
DOR DOR DOR
Faruq menggedor pintu kamar mandi dengan keras, berharap Alexa segera bangun dari tidur nyenyaknya.
"Alexa...... Cepat bangun..... Bawa semua pakaianmu keluar dari kamarku. Aku beri waktu kamu 20 menit" ucap Faruq dari dalam kamar mandi.
Alexa yang masih terlena dengan mimpi indahnya langsung membelalakan matanya yang masih memerah.
"Aduh ni orang, pagi-pagi udah brisik" Celetuk Alexa sambil membalik badannya ke arah lain.
"Alexa......" Panggil Faruq membuka sedikit pintu kamar mandi agar suaranya lebih keras.
"Iya Iya...... Aku dengar....." Balas Alexa dengan suara malas.
Mendengar sahutan dari Alexa membuat Faruq sedikit lega dan segera menutup pintu kamar mandi, menyalakan kran shower untuk mengguyur tubuhnya. Jantungnya berdetak kencang ketika ia mengingat kejadian beberapa menit barusan. Ia tak mengira bisa melakukan hal itu dengan wanita yang tak pernah ia cintai.
"Aaiiisss Bodoh sekali aku...." Ujar Faruq merutuki dirinya sendiri.
Bayangan dirinya sedang beradu kemesraan dengan Alexa terus berkelebat di fikiran Faruq. Ia membasuh tubuhnya berkali-kali, berharap ingatan itu lekas hilang terbawa arus air yang terus mengaliri tubuhnya.
Dengan masih terkantuk-kantuk Alexa memungut satu persatu pakaian miliknya dan mengenakannya.
"Huu.... Lelaki macam apa kau Fa....." Oceh Alexa yang merasa sebal dengan suaminya. Tapi beberapa detik kemudian dia tersenyum, ia berhasil melakukan semua rencananya.
"Aku harus bisa menaklukkan kamu Fa....." Batin Alexa mulai menyulut semangatnya lagi.
......................
Siang yang terik begitu terasa membakar tubuh Ghea yang tersembunyi di balik seragam biru miliknya. Dengan telaten Ghea mencari sesuatu dalam laptop milik Alexa yang sudah berhasil ia akses berkat bantuan orang suruhan Ghea.
DRRRTTT
Ponsel Ghea tiba-tiba berdering ketika ia sudah berhasil menemukan file yang sudah sejak lama ia cari.
"Ada apa.....???" Tanya Ghea setengah berbisik ketika mendapat panggilan dari orang yang ia pinta untuk mengawasi gerbang.
__ADS_1
"Alexa sedang pulang" Ucap lelaki itu yang juga ikut berbisik dalam ponselnya.
"Ok ok.... Aku keluar sekarang" ucap Ghea segera mematikan laptop dan merapikan kursi disana.
"Siall...." Umpatnya, Ghea hampir saja bisa mengetahui kenyataan yang Alexa sembunyikan, namun sekarang usahanya harus terhenti lagi saat mengetahui Alexa sudah berada di depan gerbang.
Ghea bangkit dari kursi kerja Alexa dan dengan gugup keluar dari dalam kamar, ia tutup pintu rapat lalu pergi ke ruang belakang.
BRUG....
Tubuh mungil itu menabrak sesuatu yang tinggi, entah sudah sejak kapan benda itu berada di sana. Tepat di depan pintu kamar Alexa, sehingga Ghea langsung menubruknya ketika ia keluar.
"Aaoouuccch" Pekik Ghea mengusap dahinya yang terkantuk benda kecil semacam kancing baju mungkin.
Ghea menengadahkan mukanya, melihat seseorang yang berdiri disana tanpa goyah sedikitpun oleh benturan Ghea.
"Fa......" Pekik Ghea seketika menutup mulutnya, matanya membulat sempurna mentap Faruq yang juga menatap Ghea dengan tatapan tajam.
"Aku tau memang ada yang tidak beres dengan kamu" Ucap Faruq dengan muka penuh keseriusan.
"Aku sudah menyelidiki semuanya, ternyata prasangkaku tentang kamu benar meski aku tak tau tujuanmu melakukan ini untuk apa" ucap Faruq.
"Aku tak peduli dengan itu, aku hanya ingin memastikan saja bahwa kamu benar Ghea." Ucap Faruq dengan nada bergetar.
Lalu entah sejak kapan mata dengan manik coklat tua itu meremang, mengalirkan kristal bening yang sudah bergelayut sempurna di pelupuk matanya.
Tanpa aba aba Faruq memeluk Ghea dengan penuh rindu. Ghea hanya bisa terpaku dengan semua hal ini. Ia begitu menikmati pelukan hangat yang Faruq lampirkan padanya, pelukan yang ia rindukan juga selama ini. Dalam diam Ghea membalas pelukan Faruq dengan erat. Mendengar detak jantung Faruq yang cepat namun teratur membuatnya tenang.
"Aku sangat merindukan kamu Ghe....." Bisik Faruq dengan nada yang berat.
Ghea tak tau itu hanya kata bualan atau apa, yang jelas meski ia senang mendapat pelukan dari Faruq ia juga masih menyimpan rasa benci padanya mengingat apa yang di perbuat Faruq dengan Alexa di depan matanya.
GLEK.....
Pintu depan begitu saja terbuka saat keduanya sedang menginginkan waktu untuk berhenti.
__ADS_1
Ghea dan Faruq buru-buru melepas pelukan mereka, keduanya salah tingkah sejenak lalu pergi ke arah masing-masing untuk menenangkan hati mereka yang mulai kacau.
Namun pemandangan itu tak luput dari penglihatan Alexa meski sekilas.
"A..... Apa itu tadi???" Mulut Alexa hanya bisa menganga tak tau apa yang harus ia katakan dengan hal itu, mata sipitnya mengekor Faruq yang masuk ke dalam kamarnya.
Fikiran Alexa penuh dengan semua prasangka yang tidak bisa ia simpulkan. Alexa mengerjap beberapa kali mencoba meyakinkan diri jika matanya tak salah.
Apa barusan mereka berpelukan?" Gumam Alexa yang masih termangu di depan pintu utama.
Berbagai pertanyaan begitu saja menjejal sesak dalam benak Alexa. Wajahnya seketika pucat. Ia tak mengira Faruq akan berbuat demikian kepadanya, mengkhianati pernikahan dengan Alexa, dan satu hal yang membuat Alexa kian kesal kepada Faruq, ia selingkuh dengan seorang cleaning servis yang statusnya jauh lebih rendah dari pada dirinya, itu sungguh merendahkan harga diri Alexa.
"ANA......" Teriak Alexa seketika dan segera menyusul ke arah Ghea pergi.
Ia cari wanita dengan seragam biru itu di ruang belakang. Ghea sedang berdiri di ruang kecil tempat menyimpan alat alat kebersihan, mencoba menenangkan hatinya yang sedang porak poranda karena pelukan singkat dari Faruq. Seketika Ghea tertegun mendapati suara Alexa yang memanggilnya dengan keras.
"Apa dia melihatku barusan????" Jantung Ghea kian cepat berdetak, badannya gemetar membayangkan sesuatu yang akan terjadi padanya.
"Ana......" Panggil Alexa lagi, matanya tak jua jemu mencari sesosok wanita yang sedang ingin ia temui.
"Ii.... Iya nona...." Jawab Ghea beringsut dari tempatnya bersembunyi, ia memutuskan untuk menemui Alexa. Bersembunyi tak akan menyelesaikan masalah, Alexa pasti akan menemukannya juga pada akhirnya.
Ghea hanya bisa menundukkan kepalanya, ia tak berani sedikitpun menatap wanita yang sekarang berdiri di depannya.
Alexa menatap Ghea dengan tatapan penuh amarah.
"Ada hubungan apa kamu dengan Faruq?" Tanya Alexa tanpa basa basi.
"Apa Alexa sungguh melihat hal tadi?" Batin Ghea mengernyitkan dahinya.
"Tidak ada nona....." Jawab Ghea singkat.
"Memangnya kenapa ya?" Lanjut Ghea berpura tak tau maksud ucapan alexa.
Dengan begitu kasar Alexa mendorong tubuh Ghea sampai terjengkang ke belakang, menabrak sebuah ember dan melukai lengan belakangnya.
__ADS_1
"Aauuu...." Pekiknya.
"Kamu fikir aku tak melihatmu tadi, jangan macam-macam ya denganku, kamu harusnya bisa membedakan mana lelaki yang boleh kamu ambil dan mana yang tak boleh" Hardik Alexa dengan suara yang lantang.