yuna lagi
''Kanapa kamu masih berfikir seperti itu. Sedang Adam sudah sangat menyakiti hatimu.''
''Walau bagaimana pun mas Adam masih suami Yuna. Kemarin Yuna sempat mengabaikan nya karna Yuna masih marah dan sakit hati. Yang tidak bisa di ubah mas Adam adalah ayah dari anak anak Yuna.''
Bu Diah merasakan sesak di dada nya memang dia tidak pernah memilih seorang menantu tapi kehidupan mempermain kan nya. Kalau boleh memilih bu Diah ingin kehidupan yang dulu hidup pas Pasan. Cobaan hidup tidak lah begitu berat hanya karna kurang makan. Berbeda dengan sekarang. Hidup berkecukupan tapi cobaan sangat berat.
Reyan putra sulung Yuna itu diam diam mendengar kan pembicaraan nenek dan Mimi nya. Pipi nya ada wanita lain di luaran sana. Reyan kurang mengerti apa itu wanita lain yang Reyan tau cerita dari teman nya. Papa teman nya punya wanita lain di luaran sana. Dan berakhir dengan perceraian kedua orang tua nya. Reyan berfikir Mimi dan pipi nya akan bercerai karna wanita itu. Apa lagi Reyan sering melihat Mimi nya menangis di tengah malam di kamar adik nya. reyan sering mendengar Isak tangis Mimi nya di tengah ke gelapan.
Bersambung
__ADS_1