Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 68


__ADS_3

"Apa ibu sudah lama pulang?" Tanya Faruq yang baru saja masuk ke dalam rumah dan ia dapati ibunya tengah duduk di ruangan tengah sembari menonton televisi.


Bu Jasmin menoleh, Faruq berjalan mendekat, sembari melepaskan jas hitam yang ia kenakan.


Mata bu Jasmin mendelik ketika melihat luka lebam di pelipis dan dagu anaknya, dan sedikit noda darah di sudut bibir kanannya.


"Kenapa wajahmu?" dengan segera bu Jasmin menghampiri anaknya dan meneliti setiap inci mukanya, memperhatikan luka lebam itu dengan begitu intens.


"Tak apa-apa bu....., ini hanya luka kecil." Jawab Faruq menyingkirkan tangan bu Jasmin dari wajahnya.


"Dengan siapa kamu berkelahi?" tanya bu Jasmin begitu penasaran dengan musuh anaknya.


"Orang yang tidak penting bu." Jawab Faruq mendudukan dirinya di sofa.


Bukannya menanggapi Faruq, bu Jasmin malah pergi ke dapur, lalu kembali dengan secangkir teh blackcurrant kesukaannya.


"Bukankah itu teh yang ibu bawakan beberapa bulan yang lalu?" Bu Jasmin mencoba menanyakan sesuatu yang ingin ia tau kepada Faruq sembari menyodorkan mug besar yang ia bawa.


"Iya bu......" Faruq tersenyum senang mendapatkan secangkir teh yang sudah lama tak pernah ia nikmati itu.


Biasanya bu Jasmin akan menyiapkan teh blackcurrant panas saat Faruq pulang dari bekerjannya, sebelum ia membersihkan diri. Sudah sangat lama ia tak melakukan rutinitas itu. Rindu rasanya.


"Kenapa masih belum di buka?? Apa kamu sudah tak menyukainya?" Tanya bu Jasmin sedikit curiga.


"Aku menyukainya bu, hanya saja..... Aku tak suka jika orang lain yang membuatkannya untukku." jelas Faruq tersenyum manis menatap ibunya yang masih berdiri mematung di tempatnya.


Ia tak mengira jika anaknya pandai untuk mengambil hati ibunya yang sudah berusia lanjut, ia cukup trenyuh mendengar jawaban anak lelakinya yang telah dewasa.


................


"Mr.Leon....... Saya mendapatkan informasi, jika perusahaan AZK Corp sekarang telah berganti kepemimpinan. Juga beredar video jika nona Ghea Morgan meminta maaf atas kesalahannya yang dengan sengaja telah merebut tahta tuan Roy sebagai pemilik sah perusahaan."


Leon yang sedang duduk di sofa ruang tamu membelalakkan mata birunya. Dengan kasar ia letakkan cawan berisi coffe ke atas meja.


"Jangan bercanda kamu Jack. Ini tidak lucu sama sekali."


Nampak sekali ada raut kekhawatiran yang terukir jelas di wajahnya yang tegas.


"Darimana kamu mendapatkan informasi itu?"

__ADS_1


Leon langsung menodongkan pertanyaan sebelum asistennya menjawab ucapan Leon.


"Kabar itu menyebar begitu saja di sosial media, dan juga masuk trending berita di Indonesia." Jelas Jack sembari menyodorkan remote televisi pada tuannya.


Leon menerima remote itu dengan gelisah. Memencet tombol ON yang ada di sana. Lalu mencari chanel televisi yang menyiarkan berita di Jakarta.


Matanya membelalak ketika tiba-tiba muncul wajah Ghea di dalam layar besar itu. Wajah cantik yang selalu ia dambakan telah berhiaskan air mata yang sebagian telah mengering.


Mulut Leon menganga, memikirkan segala hal tentang Ghea yang tiba-tiba saja memenuhi otaknya.


"Apa ini....??? Apa maksudnya ini???" Leon mengernyitkan dahi, berfikir keras tentang suatu hal yang memporak porandakan pemikirannya selama ini.


"Apa mungkin jika Ghea hanya seorang penjahat???" Gumam Leon sembari menatap kosong pemandangan di sekelilingnya.


"Entahlah tuan, aku tak tau apapun tentang nona Ghea. Tapi nona Ghea sendiri menyandang nama Morgan seperti pak Morgan sendiri, juga kakak Ghea juga menyandang nama belakang yang sama." Jelas Jack menjabarkan apa yang ada di dalam otaknya.


Leon menganggukkan kepalanya berkali-kali, menandakan ia faham dengan ucapan yang baru saja jack sampaikan.


"Bisa kamu cari orang untuk mencari tau tentang nama itu?? Itu nama asli atau hanya nama ubahan." Pinta Leon yang langsung mendapat persetujuan dari asistennya.


"Baik tuan." Jawab Jack yang langsung menarik diri dari hadapan Leon.


"Mana mungkin jika Ghea berbohong dengan semua ini. Hal yang sangat tak lumrah." Gumam Leon merasa janggal dengan ini.


Ia raih ponsel miliknya, menelfon Jack yang baru beberpa menit yang lalu keluar dari halaman rumah Leon.


"Jack..... Siapkan juga tiket dan hotel di Jakarta, aku harus pergi kesana untuk mengetahui kebohongan yang sebenarnya. Siapkan juga naskah kerjasama antara perusahaan kita dengan AZK Corp!"


"Baik tuan!" Jawab Jack.


Lalu panggilanpun berakhir.


......................


"Faruq....." Selly terpekik melihat seorang lelaki yang ia kenal berdiri di hadapannya secara tiba-tiba.


"Kenapa kau begitu terkejut melihatku??" Tanya Faruq dengan nada bercanda.


Dengan santainya Faruq mendudukan diri di kursi kosong, satu meja dengan Selly. Wanita yang sedang asyik berselancar di sosial media itu memutarkan bola matanya, ingin segera enyah dari tempatnya berada.

__ADS_1


"Ada apa???" Tanya Selly acuh sambil meraih gelas tinggi di hadapannya. Mengalirkan cairan kental itu ke dalam kerongkongan.


"Aku dengar, kamu yang terakhir terakhir ini di kabarkan dekat dengan Ghea. Apa betul begitu?" Faruq bertanya santai bagaikan seorang polisi dalam kasus penyelidikan.


Selly menganggukan kepalanya dengan sedikit ragu. Entahlah, ia merasa bingung harus berkata jujur atau tidak kepada lelaki di hadapannya itu.


"Katakan apa saja yang kamu ketahui tentang dia!" Faruq meraih sebuah martabak dan segera melahapnya.


"Aku...... Ghea itu....... Kenapa pula kamu masih bertanya tentang Ghea, sedangkan kamu kan sudah menikah dengan Alexa. Ghea juga akan menikah dengan Mr.Leon." ucap Selly panjang lebar, merasa sebal dengan status Faruq yang telah berkeluarga.


"Leon.....???" Faruq mengernyitkan dahinya.


Ia letakkan potongan martabak yang belum selesai ia makan di atas piring kecil yang tergeletak di sana.


"Kita bahas ini pelan-pelan." Faruq merentangkan jari jemarinya agar wanita di hadapannya itu tak menyela ucapannya.


"Leon? Akan bersama Ghea?" Tanya Faruq penasaran.


Selly menjawab dengan anggukan.


"Bu.... Bukankah Ghea masih mencintai aku?" Terlihat sekali kepanikan di wajah Faruq, namun sedetik kemudian ekspresi itu hilang ketika Selly menganggukkan kepalanya.


"La.... Lalu???" namun kebingungan Faruq belum juga berakhir. Ia begitu penasaran dengan penjelasan Selly.


"Ghea itu tak pantas denganmu Fa.... Kamu kan sudah punya Alexa." Sentak Selly merasa tak terima dengan sikap Faruq yang terkesan rakus dalam mendapatkan perempuan.


"Hanya karena itu???" Faruq terkekeh.


"Aku akan menceraikannya segera jika sudah mendapat waktu yang tepat." jawabnya mantap.


"Tidak semudah itu Fa....." Selly membulatkan bola matanya. Senyum acuh ia sunggingkan di sudut bibir.


"Kamu memperlakukan perempuan layaknya suatu barang, ketika sudah bosan semudah itu kau hempaskan" Selly membuang pandangan ke arah meja kosong di sebelahnya.


"Lagian.... Aku lebih setuju kalo Ghea dengan Leon..... Kamu mah nggak ada apa-apanya Fa....." Selly tersenyum penuh ejekan.


"Kamu jangan gitu donk Sell..... Kan kita dah kenal lama nih..... Masa kamu tak mau merestui hubungan kami???"


Selly hanya terdiam mendengar penjelasan Faruq.

__ADS_1


__ADS_2