Sahabat Yang Menghancurkan

Sahabat Yang Menghancurkan
SM 27


__ADS_3

Gairahnya memuncak seketika dan tanpa ba bi bu lagi, Alexa sudah berada dalam dekapan lelaki tersebut.


"Fa...... Ayo Fa" Racau Alexa yang tampak begitu bergairah malam itu.


Bau alkohol yang pekat sangat jelas tercium di ruangan yang tertata rapi, lampu remang remang menambah kenikmatan dua orang yang tengah menikmati persatuan tubuh itu.


Sinar mentari yang hangat memancarkan bias terangnya menembus jendela kaca di semua sisi dunia.


Alexa yang tertidur nyenyak seketika terbangun oleh sorot terang matahari yang mulai memberi kehangatan di kamar tempat Alexa terlelap.


Matanya mengerjap beberapa kali, mencoba mengumpulkan kesadaran sepenuhnya. Alexa menatap sekeliling yang terlihat berbeda dari pemandangan kamar biasanya.


Tentu saja Alexa mengingat jika dia bukan berada di kamar pribadinya, dimana dia sekarang?. Pertanyaan itu tak bisa Alexa ketahui jawabannya, seketika kepalanya berdenyut ngilu saat mencoba mengingat detail kejadian semalam.


Alexa meraba tubuhnya, tak ada sehelaipun baju yang menutup tubuhnya, ia telanjang bulat di bawah selimut hangatnya. Seketika matanya membelalak, mulutnya menganga. Apa yang terjadi semalam, Lagi-lagi Alexa tak bisa mengingatnya.


Yang ia ingat hanya sebatas ia pergi ke klub malam itu, mencoba menghapuskan amarah yang menumpuk di dalam hatinya.


"Aku ikut bareng ya" ucap Alexa kepada Faruq yang terlihat sudah rapi dengan setelan jas abu tua lengkap dengan arloji di tangan kirinya.


Alexa pun sudah terlihat begitu sempurna dengan balutan dress tanggung berwarna biru muda, dandanan cantik nan elegan. Kalung mutiara berwarna putih melingkar indah di lehernya yang jenjang. Dengan sepatu hills tinggi berhias batu alam menambah keanggunan penampilannya malam itu.


"Kamu pergi pake taxi saja, aku pergi bersama kawan kawanku. Dan semuanya pria" Ucap Faruq acuh sambil mengunci pintu kamarnya.


Ia tau jika Alexa telah berdandan cantik demi pergi bersama Faruq ke pesta ulang tahun perusahaan YUC. Tapi ia enggan untuk melihat ke arah Alexa, bahkan melirikpun ia tak tertarik.


"Tapi aku ingin pergi bersamamu, apa yang akan mereka katakan kepadaku jika aku pergi sendiri. Semua temanku pergi bersama dengan pasangan mereka masing masing" Rajuk Alexa mencoba bernegosiasi dengan lelaki angkuh di hadapannya.


"Aku sudah pesankan taxi online, 5 menit lagi dia sampai di sini"


Faruq bahkan enggan untuk menggubris permintaan Alexa yang sebenarnya simple dan bisa dia lakukan, hanya saja ia merasa malas untuk berdekatan dengan Alexa.


Alexa juga wanita normal yang bisa merasa kesal jika keinginannya tidak dapat terpenuhi. Meski ambisinya untuk memiliki Faruq sangat besar tapi terkadang ia merasa lelah untuk berjuang mendapatkan cinta dari Faruq.

__ADS_1


Mendengar jawaban Faruq sungguh membuat Alexa merasa kesal. Seketika ia membantingkan tubuhnya ke atas sofa coklat di belakangnya. Bibir sexynya ia katupkan rapat-rapat, Ia tak ingin sepatah katapun keluar dari bibirnya untuk saat ini.


Meski sudah seperti itu, tak jua membuat Faruq bergeming dari aktifitasnya, ia tetap fokus mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tersebut.


Sampai akhirnya Faruq pergi dari sanapun Alexa tetap duduk di sofa dengan semua amarah yang di pendamnya.


TIIITTT TTIIITTT


Suara klakson terdengar cukup nyaring sampai Alexa merasa kian emosi di buatnya. Dengan langkah brutal ia keluar dari dalam rumah dengan membawa tas selempang kecil di pinggang kirinya.


Ia masuk ke dalam taxi yang sudah terparkir di depan pintu gerbang.


"Jalan pak....." Ucap Alexa ketus.


Sekilas supir itu melirik Alexa dari sepion tengah miliknya. Jelas sekali terlihat wajah Alexa yang terlihat lusuh meski dandannya cukup cantik dan bagus.


"Mau kemana non?" Tanya sang supir dengan sopan.


"Antar aku ke MR Club...." jawab Alexa dengan nada yang masih terdengar ketus.


Entah apa yang memprofokasi Alexa kala itu, sampai ia memutuskan untuk mengunjungi tempat hiburan malam yang sama sekali tak pernah ia injak sebelumnya. Biasanya Alexa hanya akan minum sampanye di sebuah cafe dan ia tak pernah sampai benar-benar mabuk.


Untuk pertama kalinya ia berjalan ke dalam kerumunan orang yang sedang asyik menggoyangkan tubuhnya dengan iringan musik disco yang sangat keras sampai hampir memekakkan telinga.


Jantungnya berdetak kencang kala itu, tentu saja, ini pengalaman pertamanya. Hatinya seakan menolak untuk masuk lebih ke dalam tapi nalarnya seakan tumpul, rasa sakit hati yang terus menghujam seakan menutupi akal fikiran normalnya.


Hanya sampai sebatas itu Alexa menyimpan ingatan terakhirnya, selebihnya ia tak ingat sedikitpun.


Alexa berusaha bangkit dari tidurnya, gerakannya terhenti ketika ia rasakan perih di bagian pribadinya.


"Faruq....."


Alexa mengingat Faruq semalam, meski ingatan itu samar.

__ADS_1


"Jika itu benar Faruq.... Kenapa harus di kamar hotel, tidak di rumah" Pikir Alexa yang merasa janggal.


Alexa mengedarkan mata pandanya ke seisi kamar hotel, tampak sebuah kartu nama tergeletak begitu saja di meja kamar. Alexa meraihnya dengan malas. Membaca tulisan yang tercetak disana.


Itu kartu nama dari sebuah toko furnitur, tak ada yang spesial menurut Alexa.


"Trik marketing. meninggalkan kartu nama disini" ujar Alexa sambil tersenyum kecut.


......................


"Fa...... Ke..... Kenapa kamu sudah pulang?"


Alexa bangkit dari duduknya, matanya membulat ke arah lelaki yang masih rapi dengan pakaian kerjanya.


Ghea yang sedang mendalami perannya ikut terkejut dengan kepulangan Faruq yang lebih awal dari biasanya.


Faruq tersenyum kecut saat melihat Ana/Ghea yang sedang membersihkan kaca ruang tamu.


"Bukankah ini belum saatnya pulang?" Tanya Alexa sedikit bingung.


"Aku..... Emmbb Aku khawatir sama kamu karna semalam tak pulang, dari mana saja kamu?" Tanya Faruq menemukan alasan kepulangannya, padahal ia hanya ingin memastikan jika Ghea masih berada si rumahnya.


"Aaa.... Apa??? Apa kamu mengkhawatirkan aku?" Tanya Alexa yang merasa sangat kaget dengan ucapan Faruq, ia tak pernah berkata seperti itu sebelumnya. Apa mungkin jika Faruq telah berubah dan membuka hati untuknya.


"Tentu saja...... Kamu kan istriku" Jawab Faruq, ia menghampiri Alexa dan dalam sekejap telah mendekapnya dengan erat, namun ekor matanya melihat ke arah Ghea yang terlihat begitu salah tingkah.


"Faruq...... Jangan lakukan hal itu di depanku, aku tak sanggup melihatnya" Gumam Ghea dalam hati.


Seketika tangan Ghea gemetar saat mendengar ******* nikmat dari Alexa, ia lirik Faruq dengan ekor matanya, Faruq nampak asyik mencium tengkuk Alexa, kedua tangannya melingkar sempurna dipinggang Alexa yang cukup sexy.


"Jangan di sini sayang....Ada Ana" Bisik Alexa tepat di telinga kanan Faruq.


"Baiklah..... Ayo kita masuk ke kamar" Ajak Faruq sambil melihat Ghea dari ujung matanya.

__ADS_1


Lalu keduanya masuk ke dalam kamar Faruq, dan ia menutup rapat pintu kayu itu.


__ADS_2