Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 76


__ADS_3

Rasa kecewa itu sendiri memberikan luka yang berbeda dari luka sebelumnya.


"Ibu!!!" Faruq berteriak saat melihat ibunya dengan semena mena menamparkan tangannya pada pipi Ghea, wanita yang ia cintai.


Dari jarak beberapa meter Alexa nampak tersenyum, puas dengan apa yang bu Jasmin lakukan untuk Ghea. Diam-diam Alexa merekam peristiwa itu dari kamera ponselnya. Ia punya rencana bagus untuk mempermalukan wanita yang telah membuat dirinya dalam keadaan yang tak menguntungkan.


Faruq menghampiri ibunya, menatap dengan amarah kepada wanita yang telah melahirkannya.


Seorang wanita yang selama ini selalu menjadi kebanggaannya, namun kali ini memberikan kecewa yang tak pernah, Faruq duga sebelumnya.


"Ibu..... Jangan seperti ini bu, kita sudah besar, kita bisa menyelesaikan masalah kami sendiri bu. Karna ada beberapa poin yang ibu tak pernah tau bagaimana kenyataannya." Susah payah Faruq menjelaskan kepada sang ibu. Ia tatap bola mata yang sudah tenggelam itu dengan tatapan penuh permohonan.


"Kamu ya Fa...... Kamu sudah termakan tipu daya wanita ini." bu Jasmin mengacung-acungkan telunjuknya kepada Ghea yang hanya diam sembari memegangi pipinya.


"Ayo kamu pulang!!!"


Dengan kasar bu Jasmin menarik lengan Faruq, namun lelaki dengan badan tegap itu menolak, ia berdiri kokoh mempertahankan diri.


"Tidak bu..... Aku harus menyelesaikan permasalahan ini." ucapnya sembari menatap sendu ke arah Ghea.


"Kamu memang harus menyelesaikan ini Fa...." ucap Ghea dengan air mata yang menggenang di kedua pelupuk matanya.


Lalu Ghea segera membuka mobil dan menenggelamkan dirinya kesana.


"Tapi Ghe..... Dengarkan penjelasan aku Ghe!!!" Faruq mencoba mencegah kepergian Ghea, Faruq menggedor pelan pintu mobil Ghea yang tak bergeming sama sekali.


"Ghe....." panggil Faruq saat mobil Ghea mulai berlalu dari halaman cafe itu.


"Baguslah wanita itu sudah pergi." ucap bu Jasmin sembari melenggang menghampiri Alexa yang masih bersandiwara dengan isaknya.

__ADS_1


"Bu...... Tolong jangan ikut campur dengan masalah keluargaku bu." Keluh Faruq yang berjalan kesal menghampiri ibunya.


"Bagaimana ibu bisa diam jika ada pelakor yang diam-diam mengendap-endap dan menghancurkan keutuhan rumah tangga anakku." Jawab bu Jasmin ketus. Sembari membelai pundak Alexa yang bersandar di dadanya.


"Kamu harus ngerti dong..... Istrimu lagi hamil malah kamu berbuat seperti itu di belakangnya. Kalo Alexa depresi bagaimana?" Bu Jasmin membelalakkan matanya, memberi ancaman kepada anak lelakinya.


Faruq menghela nafas.


"Ibu tak tau apa yang sebenarnya terjadi di antara kita bu." ucap Faruq dengan alis yang ia rapatkan.


"Ibu tak peduli Fa..... Yang terpenting sekarang kamu punya istri yang sedang hamil anakmu Fa. Ibu tak mau kamu berbuat dzolim kepada istrimu." Ancam bu Jasmin membelalakkan mata bulatnya.


Faruq mendengus kesal.


"Awas aja Lex...... Aku akan bongkar semua kebusukan kamu. Dan secepatnya aku akan menceraikan kamu." Faruq begitu serius dengan nada yang ia tekan pada setiap kata-katanya.


Lalu dengan kesal, Faruq berlalu hendak menyusul Ghea untuk menjelaskan semuanya.


"Faruq!!!! Alexa Fa....."


Tubuh Alexa sudah lunglai ke tanah, bu Jasmin dengan sigap menjadikan pahanya sebagai sandaran untuk Alexa.


Dengan buru-buru Faruq mengangkat tubuh Alexa, membawanya ke dalam mobil. Bu Jasminpun turut ikut mengantar Alexa. Terlihat jelas bagaimana wanita paruh baya itu khawatir dengan menantunya yang tengah hamil.


Faruq membawa mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bukan khawatir kepada Alexa, ia lebih khawatir kepada Ghea. Ia ingin masalah Alexa cepat selesai dan ia bisa menyusul Ghea secepat mungkin. Faruq sadar jika Ghea sedang butuh topangan yang bisa membuat ia kuat bertahan, dan Faruq ingin dirinyalah yang ada dalam posisi itu.


Setelah Alexa sampai dan mendapatkan penanganan oleh dokter barulah bu Jasmin merasa lega. Ia duduk di tepi ranjang Alexa. Tak lama berselang Faruq datang menghampiri ibunya.


"Bu..... Aku harus pergi bu, ibu bisa jagakan Alexa sebentar." Ucap Faruq lirih, namun masih terdengar jelas di telinga Alexa yang pura-pura tidur.

__ADS_1


Perih terasa menusuk di hati Alexa, ia begitu kecewa dengan sikap Faruq yang seolah benar-benar tak menginginkannya. Tak mempedulikannya sama sekali bahkan kehamilannya. Alexa sengaja membuat drama ini agar bisa mendapatkan perhatian dari Faruq. Namun, apa yang di tampakkan oleh Faruq hanya sesuatu yang seketika membuatnya kecewa.


Alexa tau Faruq akan menemui Ghea, padahal jelas-jelas ia berusaha keras agar Faruq tak mengejar Ghea, seakan usaha yang baru saja ia lakukan berakhir sia-sia.


"Tak boleh....." bu Jasmin berkata tegas dan ketus.


Alexa seakan mendapatkan sebuah keajaiban saat mendengar jawaban dari bu Jasmin. Dalam hati Alexa tersenyum puas.


"Kamu tak lihat istrimu sedang begini. Kenapa malah meninggalkannya untuk urusan yang tidak penting." Gertak bu Jasmin memarahi anak sulungnya.


"Tapi bu....." Faruq masih mencoba untuk bernegosiasi dengan sang ibu meski ia tau jika usahanya akan sia-sia belaka.


"Tak boleh Fa..... Atau ibu akan marah padamu?" bu Jasmin membelalakkan matanya. Ia tak habis fikir dengan sikap Faruq yang selalu acuh kepada Alexa meski wanita itu sedang mengandung anaknya. Bukan sikap seperti itu yang ingin Jasmin lihat dari tanggung jawab anak lelakinya. Sama sekali tak menunjukkan sikap sebagai pria sejati.


"Pokoknya kamu harus tetap disini, temenin Alexa sampai dia sadar." Pesan bu Jasmin dengan kekeh.


Faruq hanya menghela nafas kasar sambil berlalu dari ruangan, mendudukkan dirinya dengan malas di kursi tunggu.


Sampai hampir setengah jam Alexa baru tersadar dan dokter segera memeriksa keadaan Alexa.


"Dia hanya mengalami syok yang lumayan mengguncang jiwanya, mungkin karna suatu hal yang mengejutkan dirinya atau mungkin dia berada dalam situasi yang menekannya. Tapi semuanya normal dan baik-baik saja. Pasien sudah boleh segera pulang." ucap sang dokter yang selesai memeriksa keadaan Alexa.


"Baik dok terimakasih." Jawab bu Jasmin yang dengan setia mendampingi pemeriksaan Alexa, sedangkan Faruq hanya berdiri memantau dari sebelah pintu.


Lalu setelah sang dokter pergi bu Jasmin menggandeng tangan Alexa untuk bangkit dari ranjang.


"Kamu bantuin Alexa napa sih!!! kenapa hanya mematung saja disitu?" keluh bu Jasmin yang melihat Faruq tak bereaksi sedikitpun melihat dirinya yang dengan susah payah membantu Alexa bangkit.


"Dia baik-baik saja bu, dia bisa jalan sendiri kok." Jawab Faruq acuh sambil berlalu dari ruangan itu, meninggalkan keduanya lebih dahulu. Bu Jasmin hanya bisa menggelengkan kepalanya, merasa kian kesal dengan sikap Faruq.

__ADS_1


Alexa yang semula bersikap manja agar bisa di papah oleh Faruq menjadi malas.


"Alexa bisa kok bu jalan sendiri." Ucap Alexa pada akhirnya. Ia pun merasa kesal dengan ucapan Faruq, seakan lelaki itu tau semua drama yang sedang ia buat.


__ADS_2