Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 18


__ADS_3

Ban karet hitam itu mulai menggilas hamparan aspal yang baru saja mulai bercumbu dengan mentari, menguapkan embun tipis yang menimbulkan kepulan asap halus.


"Kenapa kamu bersikukuh untuk tetap bertahan denganku?" Tanya Faruq tanpa menoleh ke arah Alexa sedikitpun.


Alexa terkekeh pelan. Ia tak menyangka jika lelaki dingin itu masih mau membuka perbincangan dengannya.


"Tentu saja alasan utamanya adalah cinta, apalagi memangnya" Jawab Alexa santai sambil menatap jalanan di hadapannya.


"Ciih....., Kamu membicarakan cinta dengan orang yang salah Alexa..... Apa kamu tak ingin mencari lelaki lain yang lebih cocok denganmu ketimbang harus menjalani cinta sepihak denganku?"


Ucapan Faruq begitu menghunus hati Alexa yang seketika mati rasa. Ia tak menyangka jika lelaki di sampingnya itu masih tak bisa menerima semua perjuangan cintanya.


Faruq melihat ke arah Alexa sekilas saat mengetahui wanita itu hanya terdiam saat mendengar pertanyaannya. Faruq tau jika ucapannya salah tapi itu tujuan utamanya agar Alexa membencinya dan ia bisa secepatnya bercerai dengan wanita itu.


Tak lama berselang, ia sampai juga di plaza tempat Alexa melakukan pertemuan dengan beberapa kawannya, mobil Faruq parkir dengan mulus tanpa hambatan.


Alexa buru-buru berbenah diri dan perasaan. Setelah pertanyaan Faruq barusan, hatinya sungguh kacau. Tapi Alexa mencoba menormalkan perasaannya setelah ia lihat beberapa kawan wanitanya sudah berdiri di depan pintu masuk.


Dengan gerakan yang anggun Alexa membuka pintu mobil dan keluar dari sana bersama senyuman manis yang sekuat tenaga ia sunggingkan. Ia harus terlihat bahagia di depan kawannya, mereka tak boleh tau penderitaan batin yang Alexa alami. Baginya itu adalah aib yang harus ia simpan.


Mata elang teman-temannya seketika terpaku pada Alexa yang kali ini sungguh datang bersama suaminya.


"Dah sayang..... Hati-hati ya......" ucap Alexa mengeraskan ucapannya agar di dengar oleh para kawannya. Faruq yang ada di dalam mobil hanya tersenyum simpul menanggapi drama Alexa yang mungkin akan membawanya ke panggung penghargaan jika ia ikut lomba peran.


Tanpa berlama-lama Faruq melajukan mobilnya meninggalkan plaza megah itu dan segera menuju kantor tempat ia bekerja.


"Waaahhh...... Ternyata suamimu sangat tampan ya....." Puji seorang teman yang memang tak mengenal Faruq sebelumnya.

__ADS_1


Alexa hanya tersenyum malu saat mendapat pujian itu meski dalam hatinya ia merasa berbangga diri.


Selly hanya bisa mendengus kesal mengetahui Alexa berhasil membuat Faruq mengantarnya ke sana.


Alexa menoleh ke arah Selly yang memberikan tatapan tak suka padanya, ia hanya tersenyum kilas dengan ejekan yang ia sembunyikan di baliknya. Alexa merasa sudah bisa menang sekarang. Setidaknya ia bisa membuktikan jika suaminya mencintai Alexa sepenuhnya.


Acara sudah sampai setengahnya ketika Alexa dan kawan-kawannya mendapatkan hidangan kepiting rebus juga beberapa menu seafood lain yang sudah mereka pesan.


Alexa memutuskan untuk mengikat rambutnya saat hendak menikmati menu yang tersaji karena tak ingin mengotori rambut indahnya yang baru kemarin ia smooting, beberapa teman juga melakukan hal yang sama.


"Oh Alexa......" Pekik seorang teman yang duduk tepat di samping Alexa saat matanya seketika menangkap sesuatu yang janggal di leher Alexa.


"Waah..... Selain tampan ternyata suamimu agresif juga ya???" ujar seorang itu sambil menampakkan pipi merahnya.


Alexa yang menyadari tanda ****** di lehernya seketika tersenyum, ia merasa sangat beruntung Faruq meninggalkan sebuah jejak di sana, setidaknya itu akan membantahkan anggapan yang lain yang mengatakan jika hubungan keluarga Alexa dan Faruq tidak baik-baik saja.


"Ooohh iya..... Hampir setiap malam suamiku meminta jatah malam meskipun ia sudah lelah bekerja seharian" Jawab Alexa dengan bangga sambil melirik ke arah teman lain.


Tentu saja semua perhatian tertuju padanya, mata mereka terfokus pada ****** yang menghitam di leher putih milik Alexa.


"Apa sekarang kalian sudah percaya kalo suamiku itu beneran cinta sama aku....." Ucap Alexa sengaja menyindir selly yang kemarin jelas-jelas mengolok-oloknya.


Selly yang enggan untuk berdebat hanya mendengus kesal, ia letakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya dengan kasar, lalu tanpa berkata apapun ia tinggalkan meja bundar itu dengan perasaan marah.


"Bagaimana bisa Alexa membuktikan itu? Apa Faruq benar-benar serius menyukai Alexa?" Gumam selly sambil berlalu.


"Eh tunggu!!!" Panggil Alexa kepada selly yang sudah beberapa langkah dari meja.

__ADS_1


Wanita dengan dress pendek, juga tas jinjing di tangannya itu menoleh. Menatap Alexa dengan tatapan murka.


"Kenapa kamu pergi????" Tanya Alexa sambil menghampiri wanita yang statusnya masih sebagai karyawan itu.


"Mau berdalih bagaimanapun, aku sudah tau watak aslimu seperti apa Alexa. Jadi kau tak bisa menyembunyikan apapun dari aku. Trik seperti ini terlihat sekali murah bagiku, tak bisa mengecohkanku sedikitpu" Jawab Selly datar sambil menekan amarah yang sudah mengumpul di rongga dadanya.


"Aku tak butuh teman sepertimu Alexa...." Ucap selly terang-terangan. Ia merasa muak dengan wanita di hadapannya.


"Hei teman-teman..... Apa masih ada yang mau menganggap wanita ini sebagai temannya?" Alexa mengamati teman-temannya sebentar, nampak tak ada yang mengangkat telapak tangannya sama sekali.


"Ayo.... siapa yang mau berteman dengan wanita yang sudah terang-terangan menjelekkan aku di depan kalian semua, menyebarkan fitnah yang tidak benar tentang aku" Ucap Alexa dengan emosi yang tak terbendung.


Melihat tak ada satupun teman yang berada di pihaknya, Selly memutuskan untuk pergi dari sana.


......................


Hujan deras masih mengguyur pepohonan dan juga jalanan aspal yang selalu berdebu ketika Faruq sampai di rumah miliknya yang tidak terlalu besar.


Faruq keluar dari mobilnya, berlari kecil sambil melindungi kepala dengan kedua telapak tangannya, meski begitu ia tetap tak bisa luput dari guyuran hujan yang memang terbilang lebat. Untung saja jarak dari mobil ke teras rumah hanya sekitar 10 langkah, jarak pendek itu tak memberi basah yang berarti pada tubuh Faruq. Sesampainya di teras, Faruq mengibas ngibaskan bajunya yang sedikit basah. Lalu segera masuk ke dalam rumah.


"Kamu sudah pulang" Sapa seorang wanita yang selalu menunggunya di sofa saat ia pulang.


Lagi-lagi lelaki tinggi itu hanya acuh dan mengabaikan istrinya yang sudah memberikan perhatian lebih untuknya.


Sudah lebih dari 3 bulan mereka menikah dan tinggal bersama. Meski begitu, belum juga bisa membuat Faruq jatuh hati pada wanita cantik nan perhatian yang selalu hadir di sisinya. Seluruh hati lelaki itu masih saja tertawan dengan cinta sejatinya, Ghea.


"Aku sudah sajikan makan malam di atas meja, ayam goreng dengan sambal kentang kesukaanmu" ucap Alexa yang seketika bangkit dari duduknya, meletakkan majalah fashion ke atas meja lalu menatap Faruq dengan senyum sumringahnya.

__ADS_1


__ADS_2