
"Kenapa bisa sampai seperti itu?" Tanyanya lagi.
"Tidak apa-apa" Jawab Ghea singkat.
"Pasti Alexa yah???"
"Sok tau..... Dari dulu masih sama aja kamu" Ejek Ghea memonyongkan bibirnya.
"Lah memang aku tau....." ucap Faruq tak mau kalah. Faruq berusaha mengakrabkan diri setelah waktu memberikan sekat di antara mereka.
Keduanya tersenyum mengingat keakraban mereka pada waktu yang lalu. Dua tahun terasa sangat lama bagi keduanya sampai mereka merasa asing dengan pertemuan pagi itu.
"Kamu tidak kerja???" Tanya Ghea mencoba berinteraksi.
"Aku ingin menemuimu Ghe...... Bertemu denganmu sebagai Ghea yang aku kenal dahulu bukan sebagai Ana" jawab Faruq memandang wajah Ghea yang masih fokus dengan pemandangan di hadapannya.
Sejenak Ghea tertegun mendengar nama ANA. Ternyata dugaannya memang benar, jika Faruq sudah tau identitasnya sebagai Ana. Wanita berambut pirang itu tersenyum simpul.
"Tapi semua sudah berbeda Fa...... Akan ada yang terluka jika dia tau kamu disini" Ucap Ghea menampakkan wajah datar.
"Aku yakin kamu sudah tau semuanya..... Aku tak perlu menjelaskannya lagi bukan" Faruq tersenyum, membalas pandangan Ghea.
Ghea buru-buru mengalihkan pandangan sendunya ke arah pohon cemara yang berdiri tegak di pinggiran anak sungai.
Entah mengapa tatapan Faruq yang teduh itu begitu memporak porandakan hatinya dengan begitu brutal, Ghea akan kewalahan mengontrol dirinya lagi.
"Tetap saja akan berbeda sekarang Fa..... Lupakan aku.... mungkin itu yang terbaik" Matanya memerah seketika.
"Tidak akan Ghe.... Aku masih milikmu" ucap Faruq serius, namun Ghea hanya tesenyum masam, tak mengindahkan ucapan Faruq sama sekali.
Masih terlintas jelas di ingatan Ghea bagaimana Faruq mencium Alexa di depannya kala itu. Rasa cemburu dan amarah masih melekat kuat dalam hati Ghea.
................
Suara riuh para tamu saling bertegur sapa dan juga piring yang beradu dengan alat makan yang lain menambah sesak ruangan yang di penuhi banyak tamu undangan di acara peresmian sebuah perusahaan.
Ghea menolehkan pandangan ke kanan dan kiri dengan sebuah gelas kecil berkaki di tangan kanannya.
__ADS_1
"Hay Ghe....." Sapa seorang wanita dengan dress coklat menghampirinya. Senyuman penuh ia lempar ke arah Ghea.
"Aku sudah tau siapa sebenarnya kau ini" Bisiknya di telinga Ghea dan sukses membuatnya membelalak tidak percaya.
"Apa maksudmu?" Tanya Ghea menatap Tatik dengan begitu serius, namun wanita itu hanya tersenyum manja sembari menggandeng tangan Ghea berjalan menyusuri kerumunan orang yang berdiri tak beraturan.
"Hey tunggu..... Apa maksudmu, apa teman-teman tau?" Tanya Ghea mencoba menahan tubuhnya agar tak terbawa Tatik.
"Aku tau siapa kau sebenarnya, aku belum mengatakannya pada semuanya. makanya aku akan memperkenalkanmu pada mereka. ayo!!!" Ucap Tatik kembali menarik lengan Ghea mendekat ke arah segerombolan wanita yang sedang asyik bercakap di sebuah meja bundar disana.
"Teman-teman..... Ini adalah Ghea" Ucap Tatik menunjuk Ghea yang berdiri tepat di sampingnya. Semua mata tertuju pada Ghea tanpa terkecuali, begitu juga Alexa yang nampak sedang tertawa dengan rekan yang lain.
Ghea melihat sekilas ke arah gerombolan wanita itu, nampak Alexa duduk di antara mereka.
Ghea menarik lengan Tatik dan menggenggamnya dengan keras memberikan isyarat dengan kedipan kedua matanya.
"Dia adalah.........." ucapan Tatik terhenti seketika ketika melihat kode yang Ghea berikan. Senyumnya menjadi masam seketika. Matanya mulai sibuk beredar kekanan dan kekiri mencari kata untuk meneruskan kalimatnya.
"Dia adalah.... Teman dekatku di universitas dulu" lanjutnya dengan intonasi yang kaku.
Alexa hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Tatik yang terdengar konyol. Ia nikmati lagi es vanilla yang tersaji di hadapannya.
Sedangkan wanita itu hanya nyengir kuda menanggapi ucapan kawannya, baginya kawannya sekarang tak penting, Ghea lebih penting karena statusnya yang jauh di atas mereka semua.
Ghea merasa lega mendengar ucapan Tatik yang mau menyembunyikan identitasnya, ia kemudian tersenyum menatap satu persatu di antara mereka.
"Aku dulu juga mengenalnya..... tapi cuma sebentar, karena dia pindah ke Jakarta" ucap Alexa acuh tanpa menatap Ghea sedikitpun.
Ghea sedikit terkejut mendengar penuturan Alexa, ia begitu terang-terangan menghapus persahabatan mereka yang sudah di jalin selama 5 tahun di kampus sampai sekarang.
"Kamu Alexa kan?....." Tanya Ghea yang memilih untuk mengikuti alur permainan yang Alexa ciptakan.
Alexa termangu, ia kira Ghea akan membantah dan mulai berkowar tentang persahabatan mereka. Ia sudah mempersiapkan strategi untuk itu, Namun dugaannya melenceng jauh dari yang ia duga.
"Apa Ghea sudah mengetahui semuanya?" Batin Alexa memandang Ghea dengan tatapan penuh selidik. Sedangkan Ghea hanya tersenyum manis ke arah Alexa seakan menjatuhkan berton-ton beban yang menindih mental Alexa sampai ia kehabisan nafas.
"Iya....." Jawab Alexa singkat, melemparkan pandangannya ke arah lain dengan begitu sombong.
__ADS_1
"Duduklah!!! Duduklah Ghea....." Tatik mempersilahkan Ghea untuk duduk di bangku miliknya, terlihat jelas Tatik begitu menghormati Ghea.
"Kenapa kamu memberikan kursimu kepadanya Tik.....??" Tanya Alexa yang merasa tak nyaman dengan pemandangan yang tersuguh di hadapannya.
"Ta apa Alexa..... Kita kan harus menghormati teman baru kita" Jawab Tatik dengan begitu halus dan luwes.
Alexa hanya bisa berdecak kesal mendengar jawaban Tatik yang terdengar begitu berbeda dari biasanya.
"Alexa benar Tatik,,,, Aku tak pantas merebut kursi orang lain.... Kamu harus menjaga kursimu dengan sekuat tenaga, jangan sampai ada orang lain yang merebutnya darimu. Hancurkan orang itu jika dia mencuri kursi milikmu. Jangan sampai kamu harus kehilangan kursi dan menonton orang itu duduk nyaman disana sedangkan kakimu pegal menopang tubuhmu sendiri" Ucap Ghea panjang lebar.
Tatik yang tak tau apa-apa hanya menganggukakan kepalanya sembari tersenyum.
"Lalu kau mau kemana?" Tanya Tatik.
"Aku sudah di tunggu Selly di meja VIP" ucap Ghea tersenyum manis.
"Selly....??? Bagaimana bisa dia di meja VIP?" Tanya Tatik penasaran. Teman lainpun merasa penasaran dengan itu. Selly sudah kena PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja sebulan yang lalu, dan sejak saat itu mereka tak pernah bertemu dengannya lagi di pertemuan kelompok.
"Dia di undang secara khusus katanya" Jawab Ghea singkat.
"Aku pergi dulu ya" Lanjutnya.
Kemudian ia langkahkan kakinya menjauh dari kerumunan orang yang sebenarnya tak ingin ia akrabi.
"Ciih....." Decak Alexa lagi merasa kesal mendengar ucapan Ghea yang begitu menohok perasaannya.
......................
"Alexa......"
Wanita yang sedang menikmati rehatnya di sofa ruang tengah mendongak melihat lelaki tampan yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ada apa Fa....??"
Alexa bangkit dari pembaringannya, duduk dan merapikan rambutnya yang berantakan. Tidak biasanya lelaki itu memanggilnya dan berkata dengan mimik yang begitu serius.
Faruq mendongokkan kepalanya, memasukkan kedua telapak tangan pada saku celana. Menarik nafas kuat dan menghembuskannya seketika.
__ADS_1
"Ada yang harus aku sampaikan kepadamu"