Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 25


__ADS_3

Leon segera membuka jas berwarna biru langit miliknya. Ia dudukan tubuhnya bersandar pada kursi kerja empuk berwarna abu tua.


"Kenapa anda mabuk tuan? Sudah lama anda tak pernah seperti itu" Tanya Jack yang merasa sedikit heran dengan kebisaan Leon yang mulai berubah akhir akhir ini.


Leon hanya menghela nafasnya pelan.


"Aku mencari anda kemanapun tuan muda, tapi tidak menemukan sedikitpun jejak, untung saja ada seorang wanita yang menemukan anda dan pihak kepolisian menghubungi kantor kita" jelas Jack panjang lebar saat atasannya itu hanya terdiam.


"Apa..... Seorang wanita....." Tanya Leon membelalakkan mata ke arah asistennya.


Jack mengangguk dengan tatapan tanda tanya yang tersorot dari matanya.


"Siapa??" Tanya Leon lagi.


"Bukankah Dia teman anda? Wanita itu berkata begitu tuan" Jelas Jack sambil mengernyitkan dahinya.


"Siapa namanya?" Tanya Leon lagi.


"Ghea.... ya.... sepertinya namanya Ghea" Jack sedikit berusaha mengingat nama yang baru pertama ia dengar itu.


"Apa....???" Leon seakan tak percaya dengan apa yang di dengar.


"CEO perusahaan AZK Corp??" Tanya Leon.


"Ya..... Wanita itu menyebut tentang perusahaan AZK Corp kepada kepala polisi" Jack berkata dengan sumringah.


"Dia tinggal di Jakarta..... 3 hari yang lalu aku menemuinya di perancis," Leon sedikit membuka memorinya beberapa hari lalu saat bertemu dengan Ghea.


Leon menyelipkan dagunya di sela ibu jari. Keningnya sedikit berkerut.


"Mungkin dia ada pekerjaan di sini" Ujar Jack tak merasa janggal sedikitpun.


"Tolong kirimkan undangan ultah perusahaan ke email Ghea katakan jika aku mengundangnya secara khusus, Jadi dia harus datang" Ucap Leon sambil tersenyum bangga.


"Baik tuan muda"


......................


"Sayang.... Kamu sudah pulang??" Tanya Alexa berbosa basi saat melihat suaminya memasuki rumah.


"Apa hari ini dia berangkat??" Tanya Faruq sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Siapa???" Tanya Alexa bingung.

__ADS_1


"Wanita itu yang kemarin memasak" Tanya Faruq sambil terus mencari ke ruang dapur, tangannya sibuk membuka kancing lengan dan juga dasi yang ia kenakan.


"Tidak, petugas lain yang di jadwalkan untuk membersihkan rumah ini" Jawab Alexa lesu, ia tak mengira jika suaminya tidak sedikitpun memiliki rasa kepadanya, ia lebih tertarik kepada wanita cleaning servis itu ketimbang dirinya.


"Besok kau telfon aja pihak PT, Kita pakai yang kemarin saja, siapa namanya?" Faruq berlagak lupa, padahal ia belum tau nama wanita itu.


"Ana" Jawab Alexa ketus.


"Ya dia" Jawab Faruq sumringah.


"Oh ya.... Ada undangan dari perusahaan YUC untukmu" ucap Alexa sumringah ketika mengingat sebuah kertas undangan yang ia dapatkan di kotak surat siang tadi.


Alexa buru-buru meraih sebuah undangan dengan kertas berwarna coklat yang tergeletak di atas meja tengah. Lalu memberikannya pada Faruq yang masih berdiri di depan pintu dapur.


Faruq menerima undangan itu, tanpa membuka undangan itu sedikitpun dirinya segera berlalu dari tempatnya berdiri.


"Fa..... " Panggil Alexa sedikit keras.


Lelaki berbadan tinggi itu menghentikan langkahnya tepat sebelum ia memasukan kunci ke dalam lubang pintu.


"Aku mendapatkan undangan yang sama, ayo kita pergi kesana bersama" Ujar Alexa yang sudah sangat senang dengan undangan resmi seperti itu.


Senyum mengembang begitu indah dari bibir Alexa, matanya yang sipitpun menampakkan kemilau binar dari matanya.


Ah..... Jawaban itu lagi yang Alexa dengar di telinganya. Senyumnya seketika pudar.


"Ta.... Tapi aku ingin pergi bersamamu" Pandangan sayu ia tujukan pada lantai kramik bercorak granite di bawah kakinya.


"Aku ada acara dengan rekan-rekan kerjaku yang lain" Jawab Faruq sambil memasukkan kunci pada lubang di sisi pintu.


"Ah.... Kau selalu saja seperti itu, menghindari semua hal tentangku" Keluh Alexa.


"Memang itu tujuanku" jawab Faruq datar sambil menggelamkan tubuhnya ke balik pintu kamar.


"Lelaki itu...... Harus dengan apa aku menaklukkannya" Geram Alexa membelai pipi cubby nya.


......................


Suara riuh dalam pesta sudah terdengar jelas dari pertama Ghea menginjakan kaki di gedung besar tempat Leon mengadakan pestanya.


Ghea menghampiri meja tamu dan menyerahkan kertas undangan kepada pria yang duduk disana.


"Ghea...." Ucapnya.

__ADS_1


"Anda.... Anda sudah di tunggu tuan muda di ruangannya, Mari saya antar"Ucap pria itu sambil berjalan mendahului Ghea.


Ghea memilih diam dan tak berkomentar. Ia berjalan mengikuti pria itu menuju sebuah ruangan yang tidak jauh dari pintu utama.


TOK TOK TOK


Pintu di ketuk dengan sedikit keras.


"Masuk!!!" Jawab seseorang dari dalam.


Pria di hadapan Ghea segera membuka pintu dan mempersilahkan Ghea masuk.


Leon yang melihat Ghea segera bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita yang terlihat sangat anggun dengan dress panjang berwarna navi.


"Hai..... Nona Ghea" Sapa Leon yang terlihat sangat tampan dengan setelan jas black navi yang begitu serasi dengan dress milik Ghea.


"Mari kita pergi ke lantai pesta bersama" ucap Leon dan langsung mengulurkan tangannya untuk Ghea.


Ghea hanya tersenyum dan meraih uluran tangan itu. Mereka berdua berjalan bersama ke arah ruang utama tempat pesta berlangsung. Semua mata tertuju pada keduanya yang terlihat sangat serasi.


"Mereka semua memperhatikan kita" Ucap Ghea setengah berbisik.


"Tak apa..... Aku akan berhutang budi padamu karena ini" Jawab Leon tersenyum manis ke arah Ghea.


"Apa yang kau fikirkan???" Tanya Ghea yang tak bisa mencerna ucapan Leon dengan sempurna.


"Jadilah pasanganku malam ini. Pliss...." Ucap Leon menampakkan keseriusan ucapannya.


"Aku sedang ada permasalahan rumit tentang kisah cintaku, itulah mengapa aku mabuk tempo hari" Leon kian serius dengan ucapannya.


"Bantu aku..... aku tak boleh terlihat lemah karena masalah ini" Leon tersenyum menatap Ghea yang berjalan tepat di sampingnya.


Wanita dengan riasan sederhana itu memutarkan bola matanya sambil tersenyum simpul. Ia tak punya pilihan lain sekarang, semua orang sudah melihat mereka. Akan menjadi gunjingan besar jika Ghea tiba-tiba pergi dari sisi Leon.


"Baiklah baiklah....." Jawab Ghea datar dan di sambut dengan senyuman manis dari Leon.


Keduanya berjalan menuju panggung kecil yang sudah di siapkan oleh pihak panitia. Keduanya mendapat sorak sorai dari para tamu yang hadir. Leon merasa sangat bangga saat ini, ia tak bisa membayangkan ekspresi wanita yang telah mengecewakannya tempo hari.


Setelah mengucapkan sedikit sambutan acara tiup lilin dan juga potong kue pun dimulai. Dengan setia Ghea menemani Leon dengan semua rangkaian acara yang sudah di susun. Ia hanya merasa iba dengan nasib Leon, sama-sama mendapat pengkhianatan dari seseorang yang sangat berarti di hidupnya. Miris memang.


Tanpa Leon dan Ghea sadari, ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka. Tatapannya begitu nanar kepada keduanya. Giginya bergemelutuk menatap kehangatan keduanya, nampak jelas sekali ada cemburu yang menyelimuti hati lelaki itu.


Di tatapnya lekat-lekat wajah Ghea yang terlihat cantik di bawah sorot lampu hias di atasnya.

__ADS_1


__ADS_2