Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 41


__ADS_3

"Apa maksudmu..... Bukankah kalian baik-baik saja?" mata ciut milik Bu Jasmin seketika membulat seakan tak percaya dengan indra pendengarannya.


Alexa menganggukkan kepalanya pelan, lalu ia tatap lantai keramik bermotif abstrak di bawah kakinya.


"Sepertinya ada orang ketiga di antara kami bu....." Butiran bening mulai menetes dari sudut mata Alexa. Hidungnya terasa pengar seketika.


"Siapa????" Jasmin mendekatkan duduknya ke arah Alexa, ingin memberikan sedikit ketenangan dan suport batin untuk menantu yang baru empat bulan ini resmi menjadi keluarganya.


"Namanya Ghea....." Jawab Alexa dengan suara parau.


"Tunggu.... tunggu....." bu Jasmin menghentikan ucapan Alexa, telapak tangannya ia lebarkan di depan muka Alexa yang mulai sembab oleh air mata.


"Sepertinya aku pernah dengar nama itu?" Ujar bu Jasmin yang merasa tak asing mendengar nama Ghea. Ia sering mendengar nama itu dari Faruq saat masih di bangku perkuliahan.


"Ghea..... Ya.... Dulu Faruq punya kekasih bernama Ghea, tapi semenjak ia selesai kuliah ibu tak pernah mendengar nama itu lagi, seakan menghilang tak berjejak" jelasnya sambil mengingat memorinya dua tahun lalu.


"Iya..... Ghea adalah masa lalu Faruq, dia ingin menghancurkan Faruq lagi bu. Faruq terlalu mencintai wanita itu sampai ia tak mempedulikan sekeliling. Ghea itu bisa memperbudak Faruq sampai putramu bisa bertekuk lutut di bawah kakinya" Jelas Alexa dengan geram.


"Jadi wanita itu......" Jelas sekali wanita tengah baya itu berusaha mengingat detail wajah Ghea yang masih melekat pada memori otaknya.


"Apa ibu pernah berjumpa dengannya?" Tanya Alexa sedikit penasaran.


"Ya.... Pernah....." Ia sandarkan tubuhnya yang lelah pada bagian belakang sofa tempat ia duduk.

__ADS_1


"Dulu wanita itu sering datang kesini setiap akhir pekan. Sebenarnya dia anak yang baik. Tapi begitu tau jika ia mulai mengusik rumah tangga anakku yang rukun aku menjadi benci padanya" ucap bu Jasmin geram juga melihat sikap Ghea yang sesungguhnya.


Jasmin sungguh tak mengira jika Ghea yang ia kenal lembut dan baik hati ternyata punya sisi harimau di belakangnya. Sikap buruk yang seketika menghapuskan beribu kebaikan.


"Apa yang wanita itu inginkan?" Tanya bu Jasmin, berfikir alasan yang mungkin Ghea miliki sampai berusaha menghancurkan kehidupan bahagia anak dan menantunya.


"Wanita itu meninggalkan Faruq saat itu bu, saat Faruq kesulitan mencari pekerjaan dan berada dalam kesulitan ekonomi. Ia mengejar lelaki yang lebih tajir dan sukses. Namun sekarang setelah melihat kesuksesan Faruq dan juga pacar barunya mulai mengalami kebangkrutan ia kembali mengejar Faruq" Ucap Alexa panjang lebar. Ia mengarang cerita demi untuk menarik simpati dan meminta dukungan dari ibu mertuanya.


"Oohhh begitu..... Gak nyangka ya, ternyata wanita yang ku kira baik itu menyimpan bisa yang mematikan" Gumam bu Jasmin merasa kian geram mendengar penuturan anak menantunya.


"Aku harus menyelamatkan anakku dari wanita ular itu....." Tangan bu Jasmin menggenggam erat menunjukan tekad kuat untuk melindungi Faruq dengan menjauhkannya dari Ghea.


"Kamu tenang saja Alexa..... Ibu pasti akan melindungi kalian dan juga pernikahan kalian. Jangan khawatirkan itu" tatapan tajam bu jasmin arahkan ke udara kosong di hadapannya, sedangkan tangan satunya ia letakkan pada paha Alexa untuk memberikan semangat dukungnya.


Alexa tersenyum senang, ia punya seseorang yang lebih berwenang atas Faruq, setidaknya itu bisa menahan gerakan Faruq dan bisa menjadi pagar pelindung bagi pernikahan mereka. Alexa begitu bangga dengan rencana yang sudah ia susun dengan begitu matang.


"Apa kamu menemukan sesuatu yang kucari?" Tanya Ghea kepada Faruq yang duduk di hadapannya.


Setelah berbicara dari hati kehati, akhirnya keduanya mengerti tentang rintangan yang harus mereka hadapi untuk mempertahankan hubungan percintaan mereka yang dulu pernah retak.


Hanya karena jarak semua salah faham itu timbul. Mereka menyesal telah menunjuk orang yang salah untuk mereka percayai.


"Tidak...... Lalu bagaimana kamu bisa tau jika Alexa mengirim email itu?" Faruq merasa heran dengan penjelasan Ghea.

__ADS_1


"Itu hanya dugaanku Fa.... Karena semua masalah kita merujuk padanya. Tapi aku tak menemukan bukti apapun darinya meski aku sudah berusaha masuk ke dalam rumahmu" ucap Ghea penuh dengan ambisi dan semangat, namun ia menundukkan pandangannya pada kalimat terakhirnya, ia merasa gagal dengan misi yang seharusnya sudah matang ia rencanakan.


"Kamu hebat bisa menyamar seperti itu tanpa ketahuan oleh Alexa..... Saking hebatnya kamu atau saking bodohnya dia" Faruq terkekeh.


Sedangkan Ghea hanya tersenyum sekilas menanggapi ucapan Faruq. Andaikan Faruq tau, entah mengapa Ghea merasa sangat senang ketika lelaki berambut hitam itu bisa tau jika itu dirinya meski dalam penyamaran. Sedangkan Alexa yang hampir berjumpa dengannya setiap hari saja tak menyadarinya. Begitu berartikah Ghea untuk Faruq? Sampai-sampai ia faham semua detail dari Ghea meski sudah ia tutupi. Ataukah naluri cinta yang menunjukkan identitas asli Ghea kepada Faruq sebagai lelaki yang mencintainya dengan tulus. Entahlah.


"Kenapa melamun???" Tanya Faruq memandang wajah Ghea yang nampak berseri dengan rona merah di kedua pipinya.


Ghea tertegun mendapat teguran dari Faruq. Seketika ia di terpa salah tingkah saat menyadari betapa dekat wajah mereka saat itu, hanya beberapa centimeter, hidung mereka hampir saja menyenggol satu sama lain.


Ghea buru-buru memundurkan tubuhnya, menjauhkan wajahnya dari wajah Faruq yang masih berada pada posisinya, baru setelah Ghea duduk tegak, lelaki dengan kemeja biru telur itu tersenyum sembari kembali ke duduk tegaknya.


"Kenapa kamu masih sama???? Selalu saja takut saat kita berdekatan, apa kamu masih seperti anak kecil??" ejek Faruq sembari terkekeh kecil.


"Bu.... Bukan begitu, tapi..... Tapi aku wanita yang punya harga diri, mana boleh sembarangan berdekatan dengan pria" Gerutu Ghea merasa sedikit sebal.


"Lalu bagaimana dengan kedekatanmu bersama Leon.....???" Faruq tersenyum manis, namun jelas sekali terlihat ada semburat cemburu yang sengaja ia sembunyikan di balik senyum manisnya.


"Itu..... Aku sekedar membantunya" Jawab Ghea menundukkan pandangannya, merasa malu dengan perbuatannya yang terlihat tak pantas untuk ia lakukan.


Mendengar jawaban Ghea sungguh membuat hati Faruq lega seketika, kekhawatirannya selama ini ternyata hanya kesalahan yang ia fikirkan sendiri tanpa pernah ia selidiki kenyataan aslinya.


"Aku akan menceraikan Alexa..... Tapi ia begitu kekeh dengan posisinya sebagai istriku. Aku harus bagaimana?" Keluh Faruq merasa putus asa dengan rencananya yang tak berjalan mulus. Ia tangkupkan kedua telapak tangan dan menggunakannya untuk menyangga dagunya.

__ADS_1


"Kenapa ia seambisius itu??? Dulu dia teman yang baik meski terlihat acuh dan sering mengabaikan aku" Gumam Ghea merasa curiga dengan perubahan sikap temannya itu.


"Oh ya..... Aku. Punya sesuatu yang harus kamu lihat....." ucap Ghea pada akhirnya setelah bosan berfikir tentang Ghea. Ia keluarkan sebuah flashdisk dan mencolokannya pada laptop yang sengaja ia bawa.


__ADS_2