Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 15


__ADS_3

"Jangan-jangan" Tiba-tiba Faruq teringat dengan lipstik nude yang Alexa berikan padanya beberapa hari yang lalu.


Dengan sedikit gugup ia ambil benda silinder itu dari dalam laci kerjanya, menggoreskan sedikit lipstik di samping bekas bibir itu.


Alangkah terkejutnya Faruq saat mendapati warna itu benar-benar sama.


"Bagaimana bisa?" Otak Faruq berfikir keras seketika.


"Apa dia sudah berada di sekitarku sejak lama?" Pikir Faruq seketika.


"Tapi siapa dia???" Faruq mencoba mengingat satu persatu orang yang ada di sekitar Faruq akhir-akhir ini. Tapi setelah beberapa waktu berlalu ia masih tak bisa menemukan orang yang tepat untuk ia curigai sebagai mata-mata atau sebagai orang suruhan Ghea.


"Tapi apa tujuan Ghea melakukan hal ini?" Faruq masih memikirkan alasan yang mungkin Ghea fikirkan sampai bisa berbuat hal semacam itu.


Merasa lelah dengan segala unek-unek yang hadir, Faruq memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Ia pergi ke dapur dan mengambil sebotol bir di dalam kulkas. Ia memang berniat untuk minum beberapa gelas untuk menenangkan hatinya yang terasa gundah.


Belum juga sampai kamar Faruq sudah menghentikan langkahnya ketika di lihatnya Alexa nampak sedang duduk termenung di ruang tengah sambil menonton acara televisi.


Faruq sedikit penasaran dengan Alexa, ia takut sesuatu terjadi pada wanita itu di saat ia masih resmi menjadi istrinya. Bagaimanapun Faruq yang akan di mintai pertanggung jawaban.


Faruq meletakkan bir dinginnya ke atas nakas di depan kamarnya.


"Alexa..... Kamu belum tidur??" Tanya Faruq sambil menghampiri wanita yang nampak tak memperhatikan acara televisi sama sekali.


Alexa yang sedang termenung sedikit kaget mendengar suara Faruq yang tiba-tiba sudah ada di dekatnya.


"Ke.... Kenapa kamu belum tidur?" Jawab Alexa sambil membetulkan posisi duduknya.


"Aku bertanya padamu, kenapa kamu malah balik tanya" Jawab Faruq ketus sambil mendaratkan pantatnya ke atas single sofa di sisi kiri.

__ADS_1


Bukannya menjawab, wanita itu malah tertawa pelan. Matanya yang sipit menatap Faruq dengan tatapan sayu.


"Memang apa pedulimu???" Jawab Alexa ketus sambil membuang pandangannya ke arah layar datar di hadapannya.


"Tentu saja aku peduli, kamu masih jadi istriku" Jawab Faruq tak kalah ketus.


"Apa.... Istri..... Yang benar saja kau Fa..... Selama ini kau tak pernah mengangapku begitu bukan" Alexa melunakkan ucapannya tanpa memandang lelaki yang sedang ia ajak bicara. Alexa merasa sakit hati ketika ia hanya di anggap sebagai istri yang tak pernah Faruq harapkan.


"Lalu apa maumu??? Kau sendiri kan tau jika perasaanku masih di miliki oleh Ghea, apa kamu ingin bercerai?" Tawar Faruq yang sudah merasa muak dengan tuntutan yang Alexa pinta darinya.


"Buu.... Bukan itu maksudku Fa....." Alexa mulai sedikit khawatir dengan ancaman Faruq.


"Lalu apa.... Aku benar-benar tak bisa memberikan semua yang ingin kamu dapatkan dari seorang suami" Ujar Faruq dengan nada datar, ia tau jika wanita di hadapannya sungguh benar-benar mencintainya, jadi takan mudah untuk mengajaknya bercerai.


"Baiklah..... Aku tak akan menuntut semua itu darimu lagi, tapi aku meminta satu syarat yang harus kamu penuhi" ucap Alexa dengan santai.


Faruq hanya tertawa mendengar celotehan wanita bermata sipit yang masih duduk di hadapannya dengan santai.


Alexa terdiam, ia baru menyadari jika ia tak punya penawaran menarik untuk ia tawarkan kepada Faruq.


Melihat ekspresi Alexa yang terdiam setelah beberapa detik membuat Faruq kembali terkekeh.


"Aku benar-benar belum bisa menerimamu Lex..... Jadi jangan mencoba untuk bernegosiasi denganku jika kamu tak ingin menyesal nantinya" Ancam Faruq dengan tatapan mata tajam.


"Aku menerimamu disini hanya untuk menjaga nama baikmu di depan saudara dan teman-temanmu, jadi jangan mengharapkan sesuatu yang lebih dariku. Aku benar-benar tak pernah menginginkanmu" ucap Faruq bangkit dari sofa tempat ia duduk.


Sungguh ngilu hati Alexa mendengar itu.


"APA KAMU SAMA SEKALI TAK MENGINGINKAN TUBUHKU???" Teriak Alexa bangkit dan berusaha mengejar Faruq yang sudah sampai di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


Lelaki itu menoleh, menatap tubuh Alexa dengan tatapan tajam, ia pandang dari atas sampai ke bawah kaki Alexa. Nampak buah dada yang ranum itu sedikit menyembul dari balik lingerin berwarna abu yang ia kenakan. Paha mulusnya begitu saja terpampang di depan mata Faruq.


Dengan langkah cepat Faruq menghampiri pemilik tubuh sexy itu. Menerkamnya seketika, memepetkannya ke tembok di belakang Alexa.


Seketika nafas Alexa tak beraturan, jantungnya berdetak lebih kencang, ia tak tau apa yang akan Faruq perbuat kepadanya.


Faruq mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajah Alexa. Sedangkan wanita itu hanya bisa mengalihkan pandangannya, mencoba mengurangi kegugupan yang baru pertama kali ia rasakan.


Dengan agresif Faruq memepet tubuh Alexa yang cukup sintal ke tembok bercat abu tua di belakangnya. Tangan kiri Faruq ia tumpukan untuk menahan tubuh kekarnya.


Melihat Alexa yang diam tak berkutik membuat Faruq ingin tertawa, tapi ia masih di liputi amarah kala itu.


Faruq edarkan mata elangnya menyusuri setiap lekuk tubuh gadis di depannya.


Wajah cantik dan kulit putih bersih, Tubuh sintal dan sexy, Harusnya itu cukup membuat Faruq merasa tertarik dengan wanita yang sudah resmi untuk ia sentuh. Tapi nyatanya ia sama sekali tak ingin menikmati tubuh indah yang terpajang di hadapan matanya.


"A..... Apa yang akan kau lakukan Fa....???" Tanya Alexa pelan dengan suara yang seakan tak keluar dari kerongkongannya.


"Bukankah kamu menginginkan ini??" Ucap Faruq dengan nada datar, ia tatap wajah Alexa yang mencoba untuk tidak melakukan kontak mata dengan dirinya.


"Andaikan kamu Ghea..... Pasti kau sudah ku mangsa habis habisan" Gumam Faruq dalam hati.


"Tapi bukan seperti ini..." Lirih Alexa yang mulai sedikit tegang dengan tindakan Faruq, ia gigit bibir bawahnya dengan kuat.


"Benarkah Faruq akan melakukan ini kepadaku..... Bagaimana ini" Alexa hanya bisa membatin sembari mencari jalan kekuar dari masalah ini, Hasrat yang selalu ia idamkan malah kini membawa ketegangan tersendiri untuk Alexa.


Faruq kian memepetkan tubuhnya, membuat dua gundukan besar itu kian terasa di dada bidangnya, nafas kasar berkali-kali ia hembuskan tepat di sisi kanan wajah Alexa. Nafas yang terdengar jelas di telinga Alexa dan seketika menimbulkan hasrat aneh pada tubuhnya.


"Lalu bagaimana???? Bukankah kamu sangat menginginkan hal ini dariku?" Tantang Faruq yang tak pernah gentar pada ancaman Alexa.

__ADS_1


Faruq remas pundak kanan Alexa dengan sedikit kasar, salah satu kakinya ia masukan tepat di antara dua paha Alexa yang terbuka karena begitu tegang, sampai Alexa merasa kaki Faruq yang begitu menghimpit sesuatu yang privasi baginya.


__ADS_2