Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 58


__ADS_3

"Ah..... Itu pasti karangan dia saja. Coba kita cek lagi di google, apakah betul dia?" ucap seseorang lagi meraih ponsel miliknya, mengetikkan sesuatu di atasnya.


"Nah.... Betul kan..... Ini cuma karangan dia aja" Yang lain nampak begitu kesal setelah membaca artikel yang nampak di ponselnya.


"Pemilik perusahaan AZK corp itu Morgan Netrico dan sekarang di pimpin oleh anaknya, Roy Chantona." Jelas wanita itu lagi menatap layar ponselnya.


Alexa tersenyum cukup puas dengan hal itu.


"Masa iya sih.....??? Kenapa bisa berubah ya.... Apa Ghea menyewa seseorang untuk mengelabui webset sebesar itu?" Tatik masih sedikit ragu dengan berita yang baru saja ia baca.


"Eh kamu ....." Tatik menatap Selly tajam, berusaha menyelidik Ghea darinya. Wanita berambut hitam lurus yang sedang menikmati minumnya itu mendongak menatap Tatik dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Kamu kan temannya Ghea, apa yang kamu ketahui dari Ghea?" Tanya Tatik mengintrogasi.


Selly menggeleng pelan, menelan minuman yang sudah ada di dalam mulutnya.


"Tidak tau..... Aku hanya tau dia tinggal di Jakarta sekarang" jawab Selly polos.


"Cih.... Mana mungkin aku percaya dengan omonganmu. Lalu bagaimana dengan statusnya yang bilang kalo dia pemimpin perusahaan AZK???" Tanya Tatik dengan tatapan tak ramah sedikitpun.


Selly tertegun mendapati penuturan Tatik, apa iya mungkin? Itu perusahaan besar yang cukup tersohor di seluruh negeri. Bukan perusahaan biasa yang ia tau.


"Tidak.... Dia tak pernah bilang begitu" jawab Selly dengan mengernyitkan dahi.


"Ah..... Kau kan berteman dengan Ghea, pasti kamu sama busuknya dengan dia" Decak Tatik sebal. Ia lipat tangannya di depan dada sebelum akhirnya duduk di kursinya semula. Tatapan tajam nan menusuk Tatik lemparkan ke sembarang arah.


Tatik merasa geram kepada Ghea, bisa-bisanya ia sukses mengerjainya, membuatnya malu di depan kawan yang lain. Bahkan ia rela menjauh dari Alexa karena Ghea. Tatik merasa sangat bodoh.


"Kamu juga kan.... Kamu cari muka di depan Ghea" Bentak Alexa kepada Tatik, membuat wanita itu tertegun. Teguran Alexa membuat Tatik kian merasa tertekan atas rasa malu yang sudah ia sadari sejak tadi.


"Sorry Lex...... Teman-teman yang lain juga begitu. Kita semua sudah di akali oleh wanita itu." ucap Tatik mencari pembelaan.


"Dasar wanita pelakor." Lanjut Tatik yang masih sedikit grogi dengan kecaman Alexa.


"Lalu kemana wanita itu sekarang?" Tanya Alexa yang sudah merasa ada dukungan dari temannya.

__ADS_1


"Sudah dua hari ini tak ada yang tau kabarnya." Jawab Tatik.


"Bagaimana dengan kamu?" Alexa mengalihkan pandangan kepada Selly yang sedang sibuk dengan fikirannya.


Selly balik memandang Alexa setelah mendapat sikutan dari teman di sebelahnya.


"Aku juga kehilangan kabar dari dia, apa mungkin dia kembali ke Jakarta?" Selly menerka.


"Alah..... Alasan konyol apa lagi ini. Mana mungkin aku mempercayai ucapannya tentang Jakarta" Tatik menyeringai masam.


"Aku menjumpainya di Jakarta" Jawab Selly santai. Ia memang sudah tau kenyataan itu, tapi untuk Ghea sebagai pemimpin AZK masih menjadi pertanyaan besar di otak Selly.


Semuanya memang terlihat sangat mendukung, dari penampilan dan juga cara hormat orang saat di Jakarta, belum lagi asisten pribadinya yang terlihat berbeda dari asisten kebanyakan. Terlihat begitu berkualitas dan kompeten. Hotel mewah tempat Ghea menginap juga mobil yang mereka kendarai.


Mungkin itu juga yang membuat Ghea kenal dengan Mr.Leon dan membuat lelaki itu begitu segan kepada Ghea. Juga tentang jabatan yang Selly dapatkan dari bantuan Ghea. Jabatan yang lumayan sulit di dapat untuk karyawan baru seperti dia.


Namun semua hal itu masih terasa sedikit tabu di fikiran Selly. Bagaimana bisa? Ia mengenal Ghea saat di kampus meski tak tau secara mendalam. Mahasiswa biasa yang harus bekerja part time untuk menyelesaikan kuliahnya lantaran ibunya meninggal. Selly tau hal itu.


"Kamu kan sekongkolan sama dia" ucap Tatik tak mempercayai ucapan Selly.


"Cih.... Wanita itu...." Alexa mendengus kesal melihat kepergian Selly.


......................


"Apa maksudmu?? ..... "


Ghea mendelik kesal, membanting setumpuk dokumen di tangannya. Ia bangkit dari duduknya dan menatap lelaki yang selalu ia lihat setiap hari di kantornya.


Lelaki itu hanya tertunduk, menatap lantai marmer yang mengkilap di bawah sepatu hitamnya.


"Maaf nona Ghea, itu perintah dari pemimpin perusahaan" Jawab lelaki itu tanpa gentar sedikitpun.


"Memangnya siapa pemimpin perusahaan AZK??? Aku pemimpinnya." ucap Ghea yang geram dengan tingkah asistennya.


"Roy Chantona"

__ADS_1


Ghea mendelik.


Mengernyitkan dahi, berfikir jika pendengarannya salah.


"Apa....???"


Ghea ingin mendengar ucapan Jeco lagi untuk memperjelas, meski ia merasa tertimpuk dengan ucapan lelaki tampan di hadapannya.


"Ya..... Tuan besar Morgan Netrico telah menyerahkan kepemimpinan perusahaan AZK corp kepada tuan Roy, berkas sudah di tandatangani secara resmi oleh tuan Morgan sendiri." jelas Jeco mengangkat pandangannya, merasa sombong dengan jabatannya di atas Ghea.


"Ciih ......" Ghea berdecak kesal.


Ia tak menyangka jika papanya telah di manfaatkan sejauh ini oleh ibu dan adik tirinya. Kebencian atas dua orang itu membuat Ghea merasa harus menyiapkan strategi bagus untuk merebut kembali semua harta dan kebahagiaan milik keluarganya.


Tak Tak Tak


Suara sepatu kerja masih saja terdengar jelas di antara nafas Ghea yang memburu. Ia alihkan pandangan ke arah pintu, melihat sepasang sepatu hitam mengkilap berhenti tepat di depan pintu ruangannya. Ia tarik pandangannya menyusuri celana hitam dan jas pemilik sepatu, mendapati Roy tengah tersenyum dengan pandangan penuh ejekan kepadanya.


"Bagaimana nona Ghea??? Apa ada yang ingin anda sampaikan? Sampai harus repot datang ke ruangan saya?" Tanya Roy memasukan telapak tangan kanannya ke dalam saku celana.


Mata Ghea meremang, luapan emosi benar-benar sudah memenuhi hatinya, membuatnya sesak dan tersengal.


"Kamu ....." Ghea menatap nanar adik tirinya yang masih saja tersenyum menatapnya.


"Apa yang sudah kamu rencanakan Roy??? Ini perusahaanku ...... Kamu tak punya hak merebutnya." Sentak Ghea dengan mata memerah.


Roy hanya mengangkat pundak dan kedua alisnya, masa bodoh dengan ucapan Ghea.


"Seharusnya kamu berkaca kak ....., kamu yang berusaha merebut semua kebahagiaanku. Seharusnya kalian tak usah datang ke kehidupan kami."


Roy menatap Ghea tajam. Karena kedatangan Ghea dan juga Darenlah sekarang mereka harus berbuat seperti itu. Papanya telah tak adil membagikan harta dan juga kedudukan miliknya hanya kepada Ghea. Sedangkan dirinya yang telah lebih lama bersama dengan papa malah di perlakukan seperti orang lain yang baru datang ke dalam kehidupannya.


"Tapi dia papaku .....! Pantas saja jika dia memberikan semua miliknya padaku." Sentak Ghea tak mau kalah.


"Aku tak akan membiarkan itu terjadi, silahkan saja kau rebut semuanya kembali! Kau tak akan bisa." Ejek Roy tersenyum masam.

__ADS_1


__ADS_2