Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 69


__ADS_3

"Lagian kamu tak tau apa yang sebenarnya terjadi antara aku Ghea dan juga Alexa. Rumit." Keluh Faruq mencoba meluluhkan hati Selly.


"Gini saja.... Aku ingin tau dimana Ghea sekarang??? Sudah beberapa hari ini dia menghilang tak ada kabar." Faruq menatap serius wanita di depannya.


Selly tercengang.


"Apa kamu juga kehilangan kabar Ghea?" Mulut Selly menganga, merasa senasib dengan Faruq.


Lelaki dengan jamper abu itu mengangguk mantap.


"Aku juga iya..... Tapi Leon sedang mencari Ghea, jadi kamu nggak usah khawatir." Selly tersenyum lagi.


"Kemana??" Tanya Faruq datar, merasa dongkol dengan ucapan Selly tentang Leon.


"Ke Jakarta, dia kan tinggal di sana sekarang. Kita mana mampu mencari Ghea kesana, mahal." Jawab Selly dengan raut muka datar.


"Aku tau itu." Faruq merasa kesal dengan ucapan Selly barusan. Ia tak mengira jika teman kuliahnya, benar-benar telah memihak lelaki konglomerat itu.


"Cepat katakan apa yang Leon katakan padamu!!!"


Selly terdiam.


"Tolong......!!" Faruq menyatukan kedua telapak tangannya di depan muka, memohon kepada Selly dengan sungguh-sungguh.


"Kamu akan tercengang mendengar ini." ucap Selly memperingatkan.


Faruq kian terkejut dengan ucapan Selly.


"Apa kamu sudah tau jika Ghea itu bukan berasal dari keluarga biasa saja?" Selly mencoba mencari tau keseriusan Faruq tentang ucapannya.


"Maksud kamu???" Faruq mengernyitkan dahi.


"Dia anak keluarga ssuuuuppppeeerrr kaya.... Bahkan lebih kaya dari Mr.Leon." jelas Selly begitu serius.


"Cih......" Faruq berdecak. Merasa jika kawannya itu sedang membual.

__ADS_1


"Apa yang kau bicarakan???" Faruq terkekeh menanggapi ucapan Selly yang terdengar tak masuk akal.


"Apa jangan-jangan karena ini kamu mengejar Ghea dan ingin melepaskan Alexa???" Selly terus saja mengintrogasi teman satu angkatannya itu. Tatapan tajam ia hunuskan ke arah mata Faruq yang kian bingung dengan maksud ucapan Selly.


"Ha.... Ha......" Faruq tertawa kaku, mengejek semua ucapan Selly yang tak bisa di cerna oleh otaknya.


"Jelaskan yang betul Selly......!!! Aku sama sekali tak faham dengan semua ucapanmu itu!" Faruq mulai kesal dengan percakapannya dengan Selly.


"Kamu tau AZK Corp???" Selly mendekatkan muka ke arah Faruq.


Lelaki yang biasa bersikap dingin itu menghela nafasnya kasar.


"Apa lagi yang kau bicarakan??? Semua orang tau perusahaan itu, peresmiannya di Jakarta bikin geger seantero kota dengan kemeriahan yang tak tertandingi." Jawab Faruq dengan malas.


"Ghea pemiliknya."


Faruq yang semula acuh, langsung memandang Selly dengan tatapan tajam penuh tanda tanya. Tapi sedetik kemudian Faruq tertawa cukup kencang, sampai-sampai banyak orang yang mengalihkan pandangan padanya.


"Apa yang kau bicarakan dari tadi Sell...." Faruq memegangi perutnya yang seketika terasa sakit oleh efek tawanya.


"Kamu sakit???" Faruq menempelkan punggung tangannya di kening Selly.


"Atau kamu sedang mabuk???" Faruq masih saja tertawa. Namun tawa itu terhenti ketika Selly menunjukkan sebuah video dalam ponsel miliknya.


Faruq buru-buru merebut ponsel itu, memperhatikan seseorang dalam video, wajah yang tak pernah asing baginya.


"Ghea....." mulut Faruq menganga, berkonsentrasi dengan isi berita yang sedang di siarkan dalam video.


Selly menaikan bola matanya, merasa puas bisa menjejal tawa ejekan Faruq dengan berita nyata yang jelas ia lihat.


Berulang kali Faruq mengalihkan pandangan ke arah Selly, seakan bertanya tentang keseriusan berita itu. Selly hanya mengangguk menanggapinya, seakan tau maksud pandangan Faruq.


Faruq hanya terdiam mematung, merasa bingung bagaimana harus berekspresi.


Kaget? tentu saja ia kaget dengan berita yang sungguh di luar dugaannya itu. Malu? ya tentu saja, sekarang ia tak berani mendekati Ghea karena statusnya. Tapi tidak juga, bukankah sekarang Ghea sudah tidak sekaya itu. Kasihan, Faruq ikut sedih membayangkan Ghea yang harus kembali pada kehidupannya yang dulu.

__ADS_1


Tapi Faruq jadi berfikir, apa berita itu sungguh benar??? Ia tak tau banyak tentang seluk beluk keluarga Ghea meski mereka pernah sangat dekat sejak kuliah.


Lalu tanpa sepatah katapun Faruq beranjak begitu saja dari tempat duduknya. Meninggalkan Selly yang hanya bisa memandang kepergian Faruq dengan kedua alis yang terangkat.


Selly sendiri juga begitu kaget mengetahui kenyataan tentang Ghea. Ia tak tau jika Ghea telah membohonginya selama ini, berkata jika dirinya hanya bekerja di perusahaan biasa. Juga tentang mobil yang berkata jika itu hanya mobil rental.


Selly menggelengkan kepala sembari menghela nafas. Menyadari kebodohannya yang tak tau tentang Ghea. Mungkin Ghea memang ingin mencari kawan sejati setelah ia merasa dikecewakan oleh sahabat lamanya, Alexa.


......................


"Permisi Mr.Leon. Semua data tentang nona Ghea Morgan tidak di temukan di internet. Tak ada sedikitpun jejak disana. Kita harus menggunakan strategi lain." Jack yang baru saja masuk ke ruangan Leon langsung menjabarkan masalah yang sedang di hadapinya.


"Bagaimana bisa????" Leon mendelikkan matanya.


"Mana mungkin perusahaan sebesar itu tak mempunyai data komplit tentang penerus kepemilikan dan silsilah keluarga besarnya?" Leon mengalihkan pandangan kosongnya ke arah lantai marmer di kantornya, memainkan kedua bibirnya mencoba berfikir sesuatu tentang hal itu.


"Apa kamu tak mencium sesuatu yang mencurigakan?" Leon menatap lelaki yang selalu setia berada di sekeliling Leon itu.


Jack menghela nafasnya.


"Tentu saja tuan. Tapi kita tak bisa berbuat apa-apa jika tak punya bukti yang kongkret." Jelas Jack menatap serius tuan mudanya.


Leon mengalihkan pandangan lurus ke depan. Menatap kosong mencari jalan keluar yang tepat.


"Saya menemukan jika tuan Morgan, dahulu pernah menikah dengan seorang wanita desa, tapi tak di sebutkan dengan detail tentang wanita itu, karena pernikahan mereka tak di terima oleh keluarga tuan Morgan sendiri. Lalu dengan nyonya Cristine, dia berasal dari keluarga biasa saja yang akhirnya di nikahi oleh tuan Morgan, nyonya Cristine ini menjadi istri kedua tuan Morgan, karena pernikahan pertamanya ternyata belum ada tanda perceraian yang sah secara hukum." Jelas Jack panjang lebar.


Leon hanya manggut-manggut mendengar penjelasan asistennya. Mencerna semua yang ia dengar lewat telinganya.


"Lalu penerus sekarang Roy itu bukan anak kandung tuan Morgan. Dia anak tiri yang di bawa oleh nyonya Cristine."


Leon kian manggut-manggut mendengar itu. Seketika jelas ada sesuatu yang tidak beres dalam masalah ini.


"Sepertinya kita harus menyelidiki hal ini dengan lebih serius Jack. Aku paling tak suka dengan perebutan kekuasaan seperti ini." Leon mengernyitkan dahi. Berfikir keras untuk rencana yang harus ia susun untuk menaklukkan lawan mainnya.


"Kita harus mencari bukti dulu jika nona Ghea memang betul anak kandung dari tuan Morgan." Jack kembali mengingatkan tuan mudanya.

__ADS_1


Leon memainkan jari jemarinya di atas meja.


"Ya betul.... Kamu harus cari info tentang itu Jack!!" Tatapan tajam Leon hunuskan ke arah kaca gedung. Menatap musuh yang bahkan belum pernah ia jumpai sebelumnya.


__ADS_2