
Selly mendongakkan kepalanya, menampakkan mulutnya yang penuh.
"Emmmbbbb" Selly mengerjap beberapa kali, mencoba memproses pertanyaan itu di otaknya.
"Emb itu..... Faruq itu mantannya Ghea" Lanjut Selly sambil memainkan sendok mini di tangannya.
"Apa kamu menyukai Ghea?" Tanya Selly penasaran. Pasalnya berbeda sekali cara Leon memandang Ghea, ada sedikit sipu malu yang ia sembunyikan di balik senyum manis yang selalu Leon sunggingkan.
Sebenarnya Selly ingin berkata yang lain, mengungkapkan perasaan pada lelaki tampan di hadapannya, namun urung ia lakukan saat mengingat siapa dirinya. Ia sungguh tak pantas mendapatkan perhatian dari lelaki itu.
"Aahhh......." Leon terdiam,
"Ya..... Aku memang sudah mulai menyukai dia semenjak berjumpa di Jakarta" lanjutnya, kemudian tersenyum malu.
Leon tak pernah begitu mengagumi wanita sebelumnya. Semua wanita cantik yang ia inginkan tinggal tunjuk saja sudah bisa bersamanya. Namun karena kemudahan itu membuat rasa cintanya terasa hambar. Apalagi kebanyakan wanita hanya mengincar kekayaan atau hanya untuk tenar semata, sama sekali tak mencintai Faruq dengan tulus.
"Kalo kamu suka dengan Ghea sebaiknya kau jaga dia, jangan sampai terlalu dekat dengan Faruq itu, karena dia sudah menikah" jelas Selly datar, lalu ia sendok lagi clapertart itu dan memasukannya ke dalam mulut. Ia tak mau jaim-jaim lagi sekarang, percuma saja, lelaki di hadapannya itu hanya tertarik kepada Ghea, ia tak mungkin merebutnya dari Ghea bukan.
Seketika mata Leon membulat.
"Benarkah???"
Di pinggiran ruangan Ghea menatap taman di sisi belakang hotel yang memang nampak dari sana sembari berkata dengan seseorang dalam panggilan ponselnya.
"Ada apa???"
"Kamu lagi dimana Ghe??? Aku....." Ada sedikit rasa berat untuk melanjutkan kata-katanya. Faruq termenung sejenak, mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan yang selalu ia simpan.
__ADS_1
Gheapun terdiam, mengangkat kedua alisnya untuk mempertanyakan kelanjutan ucapan Faruq.
"Aku..... Aku merindukan kamu Ghe....." ucapnya pada akhirnya.
Ghea membeku dalam diamnya, ia tak menyangka jika lelaki itu punya perasaan yang sama dengannya, menyimpan sebuah kerinduan yang memenuhi sesak perasaannya.
Seketika senyum Ghea mengembang lebar, matanya meremang, sudah sangat lama ia tak mendengar ucapan itu dari Faruq, lelaki yang benar ia sukai.
"Aku juga..... Aku juga merindukan kamu Fa....." Sebuah kristal bening berhasil lolos dari sesisih mata Ghea. Entah mengapa ia merasa lega bisa mengungkapkan perasaannya itu. Degup jantungnya bertambah cepat seketika. Seperti merasakan jatuh cinta pada orang yang telah ia cintai sebelumnya.
"Bolehkah aku bertemu denganmu?" Tanya Faruq bersemangat. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Ghea mangangguk pasti.
"Ya....." Lalu Ghea menunjukkan alamat hotel tempat ia berada.
"Kenapa kamu terlihat bahagia begitu???" Tanya Selly mengintrogasi.
"Faruq merindukan aku.... Dia mau kesini" ucap Ghea pelan mendekatkan bibir pada telinga Selly.
"Oh my god" pekik Selly menutup mulutnya yang menganga, ia tak pernah berfikir jika mereka akan bertemu. Status Faruq telah berubah, akan mengundang gosip jika mereka berdua bertemu. Mata wanita itu membulat.
"Kamu yakin??" Tanya Selly memastikan.
Ghea mengangguk mantap sembari tersenyum lebar, nampak jelas kebahagiaan yang ia pancarkan dari raut mukanya. Berbeda dengan Selly yang merasa khawatir dan juga takut dengan pertemuan keduanya, ia khawatir ada gosip yang akan beredar dan mengahancurkan martabat kedua orang itu.
Leon yang sedari tadi duduk di sana hanya bisa memandang tingkah kedua wanita yang ada di depannya dengan tanda tanya besar. Fikirannya hanya bisa menangkap ucapan, ekspresi dan juga tingkah mereka tapi tak bisa menjabarkannya lebih rinci.
__ADS_1
"Apa yang mereka bicarakan?" Leon tersenyum melihat Ghea dengan senyuman lebarnya.
"Wanita itu nampak lebih mempesona dengan senyuman manis miliknya" Lagi-lagi lelaki berpawakan gagah itu tersenyum sendiri, merasa salah tingkah melihat pesona yang Ghea pancarkan.
Ini pertama kalinya Leon melihat Ghea tersenyum begitu tulus sejak pertemuan pertama mereka. Biasanya Ghea hanya akan tersenyum simpul atau sekedarnya saja, tak pernah setulus sekarang.
Lalu keduanya duduk di meja yang sama dengan Leon, beberapa hidangan yang tadi Ghea pesan di antar ke meja mereka oleh seorang Waithers dengan pakaian yang rapi. Ada cappuccino, coklat panas dan juga kopi susu. Mereka memang menambahkan satu minuman dalam pesanan mereka untuk Leon. Beberapa kue juga camilan manis juga di antar bersama minuman.
Ghea meraih piring kecil berisi cake matcha kesukaannya, menyuapkan sesendok demi sesendok kedalam mulutnya. Menikmati setiap suapnya dengan begitu nikmat, suasana hati memang sangat mempengaruhi kenikmatan makanan yang sedang kita makan.
Leon beberapa kali terkekeh melihat tingkah lucu Ghea yang begitu polos layaknya anak kecil, cream beberapa kali mengotori pipi dan hidungnya karena tingkah kekonyolan wanita itu. Dari sana ia tau bagaimana sifat Ghea sebenarnya, wanita imut itu begitu pintar menyembunyikan sifat aslinya dengan kemasan elegant yang selama ini ia tampakkan.
Tak berbeda dengan Leon, Sellypun beberapa kali terkekeh melihat tingkah Ghea, sedangkan wanita yang di tertawai itu hanya bersikap acuh tak mempedulikan mereka. Ia begitu asyik menikmati kue dan juga cappuccino yang di pesannya.
DDDRRRTTT
Tiba-tiba ponsel Ghea berdering beberapa detik, menandakan laporan masuk sebuah pesan. Ghea mengerjap beberapa kali, meraih benda pipih itu dan mengeceknya segera.
"Faruq...." Terpampang nama sang pengirim pesan di antara banyak pesan masuk yang berderet disana. Mata bulat wanita itu melebar, menampakkan iris berwarna coklat terang miliknya.
Ia segera meletakkan sendok kue di tangannya, membalas pesan singkat itu dengan begitu antusias. Senyuman lebar berkali-kali ia sunggingkan di kedua sudut bibirnya, Selly merasa sedikit heran dengan tingkah kawannya itu. Seakan sedang meneguk manisnya cinta.
"Sell...... Dia sudah di depan..... Aku akan menemui dia, kamu temani Mr. Leon yah!!!!" Pinta Ghea setengah berbisik, namun lelaki dengan setelan jas berwarna biru muda itu masih mendengar apa yang di ucapkan oleh Ghea. Matanya memicing.
"Siapa??? Siapa yang datang?" Leon hanya bisa membatin meski ia sebenarnya ingin sekali melontarkan pertanyaan itu. Ia ingin tau lebih dalam tentang Ghea, apa kesukaannya, siapa orang yang ada di dekatnya dan semua hal tentang wanita berambut pirang itu.
Namun belum sempat Leon lemparkan pertanyaan itu, Ghea sudah bergegas pergi meninggalkan Leon bersama dengan Selly yang hanya bisa pasrah menuruti ucapan Ghea.
__ADS_1
Wanita yang masih mengenakan dress abu selutut itu berjalan berjingkit menuju pintu utama lobi, nampak jelas sekali kebahagiaan terpancar dari wajahnya yang cantik. Tatapan Leon masih saja mengekor kemana wanita idamannya itu melangkah, bahkan ketika tubuhnya telah hilang di telan pintu kaca bermotif yang menyamarkan tubuh Ghea.