Sakit! Paman, Duke

Sakit! Paman, Duke
Penghinaan dari Baron Knight


__ADS_3

Sepanjang malam Duke Elios meminum wine agar hatinya merasa lega, tetapi sama saja hatinya merasakan sesak. "Tidak, aku tidak mungkin mencintainya. Ya, semua ini hanya aku merasa kasihan." Ucap Duke Elios seraya menjatuhkan kepalanya dan menatap kosong.


"Yang Mulia, waktunya Yang Mulia Duke bersiap-siap untuk pergi ke acara pertunangan Pangeran Oskar.


"Baiklah, aku akan bersiap-siap menjemput Caroline." Ucap Duke Elios berlalu pergi.


Setelah selesai, Duke Elios menuju ke rumah Caroline. Sesampainya disana, ia melihat Caroline yang sudah selesai bersiap-siap dengan menggunakan gaun berwana hijau.


"Caroline, Yang Mulia Duke sudah menunggu mu." ucap Bibi Roseline.


Caroline menoleh, "Ayo paman." Ucap Caroline melangkahkan kakinya melewati Duke Elios.


"Paman," panggil Caroline yang melihat Duke Elios masih berdiri mematung dan langsung menarik lengan Duke Elios.


Duke Elios memegang dadanya, jantungnya berdetak semakin kuat. Dia menatap Caroline yang berada di sampingnya. Saat melihat Caroline turun, ia tidak bisa memalingkan wajahnya atau pun mengkedipkan matanya. Entah kenapa? Caroline begitu cantik memakai gaun itu. Duke Elios memasang wajah datarnya kembali. Dia tidak ingin Caroline sadar jika dirinya terpukau oleh kecantikan Caroline.


"Sial, ada apa dengan ku?" gumam Duke Elios memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.


"Paman, paman minum wine ya?" tanya Caroline sambil mendekat kearah Duke.


"Anak kecil sok tau," Duke Elios tersenyum seraya mencubit pelan hidung Caroline.


"Is, paman." Caroline menepis tangan Duke Elios dan mengelus hidungnya.


"Paman hanya rindu saja, sudah lama Paman tidak minum Wine." Duke Elios tersenyum, ia kembali merasakan sesak di dadanya setelah kembali ingat tentang Caroline yang akan bertunangan. Matanya kembali berjaca-kaca, segera ia menghapus butiran yang akan keluar itu.


"Paman kenapa?" tanya Caroline melihat ke arah wajah Duke Elios.


"Paman tidak apa-apa, Paman hanya sedih kamu akan berpisah dengan Paman." Duke Elios menunduk, "Caroline, bisakah kamu tidak bertunangan." Ucap Duke Elios.

__ADS_1


Caroline menggenggam tangan Duke Elios, "Masak iya, Caroline harus melajang seumur hidup. Permintaan yang aneh." Seru Caroline terkekeh.


Jangan bilang kamu menyukai ku batin Caroline mendengarkan detak jantung Duke Elios.


Kereta kuda itu pun sampai di depan gerbang istana. Duke Elios melihat ke arah Caroline dan menggandeng lengannya. Mereka berjalan seperti pasangan, banyak para bangsawan melihatnya dan berbisik-bisik melihat Caroline tersenyum lebar. Ada yang mengatakan dirinya orang ketiga dari hubungan Duke Elios dan nona Ariana.


Caroline tidak menggubris, lagi pula tujuannya hanyalah mengucapkan selamat atas pertunangan Pangeran Oskar.


"Yang Mulia Duke dan Putri Baron Bright telah tiba."


Semua orang menoleh, ia menyanjung Duke Elios, tetapi merasakan jijik melihat Caroline.


Semua wanita bangsawan dan laki-laki bangsawan berbisik-bisik. Itu pun terdengar jelas di telinga Caroline. Ada yang mengatakan Caroline wanita tak tahu diri, tak tahu malu. Beruntungnya dia di asuh oleh Duke Elios. Semu gunjingan itu ia peroleh dari ketiga bangsawan yang tak jauh dari sampingnya.


"Yang Mulia Duke Elios, mari kita bicara." Seorang bangsawan laki-laki melihat Caroline dengan tatapan sinis.


"Caroline, jangan dengarkan perkataan mereka." Ujar nyonya Verland tersenyum.


"Jadi ini ulah kamu," Baron Knight merasa bangga Ariana mempermalukan Caroline.


Bagaimana dengan kejutan ku Berlia, kamu pasti menangis kan. Ini tidak seberapa batin Baron Knight


"Baginda Kaisar, Baginda Permaisuri, Pangeran Oskar dan Pangeran Luke telah tiba.."


Caroline tersenyum ke arah Pangeran Oskar, sementara Pangeran Oskar menatap nanar ke arah Caroline dan memalingkan wajahnya. Bukan karna ia benci, tapi karna dia malu tidak bisa menepati janjinya.


Serangkaian demi serangkaian acara telah tiba, setelah pengumuman pertunangan Pangeran Oskar dengan Putri Anabella.


Kini acara berdansa pun tiba, Caroline memilih keluar diam diri di teras depan. Acara yang membuatnya sumpek dan mengantuk.

__ADS_1


Caroline ingin pulang, tapi melihat Duke Elios berdansa dengan Ariana. Dia tidak bisa mengajaknya pulang.


"Membosankan," gerutu Caroline melihat pemandangan di sekitar istana.


"Caroline," sapa seorang laki-laki mendekat ke arah Caroline.


"Bagaimana kabar mu?" tanya laki-laki itu tersenyum kecut.


"Baik, Pangeran. Em, Pangeran tidak berdansa," tanya Caroline tanpa melihat ke wajahnya.


Tanpa sadar, seorang wanita menarik tangan Caroline dan mendorong Caroline dengan kasar.


"Dasar perempuan hina, beraninya kamu menggodanya." Bentak wanita itu.


"Anabella, apa yang kamu lakukan?" bentak Pangeran Oskar.


Semua orang menghentikan pesta dansa mereka, beralih ke arah Caroline, Pangeran Oskar dan Anabella. Semua orang pun berbisik-bisik menjelekkan nama Caroline.


Duke Elios berlari ke arah Caroline, ia memeriksa tubuh Caroline dan menatap tajam ke arahnya. "Apa yang Pangeran lakukan? dan kamu nona Anabella. Dimana letak kebangsawanan mu." Bentak Duke Elios, amarahnya sudah tidak bisa tahan lagi. Dia ingin mencekik dan memenggal kepalanya. Duke Elios semakin bersalah, seharusnya tadi ia tidak membiarkan Caroline sendirian.


"Ampun Yang Mulia Duke, tapi ini memang kesalahan nona Caroline. Seharusnya dia tau, Pangeran Oskar sudah bertunangan. Kesalahpahaman pasti terjadi." Ujar Baron Knight menatap ke arah Caroline.


Caroline menggertakkan giginya, "Apa mau mu Baron Knight? apa sudah puas mengatakan ini itu, puas untuk menyakiti ku." Caroline berdecak pinggang. Pasti ini ulah dari Baron Knight dan Anaknya. Hidupnya tidak akan pernah tenang jika berkaitan dengan kedua orang itu.


"Dan kamu, nona Anabella. Aku tidak pernah ingin merebut Pangeran Oskar." Bentak Caroline.


"Ayo Caroline, kita pergi." Ujar Duke Elios seraya memegang kedua pundak Caroline.


"Aku akan mengingat penghinaan ini Baginda." Ujar Duke Elios.

__ADS_1


Kaisar Ferdinand dan Permaisuri Eveline serta Pangeran Luke diam membatu, mereka tak menduga akan ada kejadian seperti ini, sama saja mereka menggali liang lahat sendiri. Apa lagi, Duke Elios masih memiliki darah anggota istana.


__ADS_2