
"E.... " Ghea menatap Selly dengan tatapan bingung, lalu melemparkannya pandangan pada jalanan aspal yang tersorot lampu mobil.
Biasanya ia tak pernah membawa mobil itu ketika bertemu dengan Selly, tapi ia melupakan hal itu barusan. Ia sudah terlanjur membawa Selly masuk ke dalam mobilnya ketika ia menyadari sesuatu yang ia lupakan.
"Ini mobil rental Sell...." ucap Ghea yang memang sudah mempersiapkan jawaban itu sedari awal.
Selly hanya ber-OH ria mendengar jawaban Ghea.
"Omong-omong,,, Sudah seminggu lebih Alexa tak pernah gabung di grup rumpi itu, apa kamu mendengar kabarnya Sell???" tanya Ghea akhirnya, ia begitu penasaran dengan wanita busuk yang telah menghancurkan harapan kecilnya
"Aku tidak tau Ghe..... Apa kamu sekarang bermusuhan dengannya?" Tanya Selly ingin tau.
Ghea terdiam sejenak lalu menarik nafas dalam, ia tak ingin menjelaskan apapun sebenarnya. Menceritakan semua masalah itu seperti membuka luka yang lebih lebar pada hatinya.
"Tentu saja Sell..... Aku sangat sakit hati kepada wanita itu, aku sungguh membencinya" ucap Ghea menahan amarah yang tiba-tiba meluap.
Selly mengalihkan pandangannya, melihat raut muka Ghea membuatnya faham bagaimana wanita itu menyimpan kebenciannya.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan??" Ia tatap dasbor mobil dengan tatapan kosong, Selly merasa harus membantu Ghea untuk urusannya, setidaknya itu yang bisa ia lakukan sebagai seorang teman.
"Aku ingin membalas perbuatannya itu Sell...." jawabnya pelan. Selly hanya bisa terdiam, tak tau harus berkata apa. Ia tau jika perbuatan Ghea salah, tapi jika ia di posisi Ghea sekarang mungkin ia pun akan melakukan hal yang sama.
Menit selanjutnya keduanya terdiam, sampai akhirnya Ghea memarkirkan mobilnya di lobi sebuah hotel, memberikan kunci pada petugas parkir dan mengajak Selly masuk kedalam lobi.
"Mau apa kita kesini Ghe??....." Tanya Selly sembari menatap sekeliling yang di dekor dengan begitu aestetic. Matanya langsung berbinar bahagia melihat keindahan yang jarang ia lihat. Ada lampu hias besar yang terpajang di tengah lobi, beberapa ornamen menghiasi pusat dan juga lampu-lampu indah yang di tata sedemikian rupa.
"Makan....." ucap Ghea sembari mengangkat paperbag kecil yang tadi ia bawa.
Selly hanya bisa diam dan tak berkomentar, ia terlalu fokus dengan keindahan hotel megah itu, bahkan jawaban Ghea barusan bagaikan angin lalu yang berdesir begitu saja, tak membuat Selly bergeming dari kekagumannya.
__ADS_1
Ghea menarik tangan Selly ke arah sebuah coffeshop disana, mendudukan diri dan memesan dua minuman juga beberapa cemilan juga.
Ghea membuka paperbag yang ia bawa, mengeluarkan isinya dan memberikannya kepada Selly.
"Wow..... Jadi kamu tadi beli clapertart?" Tanya Selly terpukau dengan kue yang diberikan oleh Ghea, sedangkan wanita di hadapannya itu hanya mengangguk sembari tersenyum manis.
Selly tak menyangka jika Ghea begitu perhatian padanya, ia sedikit trenyuh dengan kebaikan hati Ghea. Ia ingat bagaimana Tatik menyingkirkan piring clapertart dari jangkauannya saat Selly hendak mengambilnya. Ia sangat sadar bagaimana mereka memandang Selly selama ini.
"Makasih banget ya Ghe....." ucap Selly sembari menyendok hidangan itu dan memasukannya ke dalam mulut.
"Enak sekali......" ucap Selly begitu gembira.
"Kalian lagi makan apa??"
Kedua wanita yang sedang asyik berbincang itu mendongokkan kepalanya ke arah sumber suara. Mereka terlalu asyik bercakap sampai tak menyadari kedatangan seseorang di samping mereka.
"Leon....." Pekik Ghea pelan.
Siapa sih wanita yang tak mengidolakan lelaki tampan dengan segudang prestasi dan juga kekayaan yang melimpah seperti Leon, apalagi status single nya itu. Pasti kian menambah daya tarik bagi setiap gadis di Jakarta.
"Ghea...... Ini Mr. Leon, idola semua gadis di kota ini" Bisik Selly merasa senang bisa berada dekat dengan Leon.
"Oh ya......" Ghea hanya nyengir kuda mendengar ucapan Selly, kini ia tau seberapa tenarnya lelaki tampan di hadapannya itu.
"Nona Ghea,,, boleh saya duduk di sini?" tanya Leon menatap ke arah Ghea.
"Aaa...... Anda mengenal teman saya??" Tanya Selly penuh dengan tanda tanya besar. Matanya membulat seketika.
"Tentu saja..... Dia kan.."
__ADS_1
"Iya..... Dulu kita pernah kenalan di sebuah seminar pelatihan" Potong Ghea dengan begitu gugup, senyumnya seketika masam. Ia masih tak siap jika Selly dan teman-temannya tau tentang statusnya sekarang.
"Oh gitu.... Boleh-boleh....." jawab Selly antusias. Ghea hanya bisa menganggukkan kepalanya menuruti permintaan Selly.
Tanpa ragu Leon duduk di kursi kosong di sisi kiri Ghea. Senyumnya terlihat sumringah dan segar. Ia duduk sangat dekat dengan Ghea sampai-sampai Ghea bis mencium aroma tubuh lelaki itu yang begitu wangi.
"Kenapa anda bisa ada disini tuan Leon?" Tanya Ghea mengangkat kepalanya. Entah mengapa ia merasa tak suka untuk berdekatan dengan lelaki itu meski kesempurnaan telah menyelimutinya. Di mata Ghea, Faruq jauh lebih menarik.
"Aku.... Aku ada meeting dengan seseorang" Jawabnya asal sembari mengedarkan pandangan ke arah tralis stainless yang membatas hotel dan area lobi.
"Benarkah????" Tanya Ghea dengan nada todongan. Leon hanya diam dan tersenyum manis padanya, memberikan permohonan maaf yang tak ia ucapkan.
Ghea menghela nafasnya.
Ini bukan pertama kalinya Leon menjumpai Ghea di lobi hotel, nampaknya lelaki itu sudah faham jika Ghea bermalam di hotel tersebut. Rupanya lelaki itu tak main-main saat berkata ingin mendapatkan Ghea tempo hari di tempat yang sama.
"Lalu kenapa anda malah duduk disini tuan?" ucap Ghea sedikit acuh mempertanyakaan maksud lelaki itu nimbrung di mejanya.
"Ghe..... Ghe udah Ghee......" lerai Selly yang malah merasa senang lelaki tampan itu bisa duduk disana bersamanya. Ghea akhirnya pasrah dan diam, enggan untuk berkomentar lagi.
Bukan masalah tak sukanya, hanya saja Ghea merasa bersalah jika harus kencan atau sekedar mengobrol bersama dengan teman lelaki. Ia khawatir jika Faruq melihatnya, pasti akan ada salah faham lagi di antara mereka. Meski sebenarnya Ghea merasa jengkel kepada Faruq saat tempo hari Ghea tak sengaja memergokinya menggendong Alexa dari sebuah klinik. Ghea masih berusaha berfikir positif, mungkin Alexa sakit atau apalah. Lagian wanita itu sudah lama tak berjumpa dengan genk mereka.
DDDDRRRTTTT
Ponsel Ghea tiba-tiba saja berdering, menampakan sebuah nama disana. Mata wanita itu memicing melihat nama Faruq terpampang disana bersama dengan fotonya yang terlihat begitu tampan dan menawan.
Ghea buru-buru mengambil izin untuk mengangkat panggilan itu kepada Leon dan juga Selly, lalu mulai menjauh dari keduanya sembari mendekatkan ponsel pada telinganya.
Ada kecemburuan pada muka Leon saat tak sengaja membaca nama Faruq di dalam panggilan itu.
__ADS_1
"Siapa Faruq???" Tanya Leon kepada Selly yang sedang asyik menikmati clapertart keduanya.