Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 35


__ADS_3

Lelaki dengan wajah tampan itu hanya bisa pasrah atas keputusan ayahnya, ia tak ingin membebani lelaki tua itu dengan berbagai masalah. Daren memilih untuk mencari cara lain untuk mengatasi ini ketimbang mempertaruhkan kerukunan yang sedang di usahakan Morgan untuk keluarga kecilnya.


"Baiklah pah...." ucap Daren lagi sambil menuntun Morgan menaiki satu persatu anak tangga yang mulai terasa berat untuk ia tapaki.


Di belakang mereka, Cristine tersenyum puas bisa menang melawan anak ingusan yang mulai berani berperang melawannya.


......................


Seperti biasa, di sore hari yang cerah Alexa nampak sedang asyik bercengkerama dengan kawan-kawan sosialitanya sembari menikmati beberapa cemilan dan juga minuman di sebuah cafe.


Tawa mereka begitu renyah membahana ke seluruh ruangan.


"Eh..... Lihat lihat..... Bukankah itu Leon..... CEO perusahaan YUC....." ujar seorang wanita memandang seorang lelaki yang duduk sendiri di sudut cafe. Alexa ikut mengalihkan pandangannya ke arah Leon. Ya memang lelaki itu menarik sekali, tapi Alexa sudah pesimis duluan jika harus berjuang mendapatkannya, tingkat kehidupan mereka sangat jauh berbeda. Jadi ia nikamati saja pemandangan indah di depannya itu sembari menghalu cantik.


"Iya...... Duh... tampan banget ya dia......" Ujar yang lain.


"Aku mau minta foto ah sama dia" Yang lain menambahi sembari bangkit dari kursi duduknya. Wanita lain yang masih single juga tak mau kalah, ia segera menyusul teman yang satunya menghampiri Leon yang sibuk dengan gadget miliknya.


Alexa yang melihat kelakuan teman-temannya hanya bisa menepuk dahinya, ia tak tau jika kawannya bisa sebar-bar itu di depan cowok tampan pujaan semua wanita.


"Hay Mr.Leon...."


Lelaki berpawakan tinggi dengan badan ramping dan dada bidang itu menoleh, memperhatikan ketiga gadis yang berdiri berjejer di sebelahnya.


"Ya......" Sahutnya ramah.


"Kami mau minta foto bareng dong....." Ucap seorang wanita dengan sedikit genit.


Leon memang bukan seorang artis atau publik figur, tapi kekayaan yang melimpah membuatnya terkenal di seantero negeri, apalagi statusnya yang masih single membuatnya kian terkenal apalagi di kalangan para wanita yang sedang mencari calon pemimpin keluarga.


Sebagai lelaki yang baik dan ramah, Leon tak pernah sekalipun menolak permintaan orang-orang yang ingin berfoto bersamanya. Ia sangat sadar diri tentang hal itu, jika hanya dengan berfoto bersamanya bisa membuat seseorang senang, pasti akan ia lakukan. toh itu hal simple yang bisa dengan mudah ia lakukan, hanya tersenyum dan menghadap kamera. Siapapun bisa melakukannya.

__ADS_1


"Boleh....." Jawab Leon ramah sambil meletakkan ponsel di tangannya.


"Kyaaa......" Pekik ketiganya merasa sangat senang, lalu satu persatu dari mereka mulai mendekat ke arah Leon dan berpose secantik mungkin. Mereka berfoto dengan banyak gaya secara bergantian.


"Boleh minta nomor ponselnya nggak?" Tanya seorang di antara ketiganya.


"Boleh......" Jawab Leon sambil mengulurkan tangannya meminta salah satu ponsel mereka untuk mencatatkan nomornya.


Ketiganya terbelalak saking senangnya, ia tak mengira jika Leon akan sebaik itu pada mereka, biasanya banyak publik figur yang akan menolak permintaan mereka yang satu ini, berbeda dengan Leon. Mungkin setelah ini ketiganya akan kian mengidolakan lelaki yang satu ini.


Salah seorang dari mereka menyodorkan ponselnya, lalu Leon mencatat nomor asisten pribadinya di ponsel itu.


"Maafkan aku Jack....." Gumam Leon dalam hati.


Ia memang selalu melakukan ini, lebih baik ketimbang menolak permintaan mereka. Apalagi si jack juga single, mungkin ia akan senang mendapat nomor cewek-cewek cantik untuk bisa menemukan jodohnya.


"Selamat sore Mr.Leon....." Ucap seorang wanita cantik yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat mereka.


"Oh Nona Ghea..... Anda sudah tiba rupanya" Ucap Leon seketika menyapa rekan bisnisnya yang baru.


Tatik menatap Ghea dengan tatapan penuh keterkejutan, begitu pula dengan Ghea yang juga tertegun melihat salah satu teman kuliahnya berada di sana.


"Ghea......" Pekik Tatik. Begitu juga dengan Alexa yang sedari tadi memperhatikan ketiga kawannya dari jauh. Jantungnya berdegup kencang seketika, ini pertama kalinya ia melihat sahabatnya setelah sekian tahun tak pernah berjumpa.


"Betulkan itu Ghea?" Pekik teman yang lain membuat Alexa sedikit menundukkan pandangannya, ia tak ingin bertemu dengan Ghea untuk sekarang ini. Alexa belum menyiapkan rencana apapun, akan kacau jika semua tak bisa ia kendalikan.


"Ghea terlihat berbeda sekali dengan yang dulu, sepertinya dia menjadi lebih baik" ujar yang lain.


"Ah mungkin tidak..... Ia memang suka berpenampilan layaknya orang kaya, padahal sebenarnya tidak" Sanggah wanita lain yang duduk di sebelah Alexa.


Alexa enggan untuk berkomentar, ia sudah sibuk dengan fikirannya sendiri.

__ADS_1


"Eeee..... Saya mengantar pimpinan untuk menemui anda Mr.Leon...." Ucap Ghea seketika sembari menodongkan ibu jarinya ke arah lelaki di belakangnya yang tak lain adalah Jeco, asisten pribadi Ghea.


Raut muka Leon seketika berubah, begitu juga dengan Jeco yang merasa bingung dengan ucapan Ghea.


Ghea menoleh ke arah Jeco dan mengerlingkan matanya, mengkode sesuatu tanpa kata-kata.


Jeco segera mendekat ke arah Leon dan menjabat tangan lelaki itu. Leon hanya bisa membalas jabat tangan itu sembari mencerna mentah-mentah drama yang tidak pernah ia baca skenarionya.


"Tatik...." Pekik Ghea seketika setelah kedua lelaki itu duduk di kursi yang telah mereka pesan.


"Hay....." Jawab Tatik merasa senang bertemu dengan Ghea, keduanya berpelukan sebentar. Lalu mulai menanyakan kabar satu sama lain.


"Selesaikan dulu pekerjaanmu, aku menunggumu di meja sana ya....." Ucap Tatik menunjuk sebuah meja di sudut yang berbeda. Ghea melihat ke arah sana, matanya seketika tertuju pada wanita yang nampak menundukkan kepalanya ke bawah meja. Ia tersenyum kecut.


"Baiklah.... Aku akan kesana jika urusanku sudah selesai" Jawab Ghea kemudian.


Lalu keduanya berpisah, Ghea mendudukkan dirinya di kursi kosong yang tersedia disana.


"Yang barusan itu apa???" Tanya Leon Bingung.


"Bukan apa-apa" Jawab Ghea tersenyum menatap kedua orang yang duduk di satu meja bersamanya.


"Apa kamu kenal dengan mereka?" Tanya Leon lagi yang merasa penasaran dengan tingkah Ghea.


"Sudahlah..... Jangan sampai mereka tau tentang aku" ucap Ghea merasa khawatir.


"Oh My god..... Apa mereka tidak tau siapa dirimu yang sebenarnya?" Leon menutup mulutnya yang menganga sambil menggelengkan kepalanya.


Ghea hanya tersenyum sambil menyodorkan map yang di bawa oleh Jeco.


"Bagaimana bisa mereka tak mengetahui identitasmu...." Leon merasa heran dengan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2