
''
''
Selesai menikmati ice cream sebenar nya Dira masih ingin jalan jalan berdua dengan Adam mengingat ini adalah hal langka menurut nya kapan lagi bisa jalan jalan menikmati ice cream berdua dengan Adam
Akan tetapi Adam mengingat kan hari semakin sore Adam harus pulang.
''Dam boleh kan mampir ke mini market aku ingin beli roti dan cemilan.'' ucap Dira mengutarakan keinginan nya.
''Hem.'' jawab Adam dengan deheman
matanya terus menatap Jang yang melingkar di pergelangan tangan nya.
''Itu ada mini market dam.'' ucap Dira memberi tau
''Aku tadi tidak melihat. Sudah kelewat Dir. Mau muter arah lagi makan waktu aku harus cepat pulang.'' ucap Adam
''di depan ada minimarket dan toko roti.'' lanjut Adam
''Beneran ya.'' Ucap Dira girang.
Benar saja Adam berhenti di depan mini market dan di sebelah nya ada toko roti lumayan besar.
''Kita ke toko roti dulu dam bau nya wangi sekali.'' Tanpa menunggu jawaban Dira sudah jalan duluan memasuki toko roti. tergoda dengan bau harum roti yang baru keluar dari oven.
''Ambil yang ini. Ini juga ini enak sekali.'' Adam mengambil kan beberapa roti yang biasa nya di beli Yuna untuk anak anak nya.
''Kamu ambil lagi yang mana yang kamu suka. Biar aku yang ke mini market kamu mau beli apa.'' Adam meminta Dira memilih lagi roti yang dia suka sedang Adam ke mini market untuk membeli yang lain. Untuk menghemat waktu Adam ingin sekali cepat pulang
''Dir kamu di sini.'' Dira menoleh ke sumber suara. Dan ternyata Yuna yang menyapa nya.
''Yuna kamu juga di sini.'' tanya Dira balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Yuna
''Hem ini toko roti langganan ku.'' jawab Yuna apa ada nya
''Selera roti kita sama Yun.'' ucap Dira melihat keranjang Yuna berisi jenis roti yang sama dengan Yuna.
''iya ini ke sukaan ku ini enak sekali.'' jelas Yuna.
''Oh.'. Jawab Dira mengangguk angguk kan kepalanya tadi Adam bilang hal yang sama mengatakan roti yang di pilih Adam enak sekali.
''Kamu sama siapa Yun.'' tanya Dira penasaran siapa tau Yuna datang dengan suami nya karna Dira sangat penasaran akan sosok suami sahabat nya itu mungkin orang kaya melihat penampilan Yuna berkelas dari atas ke bawah.
''Aku sendiri saja. Kamu sendiri sama siapa.'' tanya Yuna balik bertanya.
__ADS_1
''Aku em a aku sama suami ku.'' Dira tampak ragu mengatakan kata suami mengingat Yuna selalu menasehati nya untuk berhenti merusak rumah tangga orang.
''Oh.'' jawab Yuna cuek
''Kamu sudah selesai.'' Adam datang menghampiri Dira yang seperti nya sedang berbincang dengan seseorang namun keberadaan Yuna sedikit terhalang rak roti.
''Sudah.'' jawab Dira pelan
''Em.. Yun kenal kan ini suami ku.'' lirih Dira tampak ragu mengenal kan Adam pada Yuna
Betapa kaget nya Adam melihat istri nya berada di depan nya dan sedang berbincang dengan istri siri nya. Seketika tubuh Adam terasa kaku dan mematung sulit untuk di gerak kan.
''Oh hai. Aku Yuna senang berkenalan dengan mu. Maaf aku tidak bisa hadir di pernikahan kalian. Selamat ya atas pernikahan nya.'' ucap Yuna dengan senyum ramah nya seakan tak mengenali Sumi nya sendiri
''Dam kamu kenapa. Ini sahabat ku nama nya Yuna.'' ucap Dira menjelaskan
''Sayang.'' Adam menjatuh kan kantong belanjaan nya. dengan cepat mengejar Yuna yang sudah keluar dari toko roti.
''Dam tunggu dam. Apa maksud nya sayang.'' Dira berteriak dan bergumam tidak mengerti seraya berjalan cepat mengejar Adam yang mengejar Yuna.
''Sayang dengar kan aku.'' Adam mengetuk jendela kaca mobil Yuna berharap istri nya mau mendengar penjelasan nya. Namun Yuna tidak memperdulikan nya terus menyalakan mobil nya dan pergi
''Sayang.'' ya tuhan Adam menendang kan kaki nya ke udara.
''Dam.'' panggil Dira.
''Susah ku bayar.'' jawab Dira sedikit takut melihat perubahan Adam yang tiba tiba.
''Dam bisa jelaskan pada ku.'' tanya Dira masih tidak mengerti.
''Sejak kapan kamu kenal istri ku Dir.'' tanya Adam cepat dengan nada datar nya.
''Istri Yuna istri mu.'' tanya Dira lagi memastikan Dira tidak salah dengar namun Adam diam tidak menjawab pikiran nya berkecamuk.
''Aku dan Yuna sahabat sejak SMA.'' jawab Dira
''Kamu mengenal sea.'' tanya Adam lagi
''Ya.'' jawab Dira sambil memanggul kan kepala nya.
''Yuna istri ku dam.'' tanya Dira lagi
''Kamu menikahi suami sahabat mu Dir.'' ucap Adam bibir Dira bergetar menahan tangis tiba tiba dada nya terasa sesek di hantam rasa bersalah. Dira menatap wajah tampan Adam yang tampak tegas wajah itu berubah dingin dan datar. tidak pernah menyangka suami nya itu juga suami sahabat nya
Sedang Yuna sudah tidak bisa menahan tangis nya mengetahui fakta sahabat nya Dira adalah madu nya.
__ADS_1
''Kenapa Harus Dira.'' Yuna memukul ke mudi mobil nya yang terus melaju menuju rumah sea. Sesampai nya di rumah sea
''Bik sea nya ada.'' tanya Yuna setelah pembantu sea datang membuka kan pintu.
''Ada buk sea di dalam silahkan masuk.''
''Siapa bik.'' seru sea dari dalam rumah
''Ini temennya Bu sea. neng Yuna.'' mendengar nama Yuna di sebut. Sea bergegas menghampiri melihat Yuna dalam keadaan mata sembab sea tau sahabat nya itu tidak sedang baik baik saja.
''Bik bawa anak anak naik ke atas temani mereka main di kamar nya.'' titah sea pada asisten rumah tangga nya.
'' Yun bisa kamu cerita sekarang Ada apa.'' tanya sea penasaran.
''Kamu tidak akan percaya dengan apa yang akan kamu dengar ini se.'' lirih Yuna air matanya juga mulai turun kembali
''Ada aku disini. Tidak usah merasa sendiri aku pernah ngalamin apa yang kamu rasakan saat ini. Kasus kita lebih kurang sama.'' sea memeluk erat sahabat nya itu menguarkan lewat hangat nya pelukan.
''Wanita itu Dira se. Nadira yang kita kenal.'' ucap Yuna pelan.
''apa kamu sudah memastikan nya.'' ucap sea Yuna mengangguk cepat
''Aku bertemu Dira di toko roti. Kemudian aku bertanya Dira datang dengan siapa. Dengan ragu Dira menjawab dengan suami nya dan Dira memperkenal kan ku dengan suami nya yang ternyata juga suami ku.'' terang Yuna dalam Isak tangis nya
''Tenang dulu Yun. Pasti ada jalan keluar nya.''
''Kenapa harus Dira se, kenapa dia harus menjadi maduku.'' lirih Yuna lagi.
''Aoa kita datangi saja rumah nya.'' Yuna menggeleng cepat
''Tidak perlu. Aku tidak mau ikut campur masalah ini.'' tolak Yuna
''Tapi kamu terlibat di dalam nya Yun.'' ucap sea tidak mengerti bukan nya seperti sea kemarin sempat melabrak selingkuhan suami nya.
''Biar mas Adam sendiri yang menyelesai kan nya. Mas Adam yang menyalakan api ini.'' jelas Yuna.
''Aku ingin melihat sejauh mana mas Adam berusaha menyelesai kan masalah ini jika sikap nya tidak tegas dan ingin mendapat kan kedua nya biar aku yang mundur.'' lanjut Yuna
''Apa kamu tidak ingat Dira pernah bilang ingin bercerai setelah melahir kan.'' jelas sea Ter ingat ucapan Dira.
''Coba lah bertahan untuk saat ini Yun. dengan berjalan nya waktu siapa tau ada jalan keluar nya.'' lanjut sea
''Aku juga berfikir seperti itu. Aku akan menjalani hari hari ku seperti biasa nya tapi hati ku sudah tak lagi sama.'' lirih Yuna.
Sea tidak bisa berfikir dengan baik kenapa kehidupan ini seakan mempermain kan pemeran nya. Dira sang sahabat justru menjadi madu sahabat nya yang lain
__ADS_1
Bersambung