Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 10


__ADS_3

Dengan santainya Faruq mengambil bill yang tak sengaja terjatuh di lantai.


"Apa begitu burukkah aku dimatamu sampai kamu memilih untuk tidur dengan gadis-gadis ****** itu dari pada denganku?" Ucap Alexa dengan kesal.


Ia tak menyangka jika lelaki yang selama ini ia kagumi ternyata sama busuknya dengan lelaki di luaran sana yang ia kenal. Seketika kekaguman Alexa berkurang separuhnya.


Faruq yang mendengar ucapan Alexa seketika tersenyum getir, ia merasa jika Alexa mulai meminta hak yang selama ini tak pernah Faruq berikan kepadanya sebagai seorang suami.


"Apa kamu lupa??? Aku menikahimu hanya demi tanggung jawab, aku ingin menjaga nama baikku dan nama baikmu pula di depan semua orang," nada bicara Faruq masih datar, ia memang lelaki penyabar yang pandai mengontrol emosinya.


"Oh..... Jadi itu yang ada di dalam fikiranmu??? Memang seharusnya kita tidak pernah menikah Faruq," Enatah mengapa AleAlexa merasa begitu terbakar tatkala mendengar ucapan FaFaruq. Ia begitu mengecewakan alasan Faruq menikahinya.


Awalnya Alexa berfikir jika ia bisa menipu daya Faruq agar bisa ia miliki seutuhnya, namun sangkaannya salah besar. Ia tak bisa sedikit pun menggantikan posisi Ghea di dalam hati Faruq meski Alexa sudah mencoba menghasutnya.


"Iya...... Aku masih sangat mencintai Ghea meski dia telah membuat hatiku luka," Ada nada putus asa yang begitu kental dalam ucapan Faruq.


"Ghea..... Lagi-lagi Ghea" Alexa membuang pandangannya ke arah plafon rumah bermotif garis.


"Memang apa hebatnya wanita itu yang sudah meninggalkan lelakinya yang sabar menunggu demi kebahagiaan pribadinya," Alexa melanjutkan bicaranya sambil tersenyum getir menanggapi ucapan Faruq.


Untuk kesekian kalinya Alexa merasa kian membenci sahabatnya di universitas dulu. Ghea.


"Ya aku tahu jika dia telah mengecewakan aku, tapi aku masih mencintainya. Dan pernikahan kita hanyalah sandiwara" Jawab Faruq datar sambil menatap kosong ke depan.


Alexa merasa kian terhina mendengar perkataan Faruq. Lelaki tampan dengan mata coklat itu tak pernah menjaga perasaannya sama sekali, ia terlalu jujur dengan semua kata-katanya.


Dengan kasar Alexa hempaskan tangan kanannya ke udara kosong untuk melampiaskan kekesalannya lalu dengan langkahnya yang cepat Alexa berjalan ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras.


Faruq hanya bisa menghela nafas, ia tak mau jika Alexa terlalu berharap lebih padanya. Memperlakukan dia sebagai mana mestinya merupakan pilihan yang terbaik dari pada harus memberikan harapan kosong.


Faruq tak tau sikapnya kepada Alexa benar atau salah, tapi ia ingin wanita yang telah ia nikahi dengan terpaksa itu sadar jika perasaan Faruq kepadanya tak akan pernah berubah meski mereka telah menjadi sepasang suami istri.

__ADS_1


Faruq mengalihkan pandangannya ke arah kertas putih di tangannya, ia baca kalimat demi kalimat yang terjejer rapi disana.


"Hotel Merpati..... Faruq Abiyan...." Faruq membaca bill itu sambil tersenyum masam.


"Darimana wanita itu mendapatkan ini...." Gumam Faruq acuh, Ia tak terlalu memikirkan hal itu terlalu jauh meski bill itu bukan miliknya. Tak ada yang ia khawatirkan. Kalaupun ada pertengkaran di antara dia dan Alexa, Faruq tak merasa khawatir sedikitpun. Pernikahannya dengan Alexa tak memiliki arti apa-apa bagi Faruq.


Di tempat lain, nampak Ghea sedang tersenyum bahagia, membayangkan pertengkaran kedua orang yang menjadi target balas dendamnya.


"Kamu fikir bisa bermain cantik denganku Alexa???? Tidak.....!!! Kamu salah memilih lawan berperang" Ucap Ghea sambil meminum segelas sampanye di hadapannya.


......................


Langit terlihat gelap meski jarum jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Gerimis sejak tadi pagi meninggalkan tetes-tetes air yang menyebar si seluruh lantai teras depan.


Seorang wanita dengan pikirannya yang kacau masih terlihat nyaman duduk di kursi tamu sejak dua jam yang lalu.


Entah sudah berapa kali ia menghela nafas sambil mengerlingkan matanya dengan malas.


Ghea merasa jika Alexa sedang patah hati saat ini, terlihat jelas dari raut mukanya yang terlihat lusuh dan tak bercahaya.


"Apa rencanaku berhasil???" gumam Ghea sembari terus mengelap meja kaca di ruang tamu. Ia merasa benar-benar senang sekarang. Impiannya untuk menghancurkan kehidupan mantan pacar dan sahabatnya itu mulai membuahkan hasil.


Beberapa saat kemudian hujan kian deras, udarapun seketika menjadi dingin.Alexa memutuskan untuk masuk dan berpindah duduk di sofa ruang tamu.


Ghea yang masih beberes di sana mencoba mencari tau sebatas apa pertengkaran sahabatnya itu dengan Faruq.


"Nona terlihat sedih, ada apa?" Tanya Ghea halus sambil terus mengelap dipan disana.


Untuk kesekian kalinya Alexa menghela nafas kasar. Ia tak langsung menjawab pertanyaan yang Ghea lontarkan.


"Sudah lama nona tak pernah menyuruhku memasak? apa perlu saya buatkan sesuatu?" Tanya Ghea berusaha ramah agar penyamarannya tidak ketahuan.

__ADS_1


"Tidak perlu..... Lagian Faruq tak mau memakan masakanku sekarang" ucap Alexa dengan malas sambil menatap kosong meja di hadapannya.


"Semua ini gara-gara Ghea..... Aku benci dengan wanita itu" urat leher Alexa sampai menegang ketika ia menyebut nama itu, tangannya mengepal keras berusaha menghancurkan lawan dalam satu genggaman.


Ghea ingin mengumpat kala itu, ia ingin menghajar Alexa dengan tinju yang sudah ia kepalkan, tapi ia berusaha keras untuk meredam amarahnya.


"Memangnya apa bedanya dia dengan aku? Apa dia terlalu sempurna untuk di saingi?" ucap Alexa berusaha mengeluarkan semua unek-unek yang mengganggu fikirannya.


"Jelas saja..... Aku memang selalu lebih baik dari pada kamu Alexa" ucap Ghea dalam hati sambil tersenyum licik.


"Me.... Memangnya siapa itu Ghea??" Tanya Ghea berusaha menggali lebih jauh tentang pandangan Alexa terhadapnya.


"Dulunya dia itu sahabatku....." ucap Alexa pelan sambil menatap kosong awang-awang.


"Tidak..... Aku tak pernah menganggapnya sebagai sahabat. Mana ada orang yang mau bersahabat dengan wanita yang sudah merebut lelaki idamannya" Sedetik kemudian Alexa menyanggah ucap sebelumnya.


"Aku mencintai suamiku sudah sejak lama, sejak pertama kali aku masuk ke universitas, tapi dengan santainya Ghea merebut Faruq dariku, dan dengan terang-terangan mengumbar kebahagiaan di depanku" Alexa bercerita panjang lebar sambil mengayun ayunkan tangannya.


"APA...... Alexa MENYUKAI Faruq???" Ghea berteriak dalam hati, ia baru tahu apa yang selama ini Alexa rahasiakan. gerakan tangannya seketika berhenti, ia begitu kaget saat tau apa yang Alexa rasakan.


"Lalu dengan tanpa berdosa sedikitpun, Ghea menawariku sebuah persahabatan. Aku berfikir jika itu hanya setrateginya saja untuk kian menghancurkanku" Alexa melamun.


"Aku tak pernah berfikir seperti itu" Jawab Ghea setengah berteriak.


Sontak saja Alexa merasa kaget dan memandan cleaning servis di hadapannya yang terlihat bingung.


"Maaf nona..... Aku malah melamun. Permisi" ucap Ghea sembari beringsut keluar dari ruang tamu, ia begitu emosi mendengar penuturan Alexa tentang dirinya.


"Bagaimana bisa wanita itu berfikir begitu buruk tentang aku?" Ghea merasa sangat kesal. Kebaikan yang ia berikan kepada Alexa hanya di anggap sebagai pencitraan semata. Ghea tersenyum masam.


......................

__ADS_1


__ADS_2