Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 17


__ADS_3

Ghea hanya tersenyum, kenangan manis dan kenangan pahit menyatu saat telinganya mendengar penyebutan daerah M itu.


"Iya benar...... Tapi aku punya beberapa kenangan pahit disana....." Jawab Ghea santai sambil menyendok hidangan appetizer di hadapannya.


"Benarkah????" Tanya lelaki berpawakan besar itu seakan tak percaya. Ghea mengangguk untuk meyakinkan Leon tentang keseriusan ucapannya.


Leon hanya tersenyum masam menyadari wanita di hadapannya sudah memalui beberapa hal pahit sebelum ia sampai pada posisi sekarang ini.


"Maukah kau ke kota M lagi?? Aku akan menciptakan kenangan manis untukmu" Ucap Leon mencoba untuk menghibur Ghea.


"Baiklah....." Jawab Ghea sambil tersenyum lebar. Tentu saja jawaban itu hanyalah kata penghibur semata, Ghea bukan tipe wanita yang mudah tertarik dengan ucapan dan rayuan lelaki. Disakiti sekali sudah cukup untuk membuat wanita itu belajar dari pengalamannya.


Setelah keduanya usai, Ghea bergegas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan restoran itu bersama Jeco yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi.


"Jec...... Bisakah kamu mengatur jadwal untuk aku punya waktu senggang beberapa minggu lagi?" Tanya Ghea yang duduk di kursi penumpang. Mata coklatnya menatap jalanan yang cukup lengah di hari itu, hanya nampak beberapa mobil yang terlihat menyalip mereka.


"Aku tidak yakin Tuan Morgan akan menyetujuinya" Ujar Jeco mencoba memperingatkan.


"Apakah waktu 2 minggu kemarin masih kurang?" Tanya Jeco sambil memperhatikan Ghea dari spion datar di dalam mobil.


"Aku masih ada urusan lagi Jec..... Aku merindukan suasana disana" ucap Ghea sambil melamunkan pandanganya.


"Urusan apa Nona......" Selidik Jeco penasaran.


Ghea membuang nafas sejenak, ia tak terlalu yakin untuk menceritakan masalahnya kepada siapapun sekarang ini.


"Kamu tak akan tau Jec..... Ini masalah hati" Dengus Ghea putus asa.


"Tolonglah..... Buatkan jadwal untukku....!!!" Pinta Ghea memohon.


"Akan saya coba Nona..... Jangan khawatirkan itu" jawab Jeco sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


......................


Angin malam yang terasa lebih dingin dari biasanya begitu menusuk tulang seorang wanita yang terduduk santai di depan meja kerjanya, jari lentiknya begitu licah menari di atas tombol-tombol hitam berbentuk kotak.


Meskipun jabatan yang ia pegang cukup tinggi, Ghea tak pernah memanjakan dirinya dengan berpangku tangan dan acuh dengan urusan perusahaan. Ia selalu bekerja keras dan memilih untuk mengerjakan dokumen penting sendiri.


Matanya yang sudah mulai layu seketika terbuka lebar ketika mendapatkan notif email dari seseorang yang ia percaya untuk membobol laptop milik Faruq.


"Tak ada sesuatu yang mencurigakan di dalam laptop itu, hanya beberapa dokumen kantor dan juga banyak sekali foto anda di dalamnya, aku sudah menyalin semuanya dan mengirimkan ke email anda. Dan juga ada beberapa email yang ada disana, aku sudah mengirimkannya juga, aku sudah mengembalikan semua sandi seperti semula agar tuan Faruq tidak curiga jika akunnya telah di retas"


Ghea begitu bersemangat ketika membaca email yang baru saja ia terima beberapa detik yang lalu.


Ia segera membuka lampiran demi lampiran yang tercantum di sana, banyak sekali file foto yang sangat ia paham. Tentu saja, itu foto dirinya saat masih di kota M.


"Kenapa hanya ada foto-fotoku??? Seharusnya yang ia simpan itu foto Alexa" Gumam Ghea yang marasa sedikit janggal saat tak menemukan satupun foto Alexa disana. Bahkan sekedar foto pernikahan merekapun tak ada jejak sama sekali.


Kemudian Ghea mulai membuka file lain yang ia terima. Ghea membulatkan matanya ketika melihat banyak sekali email dari Faruq yang di kirim ke alamat email miliknya. Dengan sigap Ghea membuka email itu satu persatu.


"Lelucon macam apa ini?" Gumam Ghea sambil terus mengamati foto yang jelas-jelas itu editan. Mana mungkin Ghea menikah dengan Jeco. Itu hal konyol yang sudah di karang oleh seseorang.


Ghea mendapati kenyataan bahwa, Faruq sering kali mengirim email kepada akun yang bukan miliknya itu berkali-kali, bahkan Ghea sampai jengah mendapati email yang tak pernah terbalas tersebut.


"Ternyata kau sama bodohnya denganku ya Fa...... Berkali kali mengirim pesan pada seseorang yang sudah jelas tak membalas pesanmu" Ejek Ghea yang merasa miris dengan nasib Faruq dan juga dirinya.


Senyum masam masih saja tersinggung dari bibirnya ketika ia membaca sebuah email yang menjelaskan jika....


-----


Kamu tau Fa....


Aku sudah banyak membohongimu selama ini, pemilik buku diari dengan banyak puisi tentang mu itu adalah Alexa, dan bukan aku. Aku hanya ingin memanfaatkanmu saja selama ini. Kamu terlalu baik kepadaku, jadi aku tak kuasa menolak ketika kau menyatakan cinta.

__ADS_1


Jadi sebaiknya kau pilih saja Alexa sebagai pendampingmu. Aku sekarang benar-benar sudah tak tertarik lagi padamu.


-----


Ghea mendengus kesal setelah selesai membaca email dengan kata-kata yang seakan mewakili dirinya.


"Perempuan itu....." Geram Ghea sambil menatap tajam benda di sekelilingnya.


Dengan amarah yang memuncak Ghea meraih ponsel dari atas meja nakas di samping ranjang tidur.


"Jeco...... pokoknya kamu harus siapkan jadwal agar aku bisa ke kota M dengan waktu yang lama...." ucap Ghea sambil berkacak pinggang. Ia sungguh ingin menghabisi Alexa secepatnya


......................


Aku ingin kamu mengantarku ke plaza sebelum kamu berangkat kerja" Ucap Alexa yang sedang duduk santai sambil memainkan ponsel pintar di tangannya.


Pandangannya ia fokuskan pada layar datar yang mengeluarkan sinar berwarna putih itu. Ia merasa enggan untuk menatap Faruq yang telah membuatnya kesal kemarin malam. Sebenarnya ia masih malas untuk mengajaknya berbincang, tapi Alexa harus melakukan itu jika tak ingin di rendahkan oleh teman-temannya.


Faruq yang baru saja keluar dari kamar hanya bisa menghela nafas tatkala mendengar permintaan Alexa.


"Sebenarnya apa sih yang kau mau?" Tanya Faruq acuh sambil memainkan ujung bibirnya yang entah mengapa menjadi gatal dalam sekejap.


"Kamu bilang jika kamu menikahiku hanya demi menjaga kehormatanku di depan teman dan keluargaku. Lalu dengan sikapmu yang seperti ini apa kamu fikir bisa memenuhi kewajibanmu itu???" Ucap Alexa mencoba menuntut hak yang sudah Faruq tawarkan kepadanya.


"Apa kamu hendak meminta hakmu itu?" Tanya Faruq ketus sambil menatap wanita cantik yang duduk hadapannya.


Alexa mengangguk pelan.


"Baiklah..... Kali ini saja..... " jawab Faruq dengan nada kesal. Dalam hati ia sungguh tak ingin menuruti permintaan Alexa, tapi di sisi lain ia masih punya rasa prikemanusiaan juga.


Dengan langkah lebar Faruq keluar dari rumah dan segera menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


Tak lama nampak Alexa menyusul dan duduk tepat di sebelah Faruq, Lelaki dengan setelan jas lengkap itu melihat Alexa sekilas, ada tatapan malas yang terlampir pada netranya yang tegas.


__ADS_2