Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
Sadar


__ADS_3

''


''


Adam perlahan mulai membuka kelopak mata nya. masih tampak buram melihat sekeliling tidak ada satupun orang di samping nya.


''Apa Yuna beneran pergi.'' batin Adam takut jika apa yang di dengar tadi bukan lah mimpi


''Pak Adam anda sudah siuman.'' seru perawat yang merawat Adam dengan sigap segera memanggil dokter yang menangani Adam.


''Sus ter a pa tadi is tri saya kesini.'' ucap Adam terbata.


''Iya bu yuna baru saja pergi setengah jam yang lalu.'' jawab suster itu.


''apa saya sedang bermimpi sus saya bisa mendengar orang yang datang ke sini setiap hari nya.'' lirih Adam dengan suara lemah nya.


''Tidak pak Adam anda tidak sedang bermimpi. Memang anda bisa mendengar apa yang orang orang ucap kan. Bu Yuna setiap hari kesini mengajak pak Adam bicara.''


''bukan hanya istri saya ibu saya juga.'' lanjut Adam.


''Iya benar. Ada juga mbak Dira teman pak adam.'' jelas suster itu lagi.


''Jadi benar saya tidak sedang bermimpi.'' tanya Adam lagi tanpa menjawab suster itu mengangguk pelan tidak lama kemudian dokter datang dan mulai memeriksa Adam


''Dok apa saya boleh pulang setelah ini.'' tanya Adam tidak sabaran


''Belum pak Adam kita periksa dulu anggota tubuh pak Adam yang lain kaki tangan.'' jelas dokter


''Kaki saya bisa bergerak tangan saya juga. Saya rasa saya sudah tidak apa apa.'' ucap Adam tidak sabaran


''memang benar pak Adam kaki dan tangan Anda bisa di gerak kan sukur anda tidak mengalami ke lumpu han meski begitu kita masuklah harus meriksa nya.'' jelas dokter lagi.


Adam menghela nafas nya pelan rasa nya ia ingin diriku ini juga keluar dari rumah sakit. Yuna sudah meninggal kan nya apa lagi Yuna juga mengatakan bahwa dia juga sedang hamil


''Oh ya tuha. Suster boleh tidak hubungi istri saya siapa tau dia masih belum pergi.'' ucap Adam


''Iya pak Adam kami mengerti ini sedang kamu usahakan menghubungi Bu Yuna. Tapi ponsel Bu Yuna sedang tidak aktif.'' jelas suster


''Telpon rumah saya saja sus.'' ucap Adam lagi.

__ADS_1


suster beberapa kali menghubungi ponsel Yuna ternyata Yuna sudah me non aktif kan ponsel nya. Kemudian suster menghubungi telpon rumah Adam. Tampak bik Sri yang menerima panggilan dari rumah sakit dan segera mengabarkan pada Bu Diah bahwa ada telpon dari rumah sakit mengabarkan Adam sudah siuman dari koma nya.


''Bagai mana sus.'' tanya Adam lagi


''Ibu anda sedang dalam perjalanan kemari sedang Bu Yuna ponsel nya tidak bisa di hubungi.'' jelas suster lagi


Adam takut istri nya itu benar benar pergi tunggu sampai ibu nya datang adam akan Bertanya pada ibu nya menunggu kurang lebih tiga puluh menit Bu Diah sudah sampai di ruang rawat putra nya.


''Dam sukur lah kamu sudah sadar.'' Bu Diah memeluk erat putra nya rasa senang dan haru menyelimuti hati nya


''Yuna di mana Bu.'' tanya Adam sudah tidak sabar


''Yuna tadi kesini sambil membawa raya untuk terapi. Mungin masih menjemput Reyan pulang dari sekolah.'' ucap Bu Diah


''Ini sudah jam berapa Bu bahkan Reyan sudah pulang sekolah sejak dua jam yang lalu.'' ucap Adam melihat jam yang menempel di dinding rumah sakit


''Kita telpon saja Yuna suruh dia cepat kesini.'' ucap Bu Diah.


''Aoa ibu tidak tau apa apa tentang Yuna.'' tanya Adam penasaran


''Memang nya Yuna kenapa.'' tanya Bu Diah tidak mengerti


''Mungkin kamu salah dengar dam. itu hanya mimpi atau halusinasi.''


''Tidak Ju dokter bilang aku tidak sedang bermimpi. Aku mendengar dengan jelas Yuna datang dan berpamitan Yuna juga sedang hamil Bu.'' ucap Adam lagi


''Tidak mungkin ibu tidak percaya Yuna baik baik saja. Dia tidak bilang apa apa sama ibu.'' ucap hu diah lagi.


Kemudian mencoba menghubungi ponsel Yuna namun masih sama ponsel Yuna tidak aktif kemudian Bu Diah menghubungi sea.


''Halo se.''


''Iya Tante.''


Jawab sea dari sebrang


''Sea apa yuna bersama mu sekarang.'' tanya Bu Diah langsung ke intinya


'' itu dia Tante sejak tadi sea menghubungi Yuna tapi ponsel nya tidak aktif.'' jawab sea dari sebrang

__ADS_1


''adam sudah sadar. Tapi Yuna di hubungi tidak aktif.'' ucap Bu Diah menjelas kan


''Sukur lah Tante. Kalau Adam sudah siuman. Nanti aku jadi kabar kalau Yuna sudah bisa di hubungi.'' setelah berkata sea mau pun Bu Diah sama sama mengakhiri panggilan telepon nya


''Bagai mana Bu.'' tanya Adam tidak sabaran.


''Sama sea juga Sedati tadi menghubungi Yuna namun tidak bisa.'' jelas Bu Diah


''Yuna beneran pergi ninggalin Adam Bu. Ini semua salah Adam.'' sesal nya Adam harus menerima kenyataan saat bangun dari koma istri dan anak nya pergi meninggal kan diri nya.


''Adam harus keluar dari rumah sakit sekarang juga Bu.'' Adam mencoba turun dari ranjang rumah sakit akan tetapi saat menapak kan kaki ya ke lantai hampir saja Adam terjatuh.


''Kamu mau kemana dam. Kamu belum pulih. Sabar lah ibu yakin Yuna tidak kemana mana.'' ucap bu diah yang memang tidak menyangka Yuna akan pergi Bu Diah pikir Mungkin Yuna sedang bersama kedua anak nya ke taman atau kemana dan kebetulan baterai ponsel nya sedang habis


''Paling tidak biarkan Adam istirahat di rumah saja Bu Adam ingin memastikan sesuatu hari ini juga.'' kekeh Adam ingin hari ini juga ke luar dari rumah sakit


''Dokter masih tidak mengijinkan dam.'' kesal Bu Diah Adam tidak mau mendengar kan ucapan nya


''Terlambat Yuna keburu jauh Bu.'' ucap Adam frustasi.


'''Yuna tidak kemana mana dam percaya sama ibu.'' melihat Adam yang kekeh bilang Yuna meningal kan nya terbesit rasa takut di hati Bu Diah. Namun masih tidak percaya tidak mungkin Yuna meningal kan Adam dalam keadaan masih koma.


Ada apa sebenar nya Adam tidak mengerti kenapa tiba tiba Yuna pergi meninggal kan diri nya apa karena Yuna sedang hamil.


''Yuna sedang hamil Bu.'' lirih Adam


''Dari mana kamu tau dam Yuna sendiri tidak bilang apa apa sama ibu.'' tanya Bu Diah penasaran


''Yuna sendiri yang bilang sama Adam Bu.'' jawab Adam.


''Bagai mana bisa Yuna dan wanita itu sama sama hamil secara bersamaan.'' lirih Bu Diah


''Apa karna itu Yuna pergi dam. Karna wanita itu juga hamil.'' ucap Bu Diah lagi.


''Dira sudah tidak hamil lagi Bu. Dia bilang di sini Dira mengalami kandungan lemah bayinya juga ikut lemah dan tidak bisa bertahan.'' lirih Adam.


Bu Diah mencoba mencerna setiap ucapan Adam dari kehamilan Yuna ke guguran Dira sampai Adam bilang Yuna pergi meningal kan nya kita lihat saja sampai episode selanjut nya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2