Sakit! Paman, Duke

Sakit! Paman, Duke
Keterkejutan para bangsawan


__ADS_3

"Hah, dan pada akhirnya aku masih menginjakkan kaki disini." Gumam Caroline melihat sekeliling taman istana.


Duke Elios meraih tangan Caroline dan mengalungkannya ke lengannya. Caroline ingin melepaskannya, tetapi Duke Elios berusaha memegang erat tangan Caroline. "Paman mengkhawatirkan diriku kah? aku tidak perlu di khawatirkan oleh Paman." Ucap Caroline kesal.


"Diam ! kamu ingin masuk atau tidak." Duke Elios berusaha membuat Caroline berada di sebelahnya. Dia tidak ingin Pangeran Oskar kembali mencari celah bersamanya.


"Ck," Caroline mencubit punggung Duke Elios begitu kuat, seakan dia mengeluarkan kemarahannya pada cubitan itu.


"Caroline, terserah. Paman tidak akan melepaskan mu."


Caroline tak putus asa, dia menginjak kaki Duke Elios begitu keras. Sampai kaki Duke Elios merasakan kesemutan di jarinya.


"Masih belum menyerah."


Kedua mata orang itu saling memberikan sengatan petir. Mereka tidak mau kalah, Caroline ingin lepas. Duke Elios tidak ingin melepaskan Caroline.


"Lepas Paman."


Caroline meronta-ronta meminta di lepaskan.


"Bagaimana jika bersama Ayah saja?" tanya Baron Knight ramah. Sedari tadi dia hanya melihat perdebatan yang tidak ada ujung kalah dan menangnya.


Kebetulan sekali, Ariana pasti datang batin Caroline tersenyum licik.


Caroline mengangguk, sebenarnya dia tidak ingin menggandeng lengan Baron Knight, akan tetapi memberikan rasa iri pada Ariana, inilah tujuan sebenarnya.


Permainan pertama di mulai Ariana.

__ADS_1


Yang Mulia Duke Elios, Baron Knight dan Nona Caroline telah tiba..


Teriakan menggema itu membuat semua orang menoleh, semua orang terkejut melihat Caroline menggandeng lengan Baron Knight. Bisik-bisik pun mulai terjadi, semua orang menanyakan ada apa dengan keluarga Baron Knight. Bukankah dulu Baron Knight tidak menyukai Caroline. Semua orang tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Sedangkan seorang wanita yang melihat ke akrapan Ayahnya bersama dengan wanita yang sangat ia membenci, sekujur tubuhnya terasa panas terbakar. Apa dirinya sudah kalah? apa dirinya tidak akan mendapatkan kasih sayang lagi dari sang Ayah? apa dirinya akan di buang begitu saja, karna dirinya hanya di lahirkan oleh wanita yang tidak di cintai Ayahnya? semua pertanyaan itu berputar di otaknya. Dia membuang semua pikiran itu, tidak mungkin Ayahnya akan membuangnya. Karna setaunya sang Ayah juga menyayangi Ibunya.


Aku ingin tau Ariana seperti apa kehebatan mu di sakiti dan di buang oleh Ayah sendiri. Seperti apa rasanya di hina oleh Ayah sendiri? Aku ingin tau seperti apa rasanya kamu menangis?


Caroline berpura-pura berwajah muram, ia melepaskan lengannya begitu saja.


"Ada apa Caroline?" tanya Baron Knight.


"Tuan tidak lihatkah, mereka semua memandang rendah diriku. Pasti mereka mengatakan aku wanita rendahan. Sama seperti Tuan dulu."


Baron Knight melihat sekeliling, ternyata benar. Dirinya dan Caroline menjadi pusat perhatian semua orang. Caroline melirik ke belakang, tepat matanya melihat ke Arah Ariana yang sedang menahan amarah.


"Caroline kamu ingin melawan ku, kamu tidak akan bisa." Ariana bertambah meremas gaunnya.


Caroline langsung melepaskan lengannya, ia mundur. "Aku tidak mau, aku tidak ingin mengganti gelar ku sebagai nona bangsawan dari Baron Betright." Ucap Caroline dengan tegas.


"Baginda Kaisar, Baginda Permaisuri, Pangeran Luke, Pangeran Oskar, Pangeran Xio Jue telah tiba...."


Semua orang melihat ke arah pintu, satu orang yang menjadi perhatiannya, yang tak lain Pangeran Xio Jue, apalagi dengan para wanita bangsawan yang mengagumi ketampanan, dan kegagahannya.


Saat langkah mereka mendekat ke arah Caroline, Baron Knight dan Duke Elios. Ketiga orang itu langsung membungkuk hormat.


"Dimana Ariana?" tanya Kaisar Ferdinand merasa aneh saat Caroline berada di samping Baron Knight.

__ADS_1


"Maaf Baginda, tadi hamba berpencar dengan Ayah." Timpal Ariana yang langsung menyela pembicaraan mereka. Ariana tidak ingin, Kaisar Ferdinand tau siapa Caroline.


"Nona akhirnya kita bertemu lagi." Ujar Pangeran Xio Jue. (Bahasa Hangul)


Caroline terkekeh, "Tentu saja, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Pangeran disini?" Balas Caroline. (Bahasa Hangul)


"Senang bertemu dengan nona disini?" (Bahasa Hangul)


"Aku juga senang bertemu laki-laki tampan seperti Pangeran Xio Jue." Goda Caroline membuat wajah Pangeran Xio Jue bersemu merah. "Em, itu bagaimana kabar nona?" tanya Pangeran Xio Jue menghilangkan rasa canggungnya. (Bahasa Hangul)


"Tentu saja aku baik Pangeran," (Bahasa Hangul).


"Aku senang bertemu dengan nona." (Bahasa Hangul)


Karna merasakan keheningan yang tidak biasa, Caroline melihat kanan kiri. Semua orang diam memperhatikannya.


"Ada apa dengan mereka? apa mereka tidak bisa Bahasa Hangul." Ucap Caroline.


"Apa nona Caroline Betright tau bahasa seperti mereka?" tanya Kaisar Ferdinand yang merasa penasaran sedari tadi ingin menanyakannya.


"Tentu saja hamba tau Baginda, Bahasa kayak gitu kan gampang." Jawab Caroline enteng.


Kaisar Ferdinand melongo, kenapa dia tidak tau sebelumnya jika putri dari Baron Betright tau bahasa asing. Sedangkan yang tau di semua kekaisaran ini hanyalah dirinya dan beberapa keluarga Kekaisaran. Tapi mereka belum lancar dalam bahasa Hangul.


"Baiklah nanti kita bicara lagi, sebaiknya kita lanjutkan acara pestanya." Ucap Kaisar Ferdinand. Setelah acara ini selesai, Kaisar Ferdinand akan menanyakan secara detail pada Caroline.


"Baiklah, nona nanti kita berbicara lagi." Ucap Pangeran Xio Jue tersenyum lembut.

__ADS_1


*Jangan pernah merendahkan orang, bisa saja suatu saat orang itu akan membungkam mulut kalian.


#maaf authornya masih sibuk😊*


__ADS_2