Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 06


__ADS_3

"Bagaimana ini....." gumam Ghea dengan gelisah.


Setelah sampai di ruang tamu, Alexa buru-buru mencengkeram kedua pundak Ghea dengan tangannya. Ghea seakan merasa jantungnya seperti mau terpental keluar saat itu.


"Kamu tau nggak...... Suamiku suka banget sama masakan kamu" ucap Alexa sambil memeluk tubuh Ghea.


Ghea merasa lega setelah mendengar ucapan Alexa yang berkata demikian.


"Terimakasih..... Aku senang sekali...." pekik sambil menggoyangkan tubuh Ghea dengan cepat karena saking senangnya.


Namun saking kuatnya tubuh Ghea terguncang, sampai-sampai topi di kepalanya terlepas begitu saja. Nampaklah wajah Ghea di hadapan Alexa.


Seketika Ghea panik dan langsung menundukkan kepalanya.


Tanpa di sadari Alexa mengangkat muka Ghea ke arahnya. Alexa memperhatikan Ghea dengan begitu intens. Mau tak mau Ghea pun memandang Alexa, ini pertama kalinya ia bertatapan langsung dengan Alexa setelah mereka berpisah selepas kuliah dulu.


"Wajah kamu kenapa???" Tanya Alexa dengan raut muka sedih.


Ghea buru-buru menundukkan kepalanya dan meraih topinya yang terjatuh.


"Maaf....." ucap Ghea sambil mengenakan topinya kembali.


"Aku yang minta maaf, aku terlalu gembira sampai mengguncangmu terlalu keras" ucap Alexa merasa bersalah.


Ghea hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Alexa.


Baru saja lepas dari kepanikan beberapa detik lalu, Ghea langsung di timpa dengan kepanikan lain yang lebih serius.


Untung saja ahli make up yang ia custom telah berhasil membuat muka Ghea berubah seratus delapan puluh derajat. Meski Ghea harus merasa sedikit risih dengan make up luka di sebagian mukanya.


"Dari mana kamu mendapatkan luka itu???" Tanya Alexa sambil memandang Ghea penuh iba.


"Eemmmbbb..... Saya pernah terkena luka bakar, jadi sebagian wajah saya seperti ini" Jawab Ghea dengan sedikit was-was.


"Apa kamu tidak mencoba untuk memperbaiki wajahmu?"


"Saya belum mendapatkan uang lebih untuk melakukan itu" Jawab Ghea lagi.

__ADS_1


Ia kini merasa sedikit tenang, karena Alexa tidak menyadari jika dirinya adalah Ghea. Sahabat karib yang telah ia khianati.


......................


Hari masih cukup pagi ketika Alexa bersiap pergi ke sebuah acara pertemuan.


"Aku ikut kamu ya.... Tempatnya deket sama kantor kamu" ujar Alexa dengan riang saat melihat Faruq yang sudah menenteng tas kerja dari dalam kamar.


Namun Faruq tak mengindahkan ucapan Alexa sama sekali. Dengan santai ia berjalan begitu saja ke arah pintu tanpa menoleh sedikitpun ke arah Alexa.


"Sampai kapan kamu akan mengacuhkan aku seperti ini Faruq?" keluh Alexa sambil memandang suaminya yang keluar rumah tanpa mempedulikan Alexa yang sudah berdiri di depan pintu.


Faruq memang selalu berangkat sendiri meskipun ia tau jika istrinya ada acara di luar juga. Ia enggan untuk berangkat bersama Alexa, ia merasa malas untuk terlalu dekat dengan seorang wanita yang sebenarnya tidak ingin ia nikahi.


"Huffttt......" Alexa hanya bisa mendengus kesal sambil mengorek isi tasnya dan mengeluarkan ponsel miliknya.


Mau tidak mau ia harus datang ke acara pertemuan itu dengan taxi. Padahal ia sudah berkata kepada para temannya jika ia akan mengenalkan suaminya kepada mereka.


Sekarang Alexa bingung harus berkata apa kepada para temannya, ia tak punya alasan lagi. Ini sudah kesekian kalinya Alexa berkata akan mengenalkan suaminya, tapi ia selalu gagal membujuk Faruq agar mau pergi bersamanya atau sekedar mengantarnya.


"Kenapa sampai sekarang dia tidak menerimaku yah????" Alexa mulai menebak tentang apa yang salah dengan dirinya.


Alexa yang merasa setengah hati menghadiri pertemuan hanya tersenyum simpul sesaat. Kemudian dengan sedikit gugup berjalan ke arah beberapa orang wanita yang nampak sedang asyik berbincang.


Alexa tau jika sebentar lagi ia akan menjadi bahan ejekan kawan kawannya karena tidak jadi memperkenalkan suaminya kepada mereka.


Alexa meremas tali tas selempang yang ia pakai. Berusaha terlihat kuat meski mentalnya sudah di ambang batas.


"Hai.....!!"Sapa Alexa ramah sambil tersenyum manis.


Yang lain menjawab sapaan Alexa, hanya Selly yang terdiam dan tak menggubris kedatangan temannya itu.


Pandangan Selly kepada Alexa sudah berubah sekarang, setelah ia tau kenyataan buruk yang Alexa perbuat.


"Hay Sell..... Kamu sudah balik yah...." Sapa Alexa basa basi sambil tersenyum kepadanya. Selly memang memberi tahu Alexa ketika ia ada perjalanan bisnis kemarin.


Biasanya Selly akan menjawab pertanyaan Alexa dengan gembira, selama beberapa tahun ini memang mereka terlihat lebih akrab dari pada dengan kawan yang lain.

__ADS_1


"Iya...." Hanya jawaban singkat itu yang terlontar dari mulut Selly. Bahkan ia tak memandang Alexa sama sekali.


Seketika Alexa terbengong dengan jawaban Selly yang terdengar datar. Alexa berfikir jika ia telah melakukan kesalahan kepada Selly dan membuatnya marah.


Mendapatkan jawaban singkat itu saja sudah membuat nyali Alexa menciut, ia masih berharap teman-temannya tidak mengingat tentang perkenalan suami Alexa.


Alexa duduk di bangku yang masih kosong, tepat di sebelah kanan Selly. Teman-teman yang lain memang sengaja mengosongkan bangku di sebelah Selly, karena biasanya Alexa selalu duduk di dekat Selly.


"Eh.... Aku tukeran duduk situ dong!!! Panas banget nih" pinta Selly kepada salah satu temannya yang duduk di ujung meja.


Sontak ucapan Selly membuat semuanya terbengong. Jelas saja, cafe itu sudah menggunakan AC untuk mendinginkan ruangan, dan mereka merasa jika di sana cukup sejuk. Mereka merasa jika Selly sedang menghindari Alexa. Untung saja salah satu temannya mau mengalah dan bertukar tempat dengan Selly.


Alexa yang sudah menyadari lebih dulu perubahan Selly hanya diam dan enggan untuk berkomentar. Ia takut perkataannya akan menjadi cambuk untuk dirinya sendiri.


"Kamu kenapa sih Sell? Biasanya kamu sama Alexa paling klop" tanya seorang teman dengan nada bercanda.


Selly hanya memonyongkan bibirnya dengan sebal. Alexa yang melihat itu meremas ujung selempangnya.


"Oh aku tau...... Pasti kamu kesal karena Alexa tidak membawa suaminya yah???" Canda seorang wanita yang duduk tepat di sisi Selly.


Seketika seisi meja tertawa.


"Oh ya kenapa kamu tidak bersama suami kamu?" Tanya wanita itu lagi.


Alexa tersenyum lebar sambil berfikir alasan yang harus ia katakan kali ini. Keringat dingin mulai mengalir di dahi dan tengkuknya.


"Kamu lupa lagi???" Saut seseorang di hadapan Alexa.


Alexa yang merasa bingung harus berkata apa hanya mengangguk saja mendengar tebakan temannya.


"I.... Iya.... Aku lupa" Jawab Alexa sambil tergagap.


Semua orang tertawa mendengar jawaban Alexa.


"Lain kali jangan lupa Lex...... Apa kamu takut suamimu kami goda?" Canda seorang teman.


Alexa tertawa lebar, jelas sekali jika tawa itu ia paksakan. Ia hanya tidak ingin teman-temannya tau tentang kebohongannya dan mulai menjauhinya.

__ADS_1


Alexa sangat membutuhkan teman-temannya sosialitanya untuk membantu memasarkan produk-produknya. Itu juga alasan mengapa Alexa memilih menikah dengan Faruq agar mampu menopang semua kebutuhan finansialnya.


Berada di kelompok orang kaya itu akan membawa keberhasilan untuk bisnis dan juga hidupnya. Oleh sebab itu, Alexa benar-benar harus menjaga hubungannya dengan semua teman sosialitanya sekarang. Keluar dari kelompok mereka sama saja menghancurkan bisnis yang sudah ia bangun.


__ADS_2