Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 21


__ADS_3

"Dimana mereka?" Tanya Faruq setelah beberapa langkah melewati Alexa. Mata elangnya menjelajah ke seluruh ruang tamu dan juga dapur.


Sejenak Alexa terheyak dengan pertanyaan Faruq. Amarah dan rasa sedih seketika beradu dalam rongga dada Alexa. Namun ia memilih untuk diam dan tidak berkomentar apapun.


"Mereka ada di teras belakang" Jawab Alexa pelan sambil menunjuk sebuah pintu kaca di samping ruang TV.


Dengan langkah cepatnya Faruq menghampiri dua orang yang terlihat sedang duduk santai sembari memainkan ponsel masing-masing. Ia berharap ada wajah yang ia kenal dari kedua orang itu.


"Hey kalian...." Sapa Faruq pelan.


Kedua orang itu nampak sedikit kaget dan segera memasukkan ponsel ke saku mereka masing-masing.


"Iya.... Pak Faruq...." Jawab seorang lelaki dengan seragam kerjanya.


Terlihat jelas jika kedua orang itu sangat gugup mendapati Faruq berdiri tepat di hadapannya untuk pertama kalinya.


"Tak usah terlalu gugup begitu, bukankah jam kerja kalian telah usai?" Ucap Faruq dengan tersenyum ramah. Matanya masih saja menatap seorang wanita yang tidak ia ketahui siapa.


"Kenapa bukan Ghea.... Apa mereka suruhan Ghea??" Faruq kian penasaran dengan identitas kedua orang itu.


"Aku akan mengajak kalian makan.... sebagai tanda perkenalan dariku" Tawar Faruq pada mereka berdua.


Keduanya menyanggupi tawaran Faruq dan segera bergegas mengikuti Faruq menghampiri mobilnya.


"Apakah kamu masak ayam goreng hari ini?" Tanya Faruq kepada Alexa yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu teras.


"Ti... Tidak...." Jawab Alexa sedikit gugup.


"Baiklah.... aku akan mengajak mereka makan, ada sesuatu yang harus aku selesaikan" Ucap Faruq sambil berlalu.


"Kamu bisa pesan gofood untuk makan malam" Lanjut Faruq tanpa menoleh pada istrinya.


"Ya...." Lirih Alexa.


"Kenapa sok peduli begitu, biasanya juga nggak pernah peduli aku makan apa nggak" Gerutu Alexa sambil kembali menghampiri sofa tempat ia duduk beberapa menit yang lalu.


Alexa termenung menerka hal yang terlihat genting itu.

__ADS_1


"Apakah Faruq kehilangan sesuatu sampai ia harus mengintrogasi keduanya?" Tebak Alexa.


Tapi tebakannya seketika terbantahkan ketika ia mengingat jika hanya Faruq yang miliki kunci kamarnya. Dan Faruq pula yang selalu membersihkan sendiri kamar pribadinya. Benar-benar tak ada seorangpun selain Faruq yang bisa masuk ke sana termasuk dirinya.


"Apa yang ingin di sampaikan Faruq kepada mereka???" Alexa mulai menerka kemungkinan lain, ini semakin ganjil mengingat Faruq adalah lelaki yang berikap masa bodoh dan tak pernah peduli dengan urusan orang lain kecuali hal itu penting baginya.


"Apa aku harus menyelidiki ini?" Pikir Alexa.


......................


"Selamat pagi bu Alexa" Sapa seorang cleaning servis yang memang selalu datang ke rumah Alexa setiap harinya.


Alexa yang sudah menunggu di teras rumah sambil membaca majalah fashionnya langsung berjalan menghampiri dua orang yang berdiri di depan gerbang berwarna hitam miliknya.


"Siapa yang kamu bawa? Ana bukan?" Tanya Alexa memastikan. Ghea memang memperkenalkan dirinya sebagai Ana si cleaning servis. Matanya menatap Ghea dengan cukup intens. Ia ingin memastikan jika wanita itu adalah Ana.


"Iya..... Saya bersama Ana" Ucap lelaki itu sambil menganggukkan badannya.


Ghea tersenyum ramah sambil menampakkan mukanya yang sedari tadi di pertanyakan oleh Alexa.


Wanita yang masih membalut dirinya dengan piyama berwarna pink itu mendudukkan dirinya di sofa tamu.


"Ana..... Nanti siang kamu harus memasakan menu yang pernah kamu buat itu ya!!!" Pesan Alexa.


"Baik...." Jawab Ghea dengan sopan.


Ghea yang berdiri bersebelahan dengan rekan kerjanya tersenyum manis sambil membungkukkan badannya ke arah Alexa yang duduk santai di sofa.


Setelah faham dengan instruksi dari pemilik jasa, keduanya segera berlalu dari ruang tamu dan bersiap untuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, hari sudah mulai sore, langit yang berwarna biru cerah di atas atap rumah mulai memudar, berganti dengan mega kemerahan.


Ghea masih sibuk di dapur menyiapkan makanan yang di minta oleh Alexa. Ketika tiba-tiba Faruq sudah berdiri di depan pintu, menatap Alexa yang sedang asyik menonton acara TV favoritnya sambil menikmati setoples kripik.


Seketika wajahnya pucat pasi melihat suaminya yang terbiasa pulang malam malah kini pulang lebih awal tanpa ia ketahui.


"Fa.... Faruq....." Pekik Alexa seakan melihat hantu di hadapannya.

__ADS_1


Lelaki dingin itu hanya diam tanpa ekspresi sedikitpun. Tatapan matanya tajam tapi tak bertujuan.


"Kamu sudah pulang???" Lanjut Alexa dengan suara yang bergetar hebat.


"Kenapa kamu begitu terkejut ketika melihat aku pulang. Aku tak akan mengomentari semua yang kau lakukan" Ucap Faruq berusaha memberikan ketenangan pada Alexa.


"Itu.... Anu....." Ucapan Alexa tersendat-sendat tak jelas, bibirnya berdecak beberapa kali, seakan mencari kata-kata yang tepat untuk ia ucapkan.


SREEENNGGG


Belum juga Alexa melanjutkan ucapannya, keduanya di kejutkan dengan suara minyak beradu dengan sesuatu yang basah di dapur.


Keempat bola mata itu menoleh ke arah dapur sekilas sebelum akhirnya saling tatap. Alexa merasa begitu panik kala itu, ia takut Faruq tau semua yang ia lakukan selama ini. Semua hanya kebohongan untuk menarik simpati dari suaminya.


Faruq begitu terkejut saat mendengar suara dari dapur, padahal Alexa ada di ruang tamu bersamanya, ia mencium aroma yang janggal disini.


Buru-buru Lelaki tinggi itu menghampiri dapur dengan tanda tanya besar yang menggantung di atas kepalanya.


"Stop.... Kamu tak boleh kesana" Cegah Alexa yang masih bisa mengeluarkan jurus jitu untuk menghentikan pergerakan Faruq.


"Siapa yang ada di dapur?" Tanya Faruq ketus. Sudah sangat jelas jika wanita yang menjadi istrinya itu telah membohonginya selama ini. berdalih mengatakan ia memasak untuk Faruq, padahal itu di masak oleh orang lain.


"Ah.... Bukan siapa-siapa kok" jawab Alexa sambil menunjukkan sederet gigi putih miliknya.


Meski sudah tersenyum lebar, namun Faruq masih bisa melihat kepanikan di raut muka Alexa.


Tanpa ragu Faruq memberikan tatapan tajam pada Alexa sebelum akhirnya ia melangkah ke dapur.


Entah mengapa jantung Faruq berdetak kencang kala ia mulai melangkah memasuki ruang dapur yang tertata rapih dengan marmer hitam untuk alas meja dapur dan juga lemari putih yang begitu elegant.


Di lihatnya seorang wanita dengan seragam cleaning servis sedang menggoreng ayam di atas kompor, juga ada sebuah wajan berisi sambal goreng yang sudah hampir matang.


Sejenak Faruq termangu di ambang pintu, sembari memperhatikan gerakan wanita itu yang terlihat lincah memainkan alat-alat dapur.


Faruq tatap wanita itu dengan cukup jeli, Ia sangat faham dengan postur tubuhnya, juga gerakan-gerakan simple yang memang Faruq ingat dari Ghea. Cara ia meniup makanan yang hendak ia cicipi, juga tentang bagaimana ia meletakkan spatula, sendok juga pisau. Semuanya terlihat sangat mirip dengan Ghea.


Melihat hal itu membuat jantung Faruq berdetak kian hebat.

__ADS_1


__ADS_2