Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 50


__ADS_3

"Ke.... Kemana dia pergi?" Tanya Leon menolehkan pandangan ke arah Selly pada akhirnya.


"Bertemu dengan seseorang" Jawab Selly singkat sembari menarik piring kecil berisi cake coklat kesukaannya.


"Si.... Siapa??" Leon masih belum bisa mengontrol dirinya, ia benar-benar khawatir sesuatu yang tak ia inginkan akan terjadi.


"Mantannya"


GLEKK


Seketika Leon termangu mendengar jawaban Selly.


"Mantan yang sudah menikah itu??" Tanya Leon mencoba memperjelas informasi. Matanya benar-benar membulat menuntut jawaban dari wanita di hadapannya.


Selly menganggukan kepalanya pasti sembari mengangkat kedua alisnya, membenarkan ucapan Leon barusan.


Leon hanya bisa menelan ludahnya kasar, ia tak menyangka jika Ghea yang ia kenal sebagai wanita elit nan elegant masih tertarik dengan lelaki dari masa lalunya, bagaimana bisa seorang Ghea punya selera rendahan semacam itu. Bahkan yang lebih parahnya lagi lelaki itu telah mempunyai sebuah keluarga sekarang ini.


"Apa ada masalah???" Tanya Selly yang masih asyik menikmati cake di hadapannya. Ia sendiripun merasa bingung dengan Ghea, sudah terpampang jelas di hadapannya, lelaki tampan nan tajir tapi masih mengejar Faruq yang sangat berbeda level dengan Leon.


Tak butuh waktu lama Ghea keluar dari sana, beberapa menit kemudian ia masuk bersama dengan seorang pria yang terlihat sangat gagah dengan sweater kombinasi abu dan biru dan bawahan celana hitam. Keduanya terlihat begitu bahagia, tertawa bersama layaknya pasangan sesungguhnya.


Leon mengepalkan tangannya, merasa geram dengan pemandangan itu, ia merasa di rendahkan oleh Ghea, bisa-bisanya ia malah memilih lelaki bersuami ketimbang dirinya.


"Apa pria itu yang bernama Faruq??" Tanya Leon mengarahkan pandangan kepada lelaki di sebelah Ghea.


"Ya..... Tak kusangka dua tahun tak melihatnya, ia tetap terlihat gagah dan keren bagai seorang mahasiswa" Selly sedikit terkagum dengan penampilan Faruq yang begitu mempesona.


"Eghem...." Leon berdehem, menyadarkan Selly dari lamunannya tentang Faruq. Wanita itu tergagap, merasa bodoh dengan tingkahnya barusan.


"Apa kamu mau bekerja sama denganku?" Tanya Leon mencoba bernegosiasi dengan Selly.

__ADS_1


"Untuk apa???" Tanyanya polos, ia mainkan sendok kecil tepat di piring berisi kue yang tinggal separuh.


Sebenarnya ia tak yakin dengan kerjasamanya dengan Leon, mau bagaimanapun ia akan membela Ghea dan tetap setia padanya, tapi ia ingin tau untuk apa Leon mengajaknya bekerjasama, hal baik kah? Atau buruk?. Sebagai teman yang baik tentu saja ia harus mengetahui semua tujuan Leon, setidaknya ia bisa berantisipasi atau berjaga jika Leon merencanakan hal buruk untuk Ghea, meski sebenarnya ia tak yakin Leon akan melakukan hal itu.


Leon tersenyum cerah, meraih cangkir kopi di hadapannya dan mendekatkan pada bibirnya.


"Mendapatkan Ghea...." ucapnya pasti sebelum akhirnya meneguk minuman yang masih mengepulkan asap panas tipis.


"Aaaa...." Selly hanya bisa membuka mulutnya, menganggukkan kepalanya berkali-kali, senyumnya getir. Sedari awal Selly memang sudah berniat menargetkan Leon untuk bisa ia miliki. Namun mendengar ucapan Leon barusan, Selly harus mengurungkan niatnya. Ia memang sudah menyadari akan begini jadinya jika ada di antara wanita cantik.


"Baiklah......" ucap Selly pada akhirnya, ia sedikit cemburu dengan Ghea sebenarnya, namun daripada melihat wanita yang telah menjadi teman dekatnya menjalin cinta dengan lelaki beristri, akan lebih baik jika ia membiarkan Ghea menjalin hubungan dengan Leon yang sudah jelas single.


"Lalu apa yang ingin kau tawarkan?" Lanjut Selly mempertanyakan kesepakatan mereka.


"Aku akan menaikan jabatan kamu di perusahaan" Jawab Leon sembari tersenyum manis. Ingin rasanya Selly mendekap wajah tampan itu ke dalam pelukannya.


"Jangan bersikap sok imut. Nanti aku baper" Gerutu Selly berterus terang, melihat tampang Leon yang dingin saja sudah membuat Selly klepek-klepek, apalagi harus melihat wajah manis Leon yang jelas alami tanpa pengawet, memabukkan.


Leon memberikan perintah kepada seseorang lewat ponsel di tangannya. Ia tatap Ghea yang duduk sedikit jauh dari dirinya. Membuatnya merasa iri.


"Harusnya aku yang duduk disana bersamamu Ghe....." Guman Leon merasa cemburu, ia alihkan pandangan ke arah lain, malas melihat kemesraan kedua orang yang sedang di dera kerinduan.


"Lalu..... Apa yang akan kamu lakukan pada hubungan kalian?" Tanya Ghea memandang segelas jus alpukat kesukaannya.


Faruq menarik nafas dalam, ia belai punggung tangan Ghea yang ada dalam genggamannya dengan ibu jari, mencoba menyalurkan rasa yang ingin ia ungkapkan dalam-dalam.


"Aku ingin kamu mengerti Ghe..... Aku sangat ingin bersamamu.... Tapi keadaan ini kian sulit sekarang. Aku bingung harus berpihak pada ego atau tanggung jawabku" ratap Faruq dalam hatinya.


"Entahlah...." Hanya kata itu yang akhirnya keluar dari bibir kelu milik Faruq. Entah mengapa mulutnya terasa sulit untuk berkata-kata. Tatapan sayu ia hempaskan menembus asap tipis dari secangkir kopi yang baru beberapa menit tersaji di atas mejanya.


"Alexa terlalu berambisi untuk hubungan kita??? Aku tak yakin bisa mengalahkannya dengan semua siasat yang sudah ia susun rapi sejak awal"

__ADS_1


Ghea terdiam, sungguh di luar dugaan, lelaki yang selama ini ia banggakan dengan kegigihannya bisa selemah itu sekarang.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita Fa????" Wanita itu mulai merasa putus asa dengan semua usahanya. Usaha untuk mendapatkan Faruq yang harus berakhir dengan rasa kecewa.


"Aku..... Aku bingung bagaimana harus menjelaskannya padamu"


"Cih....." Entah mengapa rasa muak dengan jawaban itu menguap begitu saja memenuhi rongga dadanya yang sudah penuh sesak dengan rasa kecewa.


"Apa kamu sudah mulai menyukai wanita itu??" Tanya Ghea dengan tatapan nanar.


"Tidak Ghe..... Aku sungguh masih mencintai kamu, tolong kamu mengerti" Faruq berkata serius, menggenggam erat telapak tangan Ghea, berharap wanita itu faham dengan posisi Faruq sekarang.


"Lalu apa yang kamu lakukan tempo hari di depan klinik Dr.Miko?" Ghea mencoba mengintrogasi lelaki di hadapannya.


DEG


"Kenapa Ghea bisa tau?" Pikir Faruq merasa heran.


"Aku..... Alexa sakit, jadi aku...." Faruq sengaja tak melanjutkan kata-katanya, ia tau Ghea akan marah jika ia berkata yang terus terang. Tatapan matanya ia alihkan ke sembarang arah, ia tak mau Ghea bisa membaca kebohongan lewat tatapan matanya.


Sementara di sudut yang lain.


"Bukankah itu Ghea??" Ucap seorang wanita.


......................


"Apakah urusan ini begitu penting sampai harus serahasia ini?" Tanya pak Morgan pada sopir pribadinya.


"Bu Cristine berkata begitu pak. Pak Jimmi akan membahas suatu hal penting bersama anda, beliau sudah menunggu anda di villa Permata" Jawab sang supir menatap tuannya lewat spion tengah dalam mobilnya.


Morgan menghela nafasnya.

__ADS_1


"Lagi-lagi wanita itu, aku curiga dia akan melakukan sesuatu, tapi sepertinya akan aman jika aku bersama supirku" Gumam Morgan dalam hatinya.


__ADS_2