Sakit! Paman, Duke

Sakit! Paman, Duke
Hadiah untuk Caroline


__ADS_3

Baron Knight menarik kursi berwarna coklat itu, ia membantu Caroline duduk di sampingnya. Ia mengambil beberapa roti lalu mengolesinya dengan selai strowbery. Caroline ingin mengambil roti di depannya. Namun di cegah oleh Baron Knight. "Sayang, ini makanlah. Ayah sudah menyiapkannya untuk mu." Ujar Baron Knight menyodorkan roti itu dan tersenyum hangat.


Tanpa ragu, Caroline mengambil roti itu dan memakannya.


"Enak," seru Baron Knight.


Caroline hanya mengangguk, ada rasa aneh di mulutnya. Roti itu lebih manis dari biasanya yang ia makan. Ia berfikir, mungkin Baron Knight memberikannya dengan penuh kasih sayang.


"Caroline, tinggallah di sini untuk beberapa hati ke depan. Jujur saja, Ayah bahagia Caroline mau menjenguk Ayah."


"Sebahagia itu kah, tapi bagaimana dengan Ariana?" tanya Caroline sedih.


"Jangan khawatir sayang, Ariana tidak akan berani menyentuh mu." Baron Knight mengelus lembut kepala Caroline.


Bagus lah, kapan lagi aku melihat Ariana menangis


"Ini sayang, makanlah." Baron Knight menaruh roti itu di piring Caroline.


"Caroline apa benar kamu akan bertunangan dengan Viscount?" tanya Baron Knight memastikan.

__ADS_1


"Kenapa? apa karna Caroline dulu menyukai Duke Elios. Tenang saja, semuanya sudah berlalu. Caroline tidak mencintainya, semua itu hanyalah kebodohan Caroline. Lebih tepatnya." Caroline menjeda, "Lebih tepatnya aku tidak menyangka, orang yang aku benci adalah Ayah ku."


Baron Knight merasakan malu, ia tak lagi membuka suaranya. Lidahnya kelu, tenggorokannya kering. Hatinya sakit, apa memang benar tidak ada jalan baginya meminta maaf.


"Maaf, Caroline. Semua itu kebodohan Ayah."


"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya." Caroline kembali mengunyah roti di tangannya.


"Untuk beberapa hari kedepan, menginaplah di sini. Ayah mohon Caroline."


"Baiklah," balas Caroline santai.


Hati Baron Knight di penuhi bunga mawar dan bertebaran kupu-kupu. Ia ingin berteriak dan menari. Akan tetapi gelar yang ia sandang tidak bisa memberikannya kebebasan seperti itu. "Ada sesuatu yang ingin Ayah berikan pada mu Caroline?"


"Makanlah dulu, nanti Ayah akan mengajak mu ke kamar Ayah."


Setelah beberapa jam, Baron Knight dan Caroline telah menyelesaikan sarapannya. Mereka langsung bergegas ke lantai atas. Caroline tidak sabar, ingin tau apa yang di berikan oleh Baron Knight, bisa saja sesuatu itu bisa membuat Ariana meledakkan kepalanya.


Ruangan luas itu dan harum. Semua intioer ruangan itu bercat hijau. Caroline melihat kanan kiri, di dinding itu hanya ada lukisannya bukan lukisan keluarga atau pernikahan.

__ADS_1


"Caroline bukalah." Baron Knight memberikan sebuah kotak kecil.


"Ini apa?" tanya Caroline seraya memutar benda kecil itu.


"Bukalah sayang, itu hadiah dari Ayah untuk Ibu mu pada saat ulang tahunnya."


Caroline membuka kotak itu, kalung bersinar terang dengan bermutiara hijau di tengah-tengahnya berbentuk love dengan di lingkari mutiara putih berbentuk love. "Waw cantik sekali."


"Itu hasil jerih payah Ayah dari 5 tahun bekerja."


Caroline mengambil kalung itu, tampilannya begitu elegan tidak mengurangi pancaran ke indahannya.


"Dulu Ayah hanya bisa membelikan ini pada Ibu mu, tapi sayang Ibu mu mengembalikannya lagi pada Ayah. Jadi Ayah menyimpannya." Baron Knight mengambil kalung itu di tangan Caroline dan beralih ke belakangnya, memakaikan kalung itu. "Maafkan Ayah." Baron Knight membalikkan badan Caroline dan mengecup keningnya. "Mulai sekarang jadilah Putri Ayah yang sesungguhnya. Apa pun yang kamu minta, Ayah akan menurutinya.


Caroline tersenyum seraya mengangguk.


Di tempat lain.


Ariana melemparkan semua benda yang berada di dalamnya. Pecahan kaca dan vas bunga berserakah di bawah sofa, di bawah tempat tidur dan di pojok an dekat vas bunga mawar yang lumayan besar. "Aku tidak terima, akulah putri Baron Knight bukan dia." Ucapnya seraya meremas tangkai bunga mawar sampai tangannya berdarah.

__ADS_1


"Aku Ariana, putri Baron Knight. Jadi jangan berharap ada Putri lain selain diri ku."


"Alia, cepat sebar rumor jika Caroline anak haram dari Ayah yang tidak pernah di akui. Aku ingin melihat seberapa tebal wajahnya. Saat semua orang tah, bahwa dia hanyalah putri haram dari Baron Knight." Ujar Ariana tertawa sinis.


__ADS_2