
"Benar..... Mata dan feelingku memang tak pernah salah" Gumam Faruq sambil memainkan gelas berkaki panjang di tangannya.
Ghea yang terlihat sangat cantik dengan dress panjang yang ia kenakan, membuat Faruq merasa cemburu tatkala melihat wanita yang ia cintai berdiri di samping lelaki lain. Belum lagi pakaian mereka yang terlihat sangat serasi.
"Keparat itu....." Geram Faruq menatap tajam ke arah Leon yang berdiri di panggung dengan senyum lebar penuh kebahagiaan.
Gheapun terlihat sangat bahagia di lihat dari mata Faruq, namun kenyataannya sungguh berbeda. Ghea hanya sekedar membantu Leon kala itu. Ia sendiri merasa tak nyaman berada di atas panggung bersama dengan seseorang yang tidak seharusnya.
Ghea merasa sedang melakukan pertunjukan drama di panggung orang lain dengan dia sebagai pemeran utamanya. Baru kali ini Ghea berada di posisi yang tidak ia inginkan, menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi dia sedang melakukan kebohongan sekarang ini tentu itu akan menjadi momen yang sulit untuk ai lupakan.
Senyum tipis Ghea sunggingkan ketika tangannya mendapat genggaman lembut dari tangan Leon yang berdiri di sampingnya. Iya lirik lelaki dengan tubuh tegap itu, dan Ghea mendapatkan senyuman manis dari Leon.
"Ah.... Memang tampan lelaki ini" Gumam Ghea sambil tersipu. Badan tinggi dan kekar seperti seorang atlet juga rambut yang terpotong rapi, tatapan mata yang dalam dan penuh kehangatan, juga senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya yang sudah rupawan. Semua wanita pasti akan mengakui ketampanan Leon.
Tapi entah mengapa wajah tampan senyuman manis dan juga sikap yang baik tak membuat hati Ghea bergetar saat berdiri di sampingnya. Semua itu terasa hambar di hati Ghea yang memang sudah terbutakan oleh cintanya kepada Faruq.
"Bagaimana jika ada gosip yang beredar tentang kita?" Tanya Ghea setengah berbisik kepada Leon.
Meski bagaimanapun ia takut jika Faruq mengetahui sandiwara yang ia buat bersama Leon.
"Biarkan saja..... Aku akan segera menangani mereka jika ada yang menyimpang" Jawab Leon masih dengan senyuman manisnya.
"Cih....." Faruq yang menatap mereka dari ujung ruangan hanya bisa mendengus kesal, ia lipat kedua tangannya di depan perut. Suasana yang seharusnya indah dan menyenangkan, seketika menjadi getir di ulu hati lelaki dengan netra coklat tua itu.
"Apa sebenarnya yang mereka bicarakan.... kenapa mereka terlihat sangat serius" Keluh Faruq yang merasa sebal. Berkali-kali mengepalkan tinjunya, berjalan kesana dan kemari tak bertujuan sambil memperhatikan kedua orang yang telah mencuri pandangannya sejak pertama kali pesta di mulai.
__ADS_1
Dari kejauhan nampak seorang wanita muda nan cantik berjalan mendekat ke arah Leon dan juga Ghea.
Bola matanya yang berwarna biru melotot ketika melihat tangan Leon menggenggam tangan Ghea. Pandangan tajam ia hunuskan kepada pemilik tangan itu.
Melihat sesuatu yang berbau mesiu membuat Ghea melepas genggaman Leon dan memundurkan kaki selangkah ke belakang Leon. Ia siap menjadikan Leon tameng untuk melindunginya, toh semua ini juga ulah Leon.
"Siapa wanita ini?" Tanya wanita itu tiba-tiba sambil menatap Ghea dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mata birunya melotot tajam seakan hendak meloloskan diri dari tempatnya berdiam.
"Kenapa memangnya?" Tanya Leon acuh.
Leon meraih pergelangan tangan Ghea lagi. Namun Ghea mengerlingkan matanya, memberi kode untuk Leon agar menyelesaikan masalahnya dahulu. Lelaki berhidung mancung itu tersenyum ke arah Ghea, faham dengan kode yang di berikan Ghea.
"Aku kan..... Aku kan masih tunanganmu" Wanita itu merajuk manja di depan Leon.Wanita dengan dress merah bunga bunga itu meraih pergelangan tangan Leon. Namun Leon menepisnya dengan jijik. Seketika genangan air mata mulai menghias netra birunya.
"Ciih..... Tidak lagi, setelah semua pengkhianatanmu......" Leon masih menggantung kata-katanya.
Wanita itu nampak pucat pasi Mendengar jawaban Leon, ia takut kehilangan Leon dan semua kekayaan yang sudah ada di depan matanya.
"Apa maksudmu sayang?" Wanita itu masih asyik mendalami perannya, ia tak ingin semua yang ia rencanakan hancur berantakan hanya karena satu hal. Ia berusaha menyanggahnya.
"Sudahlah..... Jangan berlagak lupa. Aku. memergokimu tempo hari bersama lelaki lain. Dan aku sudah menyelidiki semuanya" Bentak Leon yang sudah terlanjur emosi.
"Tidak..... Kamu pasti mengarang ini semua untuk bisa bersama dengan wanita pelakor ini kan?" Wanita itu menunjuk Ghea sebagai domba hitam untuk masalahnya. Air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata seketika tumpah tak terbendung lagi.
"Jangan membuat gosip baru hanya untuk menutupi semua kesalahanmu.... Aku akan menghukummu lebih kejam jika kau melakukan itu" Geram Leon menatap tajam ke arah wanita di hadapnanya.
__ADS_1
"Tapi aku..... Aku mencintaimu Leon" Jawab wanita itu nampak serius, ia berusaha meraih tangan Leon yang seketika di tepisnya lagi.
"Kau mengatakan cinta setelah semua hal ini terjadi?" Leon tersenyum kecut.
Ghea yang berdiri di samping Leon hanya bisa termangu menyaksikan pertengkaran keduanya yang seperti sebuah drama ftv.
"Pergi sekarang atau ku panggilkan satpam??" Bentak Leon dengan kedua bola mata yang membulat.
"Ta.... Tapi....." Kata negosiasi itu memang tak bisa terelakan dan seperti drama ftv pada umumnya, kata-kata itu tak bisa merubah apapun, Leon tetap diam dan acuh, tak memprdulikannya sama sekali.
Merasa tak di gubris sedikitpun oleh tunangannya membuat wanita itu berkecil hati dan mengubur impiannya seketika.
Dengan sedikit kesal wanita itu beringsut dari hadapan Leon sambil menatap Ghea dengan tatapan penuh permusuhan, kemudian wanita itu hilang dalam kerumun orang yang sedang berpesta.
Setelah wanita itu pergi Leon mendekat ke arah Ghea yang masih terpaku di tempatnya.
"Terimakasih ya..... Aku puas sekali kamu bisa berada di sini bersamaku, setidaknya hal ini bisa menyelamatkan harga diriku di depan wanita penghianat seperti dia" ucap Leon memegang kedua telapak tangan Ghea.
"Tidak masalah....." Jawab Ghea sambil melepaskan tangannya dari genggaman Leon.
Sementara di tempat lain nampak seorang wanita yang terkulai lemas di atas ranjang mewah berwarna putih cerah.
Seorang lelaki bertubuh besar membopongnya beberapa menit yang lalu, menidurkannya di atas ranjang empuk nan luas.
Seorang lelaki dengan sigap menindih wanita itu dan mendaratkan bertubi-tubi ciuman di pipi dan leher, tangannya meremas kedua puncak indah milik wanita itu.
__ADS_1
"Aahh..... Faruq....." Desah wanita itu yang nampak menikmati permainan sang lelaki.
Tak butuh waktu lama untuk lelaki itu bisa membuka helai demi helai pakaian yang Alexa kenakan. Tubuh indah nan sexy itu terekspos dengan sempurna di hadapan lelaki itu.