Sahabat Ku Madu Ku

Sahabat Ku Madu Ku
selaseai


__ADS_3

''


''


Seperti janjinya Dira dan ibu nya mendatangi ke Diaman Adam untuk meminta Adam mengucap kan kata talak nya Dira juga ingin masalah ini cepat selesai. Tidak berlarut larut setelah ini Dira ingin memulai kehidupan seperti biasa nya.


Bik Sri membuka pintu gerbang untuk Dira dan ibu nya


''Silahkan masuk Bu Diah sudah menunggu di dalam.'' ucap bik Sri ramah


''Afam ada kan bik.'' tanya Dira memastikan agar kedatangan nya tidak sia sia mengingat Dira sudah tidak bisa menghubungi Adam. seperti nya Adam sudah Menganti no ponsel nya atau sudah memblokir no Dira.


''Pak Adam ada di dalam.'' ucap bik Sri.


Dengan ragu Bu asih mengikuti langkah putri nya memasuki rumah Adam.


''Pak Adam Bu Diah ada tamu ingin bertemu. ucap bik Sri memberi taukan


''Siapa bik.'' tanya Adam penasaran.


''bibik tidak tau dia orang wanita satunya sudah tua yang satunya masih muda. Mereka menunggu di ruang tamu.'' lanjut bik Sri.


Buatkan minum saja bik kami akan segera menemui nya.'' Ucap Adam kemudian berjalan menuju ruang tamu untuk melihat siapa yang datang lain dengan Bu Diah yang sudah tau siapa tamu nya


''Dira kamu disini.'' ucap Adam kaget melihat Dira dan ibu nya berada di rumah nya.


''Maaf dam aku tidak memberitahu mu sebelum nya. Mengenai kedatangan ku kesini.'' ucap Dira menjeda ucapan nya karna bik Sri datang membawa minuman.


''Silahkan Diminum dulu.'' ucap hu dia pada kedua tamu nya

__ADS_1


'' terimakasih.'' ucap Dira sedang bu asih hanya diam dan menunduk di samping putri nya tidak ikut bicara


''Langsung saja dam aku kemari untuk mu meminta talak dari mu. Biar masalah ini cepat selesai.'' ucap Dira tidak mengulur waktu lagi


''Kamu sudah yakin Dir.'' tanya Adam yang sebenar nya hanya sekedar basa basi.


''Aku sangat yakin dam hubungan kita ini dari awal sudah salah. Karna itu aku ingin mengakhiri semua nya dan memperbaiki kesalahan ku.'' lirih dira


''Aku tau Dir Meski sebenar nya sudah terlambat. Keburu Yuna sudah pergi meningal kan ku.'' ucap Adam memberi tau


Dira terperangah mendengar ucapan Adam


''Benarkah itu dam kamu tidak bercanda kan.'. Tanya Dira penasaran


''Itu benar Dir Yuna sudah pergi di hari aku sadar dari koma. Dia datang sebelum aku sadar dan berpamitan pada ku. Karna ucapan Yuna lah aku bisa sadar.'' ucap Adam


''Kamu sudah siap di dengarkan aku baik baik.''


Adam mengucap kan talak nya pada Dira di saksikan ibu Dira dan Bu Diah. Adam mengembalikan Dira pada ibu nya kembali.


''Aku masih menafkahi mu menanggung biaya hidup mu sampai masa idah mu selesai.'' ucap Adam mengakhiri kata kata nya setelah mengucap kan kata talak untuk Dira.


Sedang Dira ada rasa senang dan juga sedih pernikahan nya dengan Adam yang membuat hubungan nya dengan sang sahabat menjadi renggang karna ke egoisan nya.


''Setelah ini aku harap dan meminta jangan ada lagi kejadian serupa antara kita di kemudian hari entah itu dari cucu kita. Tolong jaga dan nasehati keturunan kalian nanti. Untuk tidak merusak rumah tangga orang lain meski itu bukan keluarga ku. Jangan jadikan perusak rumah tangga orang sebagai keturunan.''


Ucap Bu Diah sedikit memberi nasehat


''Aku sudah memaafkan kalian setelah ini tolong jangan hubungi Adam maupun Yuna. ataupun cucuku tolong.'' ucap Bu Diah tampak memohon tidak ingin ada hubungan lagi dengan Dira dan ibu nya. Bu Diah dan Adam belum mengerti mengenai siapa yang mendonorkan darah nya untuk raya. Karna Yuna tidak pernah mengatakan nya pada Bu Diah maupun Adam. Sedang Dira juga tutup mulut tidak ingin menambah masalah lagi dengan mengatakan Dira telah mendonorkan darah nya pada raya. melihat reaksi Yuna. sudah cukup membuat Dira sadar diri.

__ADS_1


''Kalau begitu aku pamit undur diri. Maaf atas semua kesalahan ku dan ibu ku Tante sungguh kami tidak bermaksud apa apa dan ibuku juga tidak tau kalau Adam adalah anak Tante. sekali lagi maaf kan kami.'' ucap Dira tegas permintaan maaf nya juga tampak tulus dan menyesal sedang Bu asih benar benar tidak berani bersuara Sedati tadi hanya diam dan menunduk kan pandangan nya


''Kami sudah memaaf kamu Dira, seperti yang ibu ku bilang tadi kamu tidak ingin ada kejadian serupa di kemudian hari cukup semua sampai disini. setelah ini hidup lah dengan baik jadilah diri mu sendiri seperti Dira yang Yuna kenal dulu. siapa tau tuhan masih menyelamat kan persahabatan kalian suatu hari nanti. Semua tidak mudah Dira. Butuh waktu untuk memperbaiki diri.'' Dira mengangguk setuju dengan ucapan Adam Dira juga berharap hubungan nya dengan Yuna dan sea kembali terjalin utuh seperti dulu.


''Kami pamit dulu dam Tante kami akan ingat semua nasehat Tante sekali lagi kami minta maaf.''


Dira dan ibu nya pergi meninggal kan kediaman Adam. Dengan setatus Dira yang baru saja di sandang nya sebagai janda. kini perasaan Dira sudah sangat lega seakan sudah terlepas dari semua beban yang ada tinggal berdoa pada Tuhan untuk meminta maaf dari Yuna


Di lain tempat Yuna hari ini mendatangi klinik bersalin untuk memeriksakan kandungan nya perut Yuna yang sudah mulai membuncit beberapa pegawai Yuna bertanya tanya dimana suami dari bos mereka. Tapi mereka tidak ada yang berani bertanya


''bagai mana hasil nya dok.'' tanya Yuna penasaran dengan perkembangan janin dalam rahim nya


''Bayi nya sehat sangat sehat. Hanya saja ibu nya jangan terlalu capek capek biar tidak mengalami kram di betis paha dan sekitaran kaki. Karna hal itu biasa nya terjadi di kehamilan yang sudah tua bukan di trimester ke dua seperti ini.' terang dokter karna Yuna mengeluh sakit kram di bagian betis nya setiap malam mungkin efek Yuna yang banyak berdiri memasak di dapur restoran nya.


''Saya mengerti dok.'' ucap Yuna pelan


''Kurangi juga paka hills ya Bu sebaik nya pakai sendal biasa saja.'' terang dokter lagi.


Selama kehamilan Yuna tidak pernah mengeluh muntah pusing atau gejala lain nya yang biasa nya di alami ibu hamil muda pada umum nya.


Setelah dari klinik kandungan Yuna bergegas menuju sekolah Reyan dan raya. Di dalam mobil Yuna melihat ponsel yang ia non aktif kan mencoba menghidup kan nya kembali deretan notice pesan dan panggilan seketika memenuhi layar ponsel Yuna


''kamu di mana Yun. Kamu anggap aku ini apa kenapa tidak mengabari ku.''


Isi pesan dari sea yang Yuna buka secara acak.


''Mungkin saat nya aku menghubungi sea.'' batin Yuna setelah berkata Yuna menyalakan mesin mobil nya dan bergegas menuju sekolah Reyan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2