
Pada malam harinya.
Di ruang makan, hanya ada Caroline, bibi Roseline dan Viscount Luis. Hanya ada dentingan sendok dan garpu di ruang makan itu . Dan hanya ada lirikan dari mata Viscount Luis ke arah Caroline.
Sedangkan Duke Elios, Ariana dan Baron Knight memilih pergi. Ariana yang tidak tahan berada di rumah Caroline satu atap dengan musuh bebuyutannya, Duke Elios yang merasakan sakit dan panas hatinya, ia memilih meninggalkan kediaman Baron dan menyiapkan untuk pertandingannya nanti malam. Sementara Baron Knight awalnya tidak ingin pergi dari kediaman Baron Betrigh, tapi setelah Ariana dan bibi Roseline memaksanya pulang demi menjaga kesehatannya.
Akhirnya dia memilih pergi, padahal hatinya berharap ada rasa iba di hati Caroline saat melihatnya sakit. Namun tidak, Caroline justru menganggapnya tidak ada.
"Caroline sampai kapan kamu akan menerima Baron Knight sebagai ayah mu. Tadi bibi mendengar, jika dia ingin mengadakan peresmian kamu sebagai putrinya." Ujar bibi Roseline.
"Aku tidak ingin membahasnya bibi. Besok aku ingin menemui Paman Cosmin, sudah lama aku tidak menjenguknya."
"Baiklah, kamu ajak tuan Viscount."
"Nak, seburuknya dia, dia tetap Ayah mu. Jika tidak ada Baron Knight tidak akan ada dirimu, berilah dia kesempatan dalam hidupnya. Semua ke salahpahaman di masa lalu. Biarkanlah berlalu. Bibi hanya ingin hati mu tenang Caroline."
__ADS_1
Viscount Luis diam saja, tadi dirinya sudah mendengar semua kehidupan Caroline. Jadi dia tidak ingin ikut campur.
Caroline menghentikan makanya, "Caroline sudah selesai bibi." Ucap Caroline langsung pergi.
Bibi Roseline melihat ke arah Viscount yang juga melihat Caroline pergi, "Viscount Luis, setelah ini aku titip Caroline pada mu."
"Aku akan menjaga Caroline dan membuatnya bahagia."
Bibi Roseline mengangguk dan menyantap hidangannya. "Aku ingin dia bahagia, aku bibi tidak berguna untuknya."
Selesai makan, bibi Roseline membuka pintu kamar Caroline dan mendapati Caroline di teras depan. Sepertinya perkataan tadi membuatnya tersinggung. Melihat Caroline yang hanya menatap kosong, lurus kedepan.
"Caroline." Bibi Roseline mengikuti arah ekor mata Caroline.
"Maafkan bibi masalah yang tadi. Bibi tau kamu tidak bisa melupakannya Caroline, ya benar. Kamu butuh waktu,"
__ADS_1
"Caroline tidak menyalahkan bibi, hanya saja. Caroline merasa bibi tidak mengerti di posisi Caroline."
"Caroline sebelum kamu pergi ikut dengan bibi, bibi ingin kamu meminta ijin pada Baron Knight." Ujar bibi Roseline, sebenarnya dia ingin Caroline menjenguk Baron Knight, ia merasa kasihan pada Baron Knight yang rela meninggalkan kediamannya dan Ariana hanya ingin mendapatkan kata maaf dari Caroline. Tapi kata maaf itu, masih belum bisa keluar dari mulut Caroline.
"Aku tidak mau, dari dulu dia membenci ku."
"Caroline, demi bibi." Bibi Roseline menggenggam kedua tangan Caroline, hari ini dia memohon untuk Berlia. Dia berharap Berlia bisa tenang disana.
"Baiklah demi Bibi."
"Sebaiknya kamu istirahat, sudah malam." Ucap bibi Roseline seraya mengelus pucuk kepala Caroline.
Caroline mengangguk, ia di bantu bibi Roseline berbaring dan menyelimuti tubuhnya.
Sementara di sisi lain..
__ADS_1
Viscount Luis menerima undangan dari kediaman Duke Elios. Dia tau Duke Elios ingin menepati janjinya tentang pertarungan itu. Malam ini dia akan ke kastil Duke Elios tanpa mengatakannya pada Caroline, jika Caroline tau, dia pasti di larang hanya ke kastil Duke. Tekat dan hatinya telah bulat, ia akan bertarung mati-matian untuk mempertahankan Caroline dan membuktikan bahwa dirinya layak untuk Caroline.