
''
''
''
Dira sudah memutus kan untuk bercerai dari Miko dan merelakan Miko dengan Miranda, setelah bicara dengan Yuna Dira sudah merasa sangat lega meski hubungan nya dengan Yuna tidak sebaik dulu tapi Dira sudah mendapat maaf dari Yuna dan juga anak anak nya,
hari ini Dira tersenyum lega sudah mendapat kan surat cerai dari pengadilan hakim sudah memutuskan sidang cerai nya, masalah anak Dira dan Miko sudah sepakat untuk merawat nya bersama Miranda sama sekali tidak keberatan merawat putra suami nya jika Rafael datang berkunjung ke bandung,
''mbak Dira,'' panggil mareta
''Reta kita pulang sekarang,'' ucap Dira pelan raut wajah nya sangat tenang, tak tampak kesedihan maupun penyesalan,
''mbak Dira,'' panggil mareta menyakinkan dirinya sendiri bahwa kakak nya baik baik saja
''Melepas kan yang seharusnya di lepaskan rasanya sangat lega mareta,'' ucap Dira
''Aku sudah membayar lunas semua dosaku pada Yuna dan keluarga nya, menyebabkan keluarga nya hancur,'' lanjut Dira
''Semoga setelah ini mbak Dira benar benar menemukan jodoh dunia akhirat mbak Dira, reta akan selalu men doa kan,'' ucap mareta
''Semoga saja mareta, untuk sekarang fokus ku hanya Rafael dan usaha kita sore nanti kamu kan live tiktok, itu kemarin daster model terbaru sudah sampai tinggal unboxing,''
''Iya aku lagi mbak Dira curang seharusnya mbak Dira yang live sore ini,'' jawab mareta sedikit memanyunkan bibir nya
''Kita cari makan dulu reta aku sudah sangat lapar,'' ucap Dira tidak memperdulikan ucapan adik nya
Tak berapa lama Dira dan adik nya sudah sampai di sebuah rumah makan, segera mencari tempat dan memanggil pelayan sambil menunggu pesanan datang Dira membuka layar gawai nya melihat akun tiktok nya banyak sekali komen yang masuk, Dira mengembangkan senyum nya semua komentar tentang usaha baju online nya,
''Mbak Dira, panggil mareta,
''Apa ta ngomong saja,'' ucap Dira masih fokus di layar gawai nya,
__ADS_1
''Itu lihat ada mas Adam,'' Dira masih fokus dengan layar gawai nya tidak memperdulikan ucapan adik nya
''Mbak Dira denger gak sih aku ngomong, itu di sana ada mas Adam,'' ucap mareta lagi,
''Aku tidak perduli ta, dia orang lain tidak ada hubungan nya dengan ku,'' jawab Dira masih fokus dengan layar gawai nya
''Apa mbak Dira tidak mau menyatukan mas Adam dan mbak Yuna paling tidak memberitahu mas Adam di mana keberadaan mbak Yuna, alamat nya gitu,'' ucap mareta,
''Untuk apa reta, itu urusan orang lain aku tidak mau ikut campur lagi, biar semesta saja yang mempertemukan Yuna dan suami nya aku sudah cukup membayar dosaku sama mereka aku tidak mau menambah luka lagi di hati Yuna, mungkin saja memang Yuna belum mau bertemu dengan Adam,'' terang Dira benar benar tidak perduli dengan keberadaan Adam di sana
Mareta tersenyum lebar kakak nya sudah sangat bijak dalam bersikap, tidak labil seperti sebelum nya, mungkin cinta sudah mulai padam di hatinya proses dewasa seseorang tidak bisa di ukur seberapa banyak umur nya, nyatanya mareta menilai sang kakak sekarang sudah jauh lebih dewasa
Dua bulan kemudian
Miranda merasa diri nya kurang sehat ia ijin pamit pulang pada Yuna untuk segera ke dokter,
''Mir mintalah uang kesehatan sama Alex, dan pergilah berobat jika belum sembuh besok istirahat lah dulu tidak usah masuk,'' ucap Yuna pada Miranda saat Miranda minta ijin untuk pulang,
Miko sudah menunggu Miranda di depan restoran tempat Miranda bekerja, seperti biasa namun kali ini Miranda pulang lebih cepat dari biasa nya,
''Kenapa memintaku datang sekarang,'' tanya Miko heran bukankah ini masih jam kerja istrinya itu
''Mik anterin aku ke dokter sekarang perut ku sangat sakit,'' keluh Miranda rasanya tidak bisa menahan sakit di perut nya
''Bukan nya ini sudah biasa saat kamu datang bulan,'' ucap Miko melihat istrinya sudah biasa sakit saat datang bulan,
''Iya tapi ini sakit banget,'' ucap nya lagi,
''Ya sudah ayok cepetan keburu tambah sakit,'' Miko melajukan motor nya menuju rumah sakit terdekat, tidak butuh waktu lama Miranda sudah berada di ruang dokter kandungan setelah tadi di ruang dokter umum dokter itu menyarankan Miranda untuk pergi ke dokter kandungan,
Miranda mengeluh kan sering sakit perut saat datang bulan dan da*ah yang keluar juga lebih gelap tidak seperti biasa nya,
''Apa Bu Miranda pernah merasakan sakit saat melakukan hubungan intim,'' tanya dokter itu memastikan
__ADS_1
''Iya dok,'' jawab Miranda cepat
''saya minta maaf dengan sangat menyesal saya harus sampaikan ini, Bu Miranda terkena radang panggul di mana siklus mentruasi tidak teratur dan cendrung lama, da*ah yang keluar juga lebih gelap, sakit saat berhubungan badan, gatal di area mis v ,'' terang dokter
''Apa bahanya dok,'' tanya Miranda saat dokter menjeda ucapan nya,
''Sekali lagi saya minta maaf ya Bu saya harus menyampaikan ini Bu Miranda akan sulit hamil, kemungkinan Bu Miranda bisa hamil itu hanya dua persen Bu,'' terang dokter lagi,
hancur sakit tapi tak berdarah kala mendengar diagnosa dokter tentang apa yang terjadi pada dirinya dengan langkah gontai Miranda keluar dari ruang dokter kandungan itu,
''Mir,'' panggil Miko kuatir melihat istri nya keluar dari ruangan dokter tanpa ekspresi tatapan nya kosong,
''Mir,'' panggil Miko lagi
''Mik apa kamu masih mencintaiku kalau terjadi sesuatu dengan ku,'' tanya Miranda dengan nada suaranya yang bergetar menahan tangis
''Tidak akan ada apa yang terjadi semua baik baik saja mir,'' ucap Miko menenangkan istrinya,
''Semua tidak baik baik saja mik,'' lirih Miranda air matanya juga sudah mulai jatuh,
''Bicaralah yang jelas mir Jang buat aku cemas,'' ucap Miko kuatir
''mik dokter bilang aku tidak bisa hamil'' lirih Miranda dengan suaranya yang sudah terisak
''Sudah sudah jangan di terus kan, kamu pasti kecapean, kita pulang dan kita bahas ini di rumah,''
''Mik kamu tidak akan meninggal kan Akku kan aku tidak bisa memberimu anak mik,'' ucap Miranda lagi,
''Mir apa pun yang terjadi aku tidak akan meninggal kan kamu, aku akan tetap berada di samping mu, kita masih punya Rafael jika ada waktu dia akan kesini tinggal dengan kita kamu juga ibu nya,'' jelas Miko
''Kita pulang sekarang ya, kamu pasti kecapean,''
Miranda semakin meringsek kedalam pelukan sang suami mencari ketenangan di sana, Miko juga bilang apapun yang terjadi Miko tidak akan pernah ninggalin miranda
__ADS_1