
"Pagi," sapa seorang laki-laki yang tidur di sampingnya seraya mengkedipkan salah satu matanya.
Cup
Laki-laki itu mencium kening Caroline dengan lembut.
Sayup-sayup Caroline membuka matanya, ia mengernyitkan dahinya. Apa dirinya tak salah kamar melihat Viscount Luis di dalam kamarnya. Segera Caroline beranjak duduk, ia membuka selimutnya. Ia bersyukur kain di badannya masih utuh.
"Tidak akan terjadi apa pun." Ujar Viscount Luis yang mengerti kepanikan Caroline.
"Kenapa aku bisa di sini?" Gumam Caroline yang mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya, hingga sampai di kamar asing.
Viscount Luis terkekeh, ia melingkarkan tangannya ke perut Caroline. "Apa Caroline ku lupa? seharusnya Caroline ku ingat percakapan kita tadi. Caroline ku sudah menjawab akan menikah dengan ku." Viscount Luis menyandarkan kepalanya di pundak Caroline.
"Oh, iya aku ingat."
"Nona, tuan Viscount sarapan sudah siap." Ujar Kenan dan Mia yang merasa canggung. Sedari tadi ia menunggu kedua sejoli itu, menjadi patung di depan pintu kamar itu.
"Iya Kenan, Mia." Teriak Caroline melepaskan lingkaran tangan Viscount Luis lalu turun dari ranjangnya.
"Sayang tunggu," teriak Viscount Luis dengan manja.
"Aigho," Caroline menoleh, "Cepatlah ! kita akan keluar." Ucap Caroline berpura-pura kesal. Padahal dalam hatinya sungguh malu.
"Baiklah sayang, jangan khawatir."
__ADS_1
"Astagah ! dia bermuka tebal." Ucap Caroline melanjutkan langkah kakinya.
Setelah sekian jam Caroline menghabiskan waktunya, di mulai mandi dan merias diri. Kini ia turun dengan menggunakan gaun berwarna peach dan rambutnya di biarkan bergerai. Caroline pun menuju ke ruang makan. Tatapan semua orang beralih ke dirinya, para pelayan yang saling senyam senyum dan berbisik-bisik. Sedangkan Bibi Roseline juga ikut tersenyum dengan penuh arti.
Sementara Viscount Luis menyantap rotinya dan tersenyum tanpa rasa bersalah. Dia sudah menceritakan kejadian tadi pagi. Karna Bibi Roseline tau dari kesatria yang sedang berjaga.
"Secepatnya kalian menikah, justru Bibi akan memajukan pertunangan kalian. Paling lama kalian akan bertunangan tiga hari."
Uhuk
Caroline tersedak saat meminum susunya, ia mengelap mulutnya. "Apa maksud Bibi? kenapa tiba-tiba mendadak begitu?" tanya Caroline, lalu beralih melihat ke arah Viscount Luis yang santai menyantap sarapannya. Yang di tatap pun hanya menaikkan kedua bahunya tanpa perasaan bersalah. Padahal karna dirinya lah pernikahan itu di majukan. Dirinya sendiri yang meminta Bibi Roseline agar membujuk Caroline.
Caroline menghembuskan nafas kasarnya, ia yakin Viscount Luis sudah menceritakan kejadian tadi. Sehingga Bibinya memutuskan menikah dengannya begitu cepat.
"Terserah lah, Aku sudah selesai sarapannya." Caroline beranjak pergi.
"Mau ikut tidak." Ujar Caroline dengan nada kesal dan berlalu pergi di susul oleh Viscount Luis.
Bibi Roseline memandang kedua punggung itu, kini ia bisa bernafas lega. Caroline akan di jaga oleh seorang laki-laki yang sangat tulus mencintainya. "Berlia, aku harap kamu sudah tenang. Caroline mu sudah dewasa, dia akan menjadi seorang istri." Gumam Bibi Roseline semberi mengeluarkan air matanya.
Di kota.
Caroline melihat para pedagang dan pembeli, ia juga melihat para toko yang sudah buka di penuhi orang yang keluar masuk di ke dalam toko itu.
"Mau beli apa?" tanya Viscount Luis sambil mendekat ke wajah Caroline.
__ADS_1
"Tidak tau, terserah nanti lah." Ujar Caroline penuh semangat.
Tidak dapat beberapa langkah kakinya, telinga Caroline mulai panas. Hatinya mulai nyilu. Ia melihat ke arah ke empat wanita yang berpakaian bangsawan.
"Benar, aku tidak menyangka Caroline anak haram dari Baron Knight." Ujar salah satu wanita itu.
"Aku juga tidak menyangka, padahal Nona Ariana bertunangan dengan Yang Mulia Duke, orang yang juga di cintai Nona Caroline."
"Pasti Nona Caroline sekarang mengemis cinta Baron Knight, dia kan Baron terkenal di sini."
"Tapi aku tidak yakin, Baron Knight menerima Nona Caroline. Dia kan membenci ibunya Nona Caroline karna sudah mencampakannya. Dulu Baron Knight hanyalah seorang pelayan yang di buang begitu saja."
"Tapi aku kasian pada Nona Caroline, cintanya di tolak dan sekarang dia harus menerima kenyataan pahit."
Caroline mengepalkan tangannya, ia langsung menuju ke arah wanita itu. "Apa kalian sudah selesai bergosip?" tanya Caroline mengeluarkan aura dingin di sekujur tubuhnya.
Ke empat wanita itu pun saling memandang dan ketakutan. "Maaf Nona Caroline, tidak ada maksud kami menjelekkan Nona. Kami permisi dulu Nona." Ujar salah satu wanita meninggalkan Caroline di susul oleh ketiga wanita itu.
"Dasar ibu-ibu komplek, pagi-pagi sudah membuat drama. Ayo kita pulang, aku sudah tidak bernafsu. Sebaiknya kita langsung kembali ke rumah bibi." Ujar Caroline.
Disisi lain.
Baron Knight dan Duke Elios di kediamannya masing-masing tengah menahan amarahnya setelah mendengar rumor Caroline yang anak di luar nikah.
Mereka pun bergegas menuju kediaman Baron Betright ingin melihat keadaan Caroline.
__ADS_1
#Yang Masih ingat tentang Poliandri🤭😒 aku update di lapak orenz saja ya.