Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 43


__ADS_3

"Aku kembali ke dalam ya pah" Pamitnya yang langsung di angguki oleh pak Morgan.


Setelah dua menit berlalu, ia tolehkan pandangannya ke kanan dan ke kiri, mencari sosok wanita yang mulai ia takuti, namun tak ada seorangpun yang nampak disana. Setelah di rasa aman, pak Morgan segera bangkit membawa teh itu ke ujung ruangan dan menuangkannya ke dalam pot bunga yang ada di sana.


Tanpa di sadari oleh Morgan, sepasang mata sedang mengawasi gerak geriknya dari balik dinding yang memisahkan ruang makan dengan ruang tengah.


Pak Morgan kembali duduk, meletakkan mug itu di atas alas yang masih tergeletak disana. Kemudian meminum air putih miliknya dengan lega.


Ia memang sudah lama mencurigai teh yang selalu di suguhkan Cristine kepadanya, pasalnya Cristine akan sangat marah jika Morgan tak mau meminum teh itu dengan alasan kesehatan Morgan sangat penting.


Kecurigaannya kian besar tatkala ia tak sering sakit setelah berhenti meminum teh itu, ia sering membuangnya pada pot bunga yang ada di sekitar atau kadang ke dalam wastafel.


Seseorang dalam persembunyiannya tersenyum kecut memperhatikan tingkah pak Morgan yang seketika membuatnya jengkel.


"Keparat itu....." umpatnya mengadukan gigi dengan keras.


"Pantas saja dia semakin membaik saat pemeriksaan terakhir. Jadi ini yang dia lakukan di belakangku" Bu Cristine kian emosi setelah mengetahui kenyataannya. Ia kepalkan tangannya kuat berharap bisa menghancurkan Morgan dengan tangan itu.


Dengan langkah kesal ia berjalan menyusuri anak tangga yang menjulang tepat di belakangnya. Tak pernah ia kira sebelumnya jika pak Morgan akan mencurigainya secepat itu, apa yang salah dengan dirinya, kurang cepatkah Cristine melancarkan rencananya, atau apa.


Sesampainya di kamar pribadi ia raih ponsel miliknya, menekan sebuah nama dengan jari telunjuk, lalu meletakkan benda pipih itu ke telinga kanannya.


"Hallo....." ucapnya beberapa detik setelah ia melakukan panggilannya.


"Ya bu......" ucap lelaki yang terdengar masih sedikit muda.


"Aku ingin kamu segera merencanakan sesuatu untuk menghabisi lelaki tua itu. Aku sudah cukup bosan hidup bersamanya" ucap Cristine dengan penuh emosi.


"Kenapa memangnya?" Lelaki dalam panggilan itu bertanya santai tanpa mempedulikan emosi mamanya.

__ADS_1


"Dia sudah mulai mencurigai minuman yang aku berikan padanya" ucapnya pelan setengah berbisik.


"Bagaimana ibu tau?"


"Dia membuang teh yang ibu berikan padanya" jawabnya geram.


"Ibu aturlah dulu rencana ibu, aku masih harus mengurus tentang ganti nama perusahaan menjadi milikku, akan kacau jika terlalu lama" ujarnya lugas.


"Baiklah.... Lakukan semuanya dengan baik!!" Pesan bu Cristine sebelum akhirnya ia menutup panggilannya.


Ia mendecakkan lidahnya kesal, berjalan ke kanan dan kekiri mencari rencana yang tepat untuk membunuh suaminya.


................


Suara tawa manja sesekali terdengar dari gerombolan wanita yang sedang asyik bercakap sembari menikmati makan siang mereka di sebuah restoran seafood yang cukup terkenal di kawasan tersebut.


Alexa juga terlihat asyik menikmati udang crispy saus padang yang terlihat begitu menggungah selera. Sesekali ia tertawa renyah menanggapi ucapan kawan-kawannya yang selalu asyik memperbincangkan sesuatu.


"Nggak apa Ghe..... Sini duduk!!" Lagi-lagi Tatik bersikap ramah kepada Ghea untuk merebut simpati wanita berambut pirang itu.


Teman lain pun menimpali dengan kalimat yang sama, hampir semuanya memberikan senyuman manis yang berarti kepada Ghea, hal itu membuat Alexa merasa curiga kepada teman-temannya.


Salah seorang dari mereka memanggilkan Waithers supaya Ghea bisa memesan makanan, namun dengan halus Ghea menolaknya.


"Sorry.... Aku pesan minuman aja, aku baru saja di traktir makan sama temenku tadi" ucapnya sembari tersenyum penuh keluguan.


Duduk bersama dengan Ghea sungguh memberikan tekanan tersendiri untuk Alexa, dia tak bisa leluasa bercengkerama dengan kawannya. Mukanya menjadi masam seketika. hal itu tak luput dari pandangan Ghea, tetapi wanita itu bersikap acuh dan malah merasa senang dengan raut muka Alexa yang seperti itu.


DDDRRTTT

__ADS_1


Ponsel Ghea tiba-tiba berdering, hampir semua mata mengalihkan pandangan padanya.


"Hallo Selly..... Ada apa???"


"Aku.... Aku lagi makan sama teman-teman nih....." ucap Ghea melirik teman yang lainnya.


"Ajak saja si Selly kesini, dia anak yang baik kok, kita tidak seharusnya memusuhi dia bukan" ucap Tatik mencoba membujuk teman yang lain.


"Kau benar...." sahutnya.


Atas desakan kawan-kawannya Ghea meminta Selly untuk bergabung bersama mereka. Mereka tak tau jika itu adalah rencana Ghea agar Selly bisa bergabung dalam kelompok itu lagi.


"Baiklah.... Kamu datang aja ke restoran sea beauty..... Aku tunggu ya....." Pesan Ghea lalu ia mengakhiri panggilannya.


Alexa menghela nafas kasar sembari memainkan sedotan dalam minumannya, hal itu pun tak luput dari pandangan Ghea dan kian membuat wanita itu merasa senang.


"Kenapa kamu tak habiskan makanan kamu Lex.....??" Tanya seorang teman yang melihat makanan Alexa masih separuh porsi, biasanya Alexa akan menghabiskan makanan apapun yang ia pesan. Namun kali ini berbeda, selera makannya hilang seketika ketika dilihatnya Ghea bergabung dengan mereka.


"Udah ah.... Nggak tau kenapa aku jadi nggak nafsu makan disini" jawabnya sembari mendorong piring berisi udang yang sudah tinggal separuh. Raut muka yang menjengkelkan ia tampang begitu saja hingga membuat teman lain merasa ada sesuatu yang mencurigakan.


Sebelum Ghea datang Alexa makan dengan lahap sekali, sangat aneh jika selera makannya hilang seketika setelah kedatangan Ghea.


"Ada sesuatu di antara mereka" itu yang kawan lama fikirkan tentang Alexa dan juga Ghea.


"Aku ke toilet dulu ya......" pamit Alexa dengan muka masam, lalu ia segera berlalu dari kursinya. Lebih baik jika ia berdiam di toilet ketimbang harus duduk bersama Ghea yang sangat ia benci.


Alexa mematut diri di depan cermin begitu sampai di toilet, berdecak bangga beberapa kali saat menyadari betapa sintal dan sexy tubuhnya yang berbalut kaos sexy berwarna coklat yang memperlihatkan sedikit bagian perut dengan bawahan jeans ketat berwarna hitam. Rambut lurusnya ia biarkan tergerai begitu saja, menampakkan rambut hitam nan sehat yang membuat iri semua orang yang melihatnya.


"Kamu memang cantik dan sexy Alexa, mau berapa kalipun kamu bercermin akan tetap menarik. Tapi kamu terlalu bodoh memanfaatkan tubuh indahmu" ucap Ghea yang seketika sudah hadir disana menemui Alexa.

__ADS_1


Wanita yang sedang mengelus rambut hitamnya itu mengalihkan pandangan kepada Ghea yang berdiri sembari melipat kedua tangan di depan perut langsingnya.


"Apa tak ada lelaki lain yang tertarik denganmu sampai-sampai kamu harus merebut pacar sahabatmu sendiri" lanjut Ghea menekan setiap kata yang ia ucapkan.


__ADS_2