Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 22


__ADS_3

"Benarkah itu Ghea.... Sungguh" Batin Faruq dengan perasaan yang tak menentu.


"Faruq....." Lirih Alexa yang tiba-tiba sudah menyusul Faruq, tangannya mencengkeram erat lengan baju Faruq. Dengan sedikit acuh Faruq melepaskan genggaman tangan Alexa dan mulai melangkah ke arah wanita itu.


"Kamu......" Ucap Faruq menggantungkan kata-katanya.


Ghea menolehkan pandangannya, Seketika ia merasakan dunia yang terasa berhenti. Jantungnya hampir saja terpental dari tempatnya.


"Fa....." Lirih sekali ucapan Ghea sampai hampir tak terdengar. Tubuhnya lemas seketika, Bahkan ia hampir saja menjatuhkan spatula di tangannya.


"Apa yang kamu masak?" Tanya Faruq pada akhirnya setelah melihat itu adalah wanita lain, bukan Ghea.


Seketika kekhawatiran Ghea musnah, ia yakin jika Faruq juga tak mengenali Ghea dalam penyamarannya.


"Nona Alexa meminta saya untuk memasak menu ini" ucap Ghea dengan suara yang sedikit ia samarkan.


Faruq menatap Alexa yang hanya bisa menunduk lesu karena rencana memikat Faruq dengan masakan menjadi hancur berantakan.


"Boleh aku mencicipi masakanmu?" Tanya Faruq mendekat ke arah Ghea.


"Silahkan..." Jawab Ghea sopan.


Tanpa ragu Faruq pun mencicipi masakan yang masih ada di atas kompor meski sudah matang.


Faruq mengambil sebagian kecil ayam untuk ia masukan ke dalam mulutnya, tak ada ekspresi apapun. Kemudian Faruq mencicipi sambal goreng milik Ghea. Lelaki itu pun masih tak berkomentar.


"Apa yang tempo hari ku makan itu masakan dia?" Tanya Faruq kepada Alexa.


Wanita dengan mata sipit itu mengangguk. Faruq menghela nafas perlahan. Ia tak mengira jika Alexa akan bertindak seperti itu hanya demi meminta perhatiannya.


Tanpa berkata apapun Faruq pergi menuju kamarnya, meninggalkan kedua wanita yang masih termangu pada tempatnya berdiri.


"Siapa wanita itu??? Dia bukan wanita yang kemarin" Faruq terus berfikir, mencoba menebak wanita yang ia kira adalah Ghea, tapi nyatanya bukan.


"Kenapa dengan mukanya itu?" Fikiran Faruq malah tertuju pada bekas luka di sebagian wajah wanita yang belum ia ketahui latar belakangnya, juga kedudukan yang di rumah Faruq.


Dari pakaian yang di kenakan jelas sekali jika dia seorang cleaning servis di rumahnya, tapi jika ia memasak berarti ia koki.


"Apa perusahaan cleaning servis itu sekarang sudah menyediakan jasa koki juga?" Tebak Faruq konyol.

__ADS_1


Lelaki yang telah lelah dengan pekerjaan kantornya itu hanya bisa mengerutkan keningnya berkali kali saat ia tak menemukan jawaban yang tepat atas tanda tanya besar di dalam kepalanya.


Faruq mendudukkan tubuhnya di tepi pembaringan, dagunya ia sangga dengan salah satu telapak tangannya.


"Tatapan mata itu...." Faruq merasa pernah melihat sorot mata seperti itu sebelumnya, sorot mata yang menggambarkan kerinduan yang teramat dalam.


"Siapa sebenarnya dia?" Lagi-lagi lelaki dengan alis tebal itu mengerutkan dahinya. Rasa penasaran itu sungguh sudah sangat mengganggu fikirannya.


Keesokan harinya, Saat Ghea usai dengan penyamarannya. Ia berjalan menyusuri terotoar menuju hotel tempat ia menginap.


Hari ini ia berhasil mengajak temannya untuk masuk dan mengecek laptop Alexa, tapi mereka tak menemukan apapun disana.


"Dimana Alexa menyimpan bukti kecurangannya itu" Ghea memonyongkan bibirnya, mencoba mencari tau dimana Alexa menyembunyikan dokumen tentang email itu, karna Ghea merasa yakin jika itu adalah perbuatan Alexa.


Saat sedang sibuk dengan lamunannya, tiba-tiba Ghea di kejutkan dengan seorang pria yang tiba-tiba menarik tubuh Ghea, mendorongnya sampai ia tersandar di tembok trotoar. Lelaki itu bahkan menutup mulut Ghea dengan telapak tangannya yang terasa begitu lebar.


"Apa ini.... Apa yang akan terjadi?" fikiran Ghea teramat kalut kala itu. Tubuh mungilnya benar-benar tak berdaya dalam himpitan lelaki gagah di hadapannya.


"Siapa kamu?" Suara yang sangat Ghea kenal.


Matanya yang mulai berlinang air mata ia dongakkan ke arah lelaki itu, melihat siapa kira-kira yang berani mencegatnya seperti ini.


Ghea hanya berani menatapnya sedetik, lalu ia menundukkan pandangannya.


"Jangan berteriak, aku tak akan berbuat jahat padamu" ucap Faruq sambil melepas telapak tangan dari mulut Ghea.


"Aku seperti telah mengenalmu sebelum ini??? Apa kau mengenalku?" Tanya Faruq yang masih memagari tubuh Ghea dengan tubuh kekarnya.


Jantung Ghea berdetak sangat kencang kala itu, apakah ia akan ketahuan. Hanya itu yang ada di fikiran Ghea. Tatapannya ia jatuhkan pada sepatu hitam yang Faruq kenakan.


Ghea menggeleng pelan untuk menanggapi pertanyaan Faruq, namun kemudian,


"Anda Tuan Faruq, suami dari nona Alexa yang menyewa jasa Cleaning kami" Jawab Ghea dengan santai.


"Cih...." Faruq tertawa kecil, ia tak menyangka jika wanita di hadapannya masih bisa melawak di saat ia sedang berada dalam situasi yang harusnya menekan nyalinya.


"Ya.... Tentu saja" Jawab Faruq enteng.


"Apa kamu mengenal Ghea?" Tanya Faruq menatap Ghea dengan mata tajamnya.

__ADS_1


"Sebaiknya kau katakan yang sebenarnya, atau aku akan memberikan hukuman yang pantas kau terima karena sudah membohongiku" Ancam Faruq sambil mencengkeram erat pundak Ghea.


Ghea merasa berada di situasi yang berbeda sekarang, ia seakan tidak mengenal lelaki di hadapannya, sikap yang ia tunjukkan sangat berbeda dengan Faruq yang ia kenal. Apakah ia sudah berubah? Atau memang seperti ini sikapnya kepada orang selain Ghea.


"A.... Aku.... Aku tak mengenal siapa itu Ghea" Jawab Ghea pelan, pandangannya masih saja ia fokuskan pada sepatu yang Faruq kenakan.


"Ghea....."


"Emmbbb" Reflek saja Ghea menjawab panggilan Faruq, karena itu memang namanya.


Faruq tertegun.


"Eemmmbbbb Memangnya siapa Ghea?? Sampai-sampai nona Alexa dan anda terlihat begitu mempedulikan orang itu?" Lanjut Ghea dengan begitu gugup, ia sangat takut kala itu. Takut jika Faruq mengetahui semua sandiwara yang telah ia buat.


"Yaaa..... Dia begitu penting untuk kami" Faruq terdiam sejenak.


"Bisa kau buktikan jika kau bukan Ghea!!" Pinta Faruq.


"Tatap mata aku..!!!"


Seketika Ghea membulatkan kedua bola matanya, ia tak mungkin sanggup menatap lelaki yang sebenarnya sangat ia rindukan.


"Bagaimana ini???" Ghea mulai khawatir dengan dirinya.


"Ta... Tapi...." Ghea tergagap, ia bingung harus menjawab apa atas permintaan Faruq barusan.


"Tapi anda atasan saya, mana boleh saya begitu" Jawab Ghea yang langsung menemukan alasan tepat untuk menanggapi permintaan Faruq.


"Aku yang memintanya" Ucap Faruq dengan suara geram sembari mengangkat dagu Ghea dengan tangan kanannya.


Sedetik tatapan mereka bertemu pada satu titik yang sama. Ada perasaan rindu yang berdesir di antara keduanya.


Ghea buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.


TOLONG....TOLONG....." teriak Ghea seketika.


"Kau ini....." ucap Faruq kesal.


Dengan gugupnya Faruq melepaskan tangannya dari dagu Ghea dan menjauh darinya.

__ADS_1


Ghea yang mendapat kesempatan untuk lolos, segera lari ke arah lain yang berlawanan dengan Faruq.


__ADS_2