Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 07


__ADS_3

TING TONG


Bel rumah Alexa berbunyi cukup keras, Ghea hanya mengintip dari jendela lantai dua.


Dilihatnya seorang lelaki yang menenteng sebuah jas abu-abu berdiri di depan gerbang. Seketika Ghea tersenyum senang sambil terus memperhatikan lelaki itu.


Tak lama nampak Alexa keluar dari dalam rumah dengan sedikit berlari.


"Benar ini rumah ibu Alexa Permata?" Tanya lelaki itu sambil melihat alamat yang tertempel di plastik pembungkus jas.


"Iya betul" Jawab Alexa singkat.


Lelaki itu segera memberikan jas di tangannya kepada Alexa setelah berhasil memastikan jika alamat yang di tuju tidak salah.


Alexa sudah hendak memutar badannya ketika menyadari ada sesuatu yang terselip di saku jas milik suaminya.


"Tunggu dulu!!!!" Kurir baju itu segera menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan Alexa.


"A.... Apa ini??....." Tanya Alexa tegagap. Jarinya menunjuk sebuah amplop coklat yang sebagian menyembul keluar dari dalam saku.


Ia merasa sedikit khawatir tentang benda yang ia lihat itu, jantungnya mulai berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Kami menemukan sebuah lipstik di dalam saku jas itu, pasti nona lupa mengeluarkannya saat memberikannya kepada kami" Jelas kurir itu sembari tersenyum ramah.


Alexa masih berfikir jika ia memang lupa meletakkan lipstiknya ke dalam saku jas itu, meski dia merasa jika perkiraannya itu delapan puluh persen salah.


"Baiklah....Terimakasih" ucap Alexa kemudian, lalu segera masuk ke dalam rumah. Ia begitu penasaran dengan lipstik yang ada di amplop itu.


Dilihatnya cleaning servis wanita sedang membersihkan dipan di ruang tamu. Alexa acuh saja, ia sudah terlapau penasaran dengan lipstik di dalam amplop coklat itu.


Buru-buru Alexa membuka amplop itu dan betapa terkejutnya dia ketika mendapati itu bukan lipstik miliknya.


Lipstik mahal dengan warna nude, pikiran Alexa langsung buyar seketika. Ia mengingat seseorang yang menyukai warna itu, Ghea. Sahabat yang telah banyak membantunya selama ini.


"Tidak mungkin......" Sanggah Alexa berusaha menghibur dirinya dari kekhawatiran tentang Ghea.

__ADS_1


"Pasti wanita lain" pikir Alexa menyangkal feelingnya yang sering kali benar.


"Apa.....????" Sejurus kemudian ia melupakan tentang Ghea, fikirannya sekarang beralih tentang seorang wanita pemilik lipstik itu.


Hati Alexa seketika terasa perih, bagaikan ada sebuah belati menyayat dadanya. Mukanya terasa panas seketika.


Lelaki itu, lelaki idaman yang berhasil ia rebut dari sahabatnya sendiri, benarkah dia akan mengkhianati janji pernikahan yang sudah mereka ikrarkan?.


Alexa tak mampu berkata apapun. Ia tau jika dirinya telah melakukan kesalahan selama ini. Tapi ia tak mau menyerah begitu saja. Perjuangannya sudah besar. Ia tak akan menyerah begitu saja.


Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya yang sipit, ia tak mampu menahan kesedihannya. Alexa masih bisa terima jika Faruq mengecuhkannya selama ini, tapi tentang wanita lain?? Tentu saja ia tak bisa terima itu.


"Faruq...... KENAPA KAMU BODOH...." Teriak Alexa sambil meremas lipstik di tangannya. Ia merasa sangat geram mengetahui Faruq telah berani bermain api dalam pernikahan mereka.


Ghea yang sedari tadi memperhatikan Alexa dari balik penyamarannya hanya bisa tersenyum puas. Senyum sadis ia sunggingkan di sudut bibir kirinya. Satu goresan belati berhasil ia layangkan untuk sahabat sejatinya itu. Ada kebahagiaan yang membanjiri rongga dadanya, tapi ada perih yang hadir bersamaan dengan kebahagiaan itu.


......................


Pagi itu Ghea dan seorang cleaning servis dari perusahaan CC datang ke rumah Alexa seperti hari-hari biasanya. Namun ada yang berbeda.


Pakaiannya cukup rapi dan modis meskipun ia hanya mengenakan sebuah dress selutut berwarna biru pucat yang ia balut dengan rompi pendek berwarna senada.


"Kalian sudah datang...." Sapanya dengan muka datar.


"Iya...." Jawab lelaki di sebelah Ghea, sedangkan Ghea hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Alexa.


"Aku akan pergi sampai malam, jadi pastikan rumah tetap aman. Ini kunci rumah kamu bawa aja!! balikin besok" ucap Alexa panjang lebar sambil menyodorkan beberapa kunci kepada lelaki itu.


"Baik nona" Jawabnya singkat sambil mengangguk pelan. Lalu Alexa segera berlalu dengan sebuah taxi yang sudah terparkir di sana sebelum Ghea datang.


Ghea merasa senang, ini kesempatan dia untuk bisa menyelidik lebih jauh ke dalam pernikahan Alexa dan Faruq.


Dengan penuh semangan Ghea masuk ke dalam rumah itu dan langsung masuk ke dalam kamar Alexa. Ia membuka laptop Alexa yang tergeletak di atas meja. Sayangnya, laptop itu terkunci.


"Iiih...... Kenapa ahli IT itu harus ada acara di saat aku memerlukannya" keluh Ghea sambil menutup kembali laptop di hadapannya.

__ADS_1


Ghea membuka lemari pakaian besar yang ada di kamar itu, semua lemari di ruangan itu hanya terisi dengan pakaian Alexa. Tak ada pakaian milik Faruq satupun.


Ghea mengernyitkan dahinya, merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka berdua. Ghea kian penasaran, di carinya sesuatu yang seharusnya milik Faruq di kamar itu, tapi ia tak menemukan apapun.


Ia keluar dari kamar, memperhatikan sebuah ruangan yang selalu terkunci di sebelah ruang tv.


"Hey......" Panggil Ghea kepada temannya yang sedang fokus dengan pekerjaannya.


"Apa isi kamar ini?" Tanya Ghea sambil menunjuk pintu dengan polesan plitur coklat yang kental.


"Tidak tau non..... Selama kami bekerja disini kami tidak pernah membersihkan kamar itu, kamar itu selalu terkunci" Jelasnya sambil menatap pintu kayu di hadapannya dengan tatapan bingung.


Ghea merasa kian penasaran mendengar penjelasan dari rekannya itu. Ia terdiam, seakan menyiapkan sebuah strategi lain.


Lalu setelah puas berfikir, Ghea mencari-cari ke seluruh ruangan di rumah itu. Tapi ia tak menemukan barang-barang pribadi milik Faruq dimanapun.


"Apa itu kamar Faruq?" Gumam Ghea sambil memandang pintu kamar yang sudah ia tinggalkan sejam yang lalu.


"Apa mereka memang tidur terpisah? atau mereka sedang bertengkar?" Ghea kian gencar menerka tentang kehidupan Faruq dan Alexa.


Ghea mulai mencium hal mencurigakan tentang hubungan pacar dan sahabatnya itu, seperti ada sesuatu yang tidak sesuai dengan bayangan Alexa.


Di tempat lain Alexa terlihat begitu gusar, ia memperhatikan kantor tempat Faruq bekerja dari dalam mobil silver yang sengaja ia sewa.


Alexa memainkan kuku kuku cantiknya dengan giginya yang ginsul. Ia bahkan tak terlalu peduli meski ia baru memoles kukunya 2 hari yang lalu.


Matanya yang berhias softlens berwarna abu-abu menatap nanar ke arah pintu kantor yang di jaga oleh dua orang security dengan wajah garang.


Sudah 2 jam lebih ia menunggu di sana, berharap Faruq keluar dan menemui seseorang. Tapi sampai jenuh ia menunggu, lelaki yang sudah 2 bulan lebih tinggal dengannya itu tak kunjung keluar.


Alexa mulai khawatir jika dia telah berprasangka buruk kepada suaminya.


"Mana mungkin Faruq bisa berbuat seperti itu, jelas-jelas dia lelaki setia" Gumam Alexa, mengingat Faruq masih sering mengirim email kepada Ghea meskipun ia tau jika Ghea telah mengkhianati percintaan mereka.


Alexa sangat faham dengan sifat dan karakter Faruq. 4 tahun kuliah bersama membuat Alexa tau sifat Faruq, belum Ghea sering mengatakan semua hal tentang Faruq kepadanya.

__ADS_1


.


__ADS_2