Sakit! Paman, Duke

Sakit! Paman, Duke
Seharusnya aku yang di sana


__ADS_3

Seminggu telah berlalu.


Caroline menepatinya janjinya, ia sangat memperhatikan kesehatan Viscount Luis. Selama seminggu itu pula, Caroline tidak pernah melepaskan pandangannya dari Viscount Luis. Ia merawat Viscount Luis dengan penuh perhatian dan kelembutan.


Bahkan ia tak segan menyuapi Viscount Luis, menuruti semua keinginannya. Namun satu hal yang belum mereka lakukan yaitu menghabiskan malam pertama mereka. Caroline masih fokus akan kesembuhan Viscount Luis. Harapannya menjadi seorang istri sungguh besar, ia tidak ingin Viscount Luis meninggalkannya. Orang yang pertama kali menjulurkan tangannya saat dirinya berada di bawah. Orang pertama kali menghiburnya saat dirinya di lukai oleh orang yang pernah ia cintai.


"Sayang." Laki-laki itu tersenyum melihat Caroline yang duduk di kursi itu dan tengah fokus dengan berkas-berkas di depannya. Ia memeluk Caroline dari belakang. Sudah seminggu ini Caroline membantu pekerjaannya, mengecek pengeluaran di kediamannya itu.


"Ada apa? sudah di minum obatnya." tanya Caroline lembut seraya mengelus pipinya yang putih itu.


"Emm, sudah. Besok aku yang akan mengurusnya, kamu tidak perlu mengurusnya lagi. Dan satu nanti malam aku ingin..."


Caroline mengerti, "Iya." Ucap Caroline sambil mencium singkat bibir itu. Seminggu ini Viscount Luis sangat manja, ia selalu meminta ciuman hangat itu dari Caroline.


"Terimakasih sayang." Viscount Luis menyandarkan kepalanya di bahu Caroline.

__ADS_1


"Pusing?" tanya Caroline khawatir sejak kejadian itu, Caroline mencarikan obat yang bisa menyembuhkan Viscount Luis. Andai saja Dokter di sini seperti di zamannya, sudah pasti Viscount Luis di operasi.


"Tidak, sudah mendingan."


"Mau jalan-jalan," tawar Caroline. Dengan cepat Viscount Luis mengangguk.


Caroline pun menyusun kembali berkas-berkas itu di bantu Viscount Luis. Setelahnya mereka keluar dengan bergandengan tangan.


Mereka berjalan di tengah-tengah bunga mawar itu dan bunga tulip di halaman samping. Viscount Luis sengaja membuatkan taman kecil disertai adanya danau kecil dan di kelilingi bunga mawar biru, merah dan putih. Viscount Luis juga membuat di tengah-tengah danau terdapat gazebo yang seperti Caroline minta.


Caroline pun mengelus kepala Viscount Luis. Sementara tangan Viscount Luis membelai pipi Caroline.


"Terimakasih Caroline."


"Bisakah Viscount tidak selalu mengucapkan terimakasih. Aku bosan mendengarkannya."

__ADS_1


Viscount Luis terkekeh, ia tidak pernah bosan mengucapkan rasa berterimakasihnya pada istri kecilnya itu.


"Caroline aku sudah mempertimbangkannya. Aku tidak mau, kamu di bebani dengan ucapan ku yang meminta anak." Viscount Luis mengalihkan pandangannya, ia tidak bisa menatap bola mata Caroline. Dadanya begitu nyeri mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan ke inginannya. Ia tidak ingin membebani Caroline jika waktunya dia pergi.


"Hey, kamu suami ku. Dan aku juga menginginkan anak dari mu. Namun sekarang fokus dulu pada pengobatan mu." Ujar Caroline, padahal dalam hatinya ia juga merasakan sakit. Lambat laun ia sudah terbiasa dengan kehadiran Viscount Luis walaupun belum bisa sepenuhnya melupakan Duke Elios.


"Baiklah, jangan membahasnya lagi. Kita nikmati angin sejuk ini." Sambung Caroline. Kedua insan itu pun menikmati acara paginya dengan berdua sambil melihat kupu-kupu yang berterbangan kesana kemari di sekeliling mereka.


Viscount Luis menengadahkan tangannya, seekor kupu-kupu datang dan hinggap di telapak tangannya itu. Lalu Caroline menggenggam erat tangan Viscount Luis dan kupu-kupu itu pun pergi. Kedua orang itu terkekeh bersama.


Sedangkan dari jauh, sepasang mata memejamkan matanya. Air mata tidak bisa di tahan lagi, hatinya dan jiwanya hancur berkeping-keping. Tidak sepatutnya dia bersikap egois. Seharusnya dia tidak memikirkan keegoisannya sendiri. Seharusnya dia meyakinkan Cyra agar tidak menikah dengan Viscount Luis. Bukan malah dia yang egois sendiri.


"Seharusnya aku yang di sana." Lirihnya berlalu pergi.


"Aku akan menunggu di ruang tamu. Dan jangan bilang pada mereka jika aku kesini. Biarkan mereka menghabiskan waktu berdua dulu." Ujarnya melirik ke arah pelayan yang hendak ke arah Caroline dan Viscount Luis.

__ADS_1


"Baik Tuan." Ucapnya


__ADS_2