
"Kenapa wanita itu begitu baik padamu Ghe???" Tanya Selly setengah berbisik kepada Ghea yang sedang menikmati macaroon di tangannya.
Ghea mangangkat kedua alisnya, mengalihkan pandangan ke arah Selly. Berkedip beberapa kali, mempertanyakan ucapan Selly barusan.
"Memangnya kenapa?" Tanya Ghea kemudian setelah sekian detik tak mendapat penjelasan dari wanita imut di sebelahnya. Selly menghela nafas malas sebelum akhirnya mendekatkan wajah pada telinga Ghea.
"Biasanya dia yang paling suka memerintah pada teman yang lain" Bisiknya pelan.
"Benarkah???" Ghea membulatkan matanya seakan terkejut dengan penjelasan Selly. Sebenarnya ia sudah faham dengan yang akan Selly katakan, tapi ia pura-pura terkejut agar tak membuat wanita itu curiga.
Selly mengangguk pelan, kembali ke posisi duduknya semula. Ia mencurigai Tatik yang sepertinya punya suatu rencana yang tidak ia ketahui.
Ghea tersenyum masam, sebenarnya ia sudah mencurigai Tatik sejak awal, terlebih lagi ia yang pertama mengetahui tentang kedudukannya di Jakarta. Ia pasti ingin mengambil keuntungan dengan pura-pura bersikap baik pada Ghea.
"Ini Ghe..... Cicipi ini, Enak loh!!" Ucap Tatik lagi sembari menyodorkan piring berisi mini clapertart kepada Ghea.
"Aku mau dong" celetuk Selly yang memang sangat menyukai cemilan yang satu ini. Namun belum sempat tangannya meraih clapertart itu, Tatik sudah menggesernya sedikit lebih jauh dari jangkauan Selly. Senyum ceria yang tadi terukir di bibir Selly seketika pudar. Di alihkannya pandangan ke arah Tatik, wanita itu nampak tak ramah memandang Selly, namun kemudian tersenyum lagi ke arah Ghea.
Ghea yang faham dengan situasi itu segera mendorong piring yang di sodorkan Tatik padanya, menolak dengan halus tawaran dari Tatik.
"Sorry.... Aku sudah kenyang" ucapnya. Wajah Tatik seketika berubah masam, ia letakkan piring itu sedikit kasar ke atas meja, lalu meraih minuman dingin miliknya.
__ADS_1
"Sell..... Ada clien yang mau bertemu sekarang. Dia chat aku, tapi aku tak bisa apa-apa tanpa kamu tau..... Temenin aku yah!!!" Ucap Ghea dengan nada merajuk manja yang ia lancarkan di depan Selly.
Wanita berambut lurus itu tertegun mendengar ucapan Ghea, ia sama sekali tak faham dengan maksud ucapan wanita yang berdarah blasteran itu.
"Pliisss!!!! kan kita rekan team" ucap Ghea lagi memohon.
Selly kian bingung dengan itu, ia garuk telinganya yang tak gatal, mungkin ada yang salah dengan pendengarannya.
Belum juga sempat menjawab, Ghea meraih dompet kecil miliknya, memasukan ponsel ke dalamnya, lalu menarik lengan Selly agar mengikuti dirinya.
"Sorry ya temen-temen..... Aku ada pekerjaan dadakan nih, maklum lah karyawan baru, amatir juga jadi ya tau sendiri lah" pamit Ghea sembari menyengir kuda kepada para kawan yang menatapnya heran.
Mendengar ucapan Ghea membuat Tatik mengernyitkan dahinya, kemudian menatap kedua wanita yang mulai menjauh dari meja mereka.
"Tat..... Bukannya kamu bilang kalo Ghea itu anak pimpinan AZK corp?? Kenapa dia bilang karyawan baru?" Teman lain menanyakan apa yang mereka dengar barusan.
"Tapi sungguh memang dia, lihat saja di google!!!" ujar Tatik sembari melirikkan mata ke arah ponsel yang tergeletak di meja.
Wanita itu segera meraih ponsel dan mencari info tentang AZK corp, dan yang ia dapatkan adalah zonk. Tak ada informasi apa-apa yang berkaitan dengan perusahaan besar dari Jakarta itu.
Ghea memang telah meminta Jeco untuk memblokade informasi tentang perusahaan mereka untuk sementara waktu, sebenarnya Jeco sangat senang dengan itu, hal itu bisa memberinya ruang lebih untuk bisa mengatur ulang informasi itu dan meyakinkan publik dengan informasi baru yang telah mereka rancang, namun Ghea tak menyadari akibat perbuatannya itu.
__ADS_1
"Nggak ada Tatik....." Keluh yang lain saat melihat layar ponselnya hanya berwarna putih. Ia tunjukkan ponsel mereka masing-masing.
Tatik melotot tak percaya, ia sungguh melihatnya tempo hari.
"Aku sungguh melihatnya, masa iya mata aku salah?" Keluh Tatik sembari merebut ponsel kawannya, mencari nama Ghea ataupun AZK corp. Tak ada informasi yang berarti, seakan berita itu tak pernah ada. Baru setelah itu Tatik menelan ludahnya yang terasa berat.
"Apa aku salah lihat?" ucap Tatik merasa telah melakukan kesalahan. Tatik menjambak rambutnya sendiri, merasa bodoh atas tindakannya.
Sedangkan Selly yang masih bingung hanya bisa mengikuti kemana Ghea membawanya, ia percaya jika Ghea tak akan berbuat jahat padanya. Wanita berambut pirang itu selalu berbuat baik pada Selly, bahkan atas bantuan Ghea ia bisa bekerja di perusahaan ternama sebagai sekretaris manager. Posisi yang bagus untuk karyawan pemula sepertinya.
Meskipun perusahaan itu baru membuka cabangnya di kota M, tapi Selly faham jika itu perusahaan besar yang akan sangat selektif untuk memilih calon karyawannya. Hanya karyawan berkwalitas yang bisa bekerja di perusahaan sebesar itu. Sebenarnya ia sedikit bingung tentang posisi Ghea di perusahaan itu, ia heran kenapa Ghea bisa dengan mudah memasukan Selly di perusahaan AZK corp, bahkan jabatan itu bisa di bilang bukan jabatan biasa.
Saat ia tanyakan hal itu kepada Ghea, wanita yang selalu tampil modis dengan pakaian sederhanya itu hanya tersenyum sembari berkata jika itu keberuntungan Selly. Meski terdengar tabu, Selly memilih diam dan tak mengintrogasinya lebih dalam. Mungkin Ghea punya alasan tersendiri untuk menampakkan apa yang ingin ia tunjukkan atau menyembunyikan apa yang ingin ia sembunyikan.
Ghea membawa Selly ke dalam mobil merahnya, tepat di kursi sebelah pengemudi. Lalu ia lihat wanita itu kembali ke dalam cafe. Selly tak tau apa yang hendak Ghea lakukan, tapi ia tak ingin bergeming dari sana. Mungkin ada sesuatu yang ingin Ghea lakukan tanpanya, itu yang Selly fikirkan. Hal simple yang membuat Ghea merasa nyaman untuk berteman dengan Selly. Rasa percaya dan juga kebebasannya yang tak pernah terganggu, ia bisa melakukan apapun tanpa membuat Selly mencurigai apapun yang ia kerjakan.
Tak butuh waktu lama untuk menunggu Ghea kembali ke mobilnya, ia lihat wanita berambut pirang itu membawa sebuah paperbag kecil yang ia tenteng dengan tangan kanannya. Mata Selly mengikuti gerakan Ghea yang mendekat ke mobil tempat Selly berada, memasukan diri ke dalamnya tanpa sedikitpun cacat. Begitu sempurna pergerakannya seakan sudah sangat hafal dengan gerakan itu.
Ghea letakkan paperbag yang ia tenteng di jok belakang mobilnya lalu menghidupkan mesin dengan segera.
"Lama ya.....???" Tanyanya pada Selly yang masih menatap Ghea dengan tatapan datar. Ia hanya menggelengkan kepalanya meski ada sedikit tanda tanya yang mengganjal di fikirannya.
__ADS_1
"Ini mobil siapa Ghe???" Tanya Selly setelah mobil merah itu mulai melaju di jalanan aspal yang masih sedikit ramai meski sudah tak macet.