Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 30


__ADS_3

Alexa ingat betul jika malam itu ia menjatuhkan tubuhnya ke arah lelaki yang juga sudah mulai mabuk, tanpa rasa malu Alexa menegak wine yang sedang pria itu nikmati, dan juga ia mencium lelaki itu dengan begitu brutal.


"Aaiiissss" Desis Alexa menggigit kuku ibu jarinya. Matanya mengerjap beberapa kali. Ia sungguh baru mengingat itu, tingkah konyol yang ia lakukan, ia baru merasakan rasa malunya sekarang.


"Bodoh......" Alexa kian merutuki dirinya sendiri. Bagaimana ia bisa bersikap begitu ceroboh.


"Alexa...... Apa kamu sudah mendengar gosip terbaru?" Tanya seorang wanita yang duduk tepat di sebelah kiri Alexa.


Alexa yang sedang mengaduk minumannya segera menoleh ke arah kawannya itu, tatapan tanda tanya ia lemparkan ke mata lawan bicaranya. Ia tak bisa terlalu fokus untuk saat ini, ingatan buruk itu masih menari di fikiran Alexa dan mengejeknya dengan sadis.


"Apa???"


"Kamu ingat dengan Ghea?" ucap Tatik.


Sejenak Alexa terheyak dengan ucapan kawannya, entah sejak kapan ia menjadi punya rasa was was tersendiri ketika mendengar nama itu.


"Kenapa mukamu terlihat pucat Alexa?" Tanya Tatik lagi.


"Ti... Tidak.... Aku hanya merasa sedikit mual tiba-tiba" sanggahnya.


"Kenapa memangnya?" Tanya teman yang lain menimpali ucapan Tatik.


"Ya aku ingat tentang Ghea" Puji yang lain.


"Kemarin malam aku datang ke acara ulang tahun perusahaan YUC dan kalian tahu kenapa?" Tatik sengaja menggantung kata-katanya,


Hampir setengah dari gerombolan wanita sosialita itu mendelikkan mata, merasa begitu penasaran dengan kelanjutan ucapan Tatik.


"CEO perusahaan YUC hadir bersama seorang wanita" Jelasnya begitu dramatis.


"Lalu.....???" Wanita lain nampak kian penasaran dengan ucapan Tatik, begitupun dengan Alexa yang begitu manantikan setiap kata dari mulut Tatik.


"Wanita itu adalah Ghea..... Anak dari kampus kita dulu"


"APA....." Ucap gerombolan wanita itu hampir bersamaan.


Semua mata nampak mendelik kaget mendengar ucapan Tatik, hal yang rupanya di luar dugaan mereka.


"Kamu tak salah lihat" Tanya Alexa.


"Tidak Alexa....." ucap Tatik yakin.

__ADS_1


"Mana mungkin CEO perusahaan besar itu mau bersama dengan Ghea" timpal yang lain.


"Lagian dia hidup di Jakarta sekarang ini" ucap Alexa seketika.


"Bagaimana kamu tau Ghea di Jakarta??" Tanya Tatik.


Alexa sedikit memutar bola matanya untuk menemukan Jawaban yang tepat, ia tak mungkin mengatakan jika Ghea adalah sahabat karibnya dulu, itu akan rusak reputasi Alexa di depan kawan-kawannya.


"Dia pernah mengatakan akan hidup dengan orang tuanya di Jakarta, kebetulan aku pernah mengobrol dengannya sebentar" Sanggah Alexa sambil tersenyum kecut.


"Tapi itu sungguh dia Alexa..... Aku tak mungkin salah lihat" Jawab Tatik membela diri.


"Apa mungkin wanita itu kembali??" Batin Alexa mulai gelisah.


......................


Matahari sudah terbit cukup tinggi ketika Faruq keluar dari kamarnya. Ia meregangkan badan beberapa kali.


Alexa yang sedang asyik menikmati sarapan segera menoleh tatkala mendengar pintu kamar Faruq terbuka.


"Kamu nggak kerja ya??" Tanya Alexa bangkit dari duduknya.


"Aku khawatir dengan kamu jadi aku ambil cuti hari ini"


"Sial..... Kenapa Faruq tidak berangkat sih, bisa gawat nih" Batin Ghea yang sedang melakukan perannya di ruang TV.


Ia lirik sekilas kedua orang yang berada di ruang makan itu.


Alexa tersenyum manis mendengar gombalan dari Faruq, ia tau itu hanya bualannya semata, tapi entah mengapa ia begitu senang dan ia tak terlalu peduli dengan bualan itu selama itu bisa membuatnya bahagia.


"Duduklah!!!! Aku akan memasakan sarapan untukmu" Ujar Alexa sambil menuntun suaminya duduk di kursi.


Faruq menarik lengan Alexa sebelum dirinya melakah ke dapur. Alexa terbengong.


"Kamu..... Nggak usah masak, nanti kamu kecapean" Lerai Faruq sambil menarik lengan istrinya turun dan menuntunnya duduk di sebelahnya.


"Ana......" Panggil Faruq.


Ana/Ghea seketika tertegun.


"Sial..... Apa yang akan lelaki itu rencanakan?" Gumam Ghea sambil meletakkan lap pada saku gasper yang ia kenakan.

__ADS_1


Dengan sedikit sewot Ghea melangkah mendekati tuannya itu.


"Ya tuan.....???" Ucap Ghea enggan menatap lelaki di hadapannya.


Faruq tersenyum sambil menatap Ghea dengan begitu khusuk.


"Kamu...... Letakkan semua perlengkapan bersih-bersih mu itu lalu masakan nasi goreng untukku" Ucap Faruq pelan sambil tak henti menatap Ghea yang masih menundukkan pandangannya.


"Kita lihat Ghea..... Siapa yang lebih canggih memainkan peran disini, kau atau aku" Ancam Faruq dalam hati.


"Ta.... Tapi tuan.... pekerjaan saya itu cleaning servis" Ghea berusaha menolak perintah Faruq.


"Aduh.. Nggak papa kali Ana.... Nanti aku kasih kamu tips kaya biasanya" Timpal Alexa menjentikkan jari lentiknya.


"Sial...... Ini bukan masalah tips Alexa bodoh......" Geram Ghea dalam hati.


"Sudah gih.... Cepat masakin, lagian cuma nasi goreng aja kok" Ucap Alexa sambil mendorong tubuh Ghea memasuki dapur.


Mau tak mau Ghea akhirnya memasakan nasi goreng untuk Faruq. Meski dengan dongkol, bahkan suara gaduh sangat terdengar jelas saat Ghea mengaduk nasi goreng dalam wajan.


"Kenapa berisik sekali Ana....???" Tanya Alexa menghampiri ke dapur.


Faruq yang faham dengan kecemburuan Ghea kian melancarkan aksinya, ia mengekor Alexa dan langsung memeluk Alexa dari belakang saat ia ada di dapur, tepat di depan mata Ghea.


Amarah Ghea kian membara dan rasa cemburu juga mulai menguasai semua kesadarannya.


"Memang harus begini non..... Nona Alexa tau kan kalo di nasi goreng abang-abang juga begini cara mengaduknya, harus keras dan penuh tenaga" Ucap Ghea menjelaskan sambil mengaduk nasi goreng kian kencang.


Alexa hanya bisa melongo mendengar penjelasan Ghea, ia memang tak pernah tau cara memasak sebelumnya, jadi Alexa berfikir penjelasan dari Ghea adalah benar.


Berbeda dengan Faruq yang merasa kian senang dengan sikap yang di tunjukan oleh Ghea. Ia kian gencar mengumbar kemesraan di depan Ghea.


Faruq dengan sengaja meletakkan dagunya di pundak Alexa dan beberapa kali mencium lehernya.


Ghea yang melihat adegan itu kian merasa cemburu dan menambahkan bubuk cabai ke dalam nasi goreng Faruq.


"Kenapa begini sayang..... Jangan disini" keluh Alexa yang sedikit malu kepada Ana/Ghea yang ada di depannya.


"Biarlah...... Aku ingin begini" Ucap Faruq kembali mencium leher dan tengkuk Alexa.


"Aaaahhh...... Kamu.... Sayang......" desah Alexa pelan yang mulai merasa ada kehangatan menjalar di tubuhnya.

__ADS_1


Ghea kian jijik dengan pertunjukan kedua orang di depan matanya itu, ia buru-buru menyelesaikan masaknya dan mencoba untuk tidak memperhatikan kedua orang yang tengah berbalas kasih itu.


"Silahkan tuan nasi gorengnya" ucap Ghea membawa sepiring nasi goreng lengkap dengan kerupuk juga timun dan tomat.


__ADS_2