Sakit! Paman, Duke

Sakit! Paman, Duke
membatalkan pertunangan


__ADS_3

"Yang Mulia Duke." Sapa laki-laki dengan ramah. Duke Elios menoleh, ia memberikan hormat layaknya seorang bangsawan.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan Baron," ucap Duke Elios dengan serius. Ia sudah memikirkan matang-matang, ia tetap teguh ingin membatalkan pertunangannya.


"Apa Yang Mulia Duke?" tanya Baron Knight begitu penasaran.


"Aku ingin membatalkan pertunangan ini."


Baron Knight tidak lagi terkejut akan permintaan itu, ia sudah tau semenjak hari dimana ia harus menelan kebodohannya dan kepahitannya.


"Kenapa? apa Yang Mulia Duke masih mencintai Caroline?"


Duke Elios mengangguk, "Benar."


Baron Knight menghela nafas, ia tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak. "Panggil Ariana," perintah Baron Knight kepada salah satu pelayan wanita.


Sementara Ariana, hari ini terlihat senang. Penghalang hidupnya sudah tidak lagi. Mudah baginya dekat lagi dengan Duke Elios layaknya seperti dulu dan bersama dengan Ayahnya hidup harmonis. Ariana merasa dunianya telah kembali. Dia yakin, mungkin sekarang Duke Elios dan Ayahnya masih sedih dengan kepergian Caroline tapi seiringnya waktu mereka akan melupakan Caroline seperti yang ia harapkan.


"Nona di bawah ada Duke Elios dan Tuan, sekarang mereka menunggu kedatangan nona." Ucap seorang wanita.


Ariana terlihat kesal, semua pelayan tidak ada yang memberitahunya tentang kedatangan Duke Elios. Seharusnya dirinya bersiap-siap merias diri dan menampilkan yang terbaik untuknya, memulai kehidupan baru lagi.

__ADS_1


"Keluarlah, aku akan segera turun beberapa menit lagi." Ujar Ariana menuju ke lemarinya. Dia mencari gaun yang cocok untuk tubuhnya serta menarik. Matanya tertuju ke gaun berwarna kuning, dimana pertemuan pertamanya dengan Duke Elios. Gaun kuning itu masih terawat, ia tidak akan membuang setiap kenangan yang berkaitan tentang pertemuannya dengan Duke Elios.


Ariana mengambil gaun itu, lalu memakainya. Dengan di bantu seorang pelayan Ariana menguncir satu rambutnya. Sama seperti dirinya bertemu pertama kalinya dengan Duke Elios. Semua penampilannya hari ini adalah penampilannya pertama kalinya.


Ariana turun dari tangganya, ia melihat kedua laki-laki yang saling diam tanpa kata sepatah apa pun.


"Hormat hamba, Yang Mulia Duke." Ucap Ariana lembut.


"Duduklah, ada sesuatu yang ingin Yang Mulia Duke katakan." Seru Baron Knight datar.


"Ariana maaf sebelumnya, aku tau kebersamaan kita sudah lama. Dan mungkin hari itu aku hanya sebatas mengagumi saja. Aku minta maaf."


"Mari kita putuskan pertunangan kita secara baik-baik. Kita bisa menjadi teman seperti sebelumnya."


Bagaikan di hantam petir, Ariana membeku. Rasa sakit menjalar di hatinya. Nafasnya seakan berhenti seketika. Ia tidak percaya apa yang di katakan oleh Duke. Bukankah sebelumnya ka sudah bisa meyakinkan Duke agar tidak meninggalkannya.


"Jangan bercanda Yang Mulia Duke, kita sudah memulai hubungan ini sangat lama." Ariana tidak akan pernah menerima permintaan itu, rasa cintanya pada Duke sangatlah besar. Sampai hatinya iri dan tidak senang pada Caroline yang selalu menempel padanya sampai ia memutuskan akan membuat Duke Elios menjauhi Caroline.


"Maaf Ariana aku tidak bisa. Mari kita berteman."


"Untuk apa? apa untuk Caroline? dia sudah pergi, Yang Mulia Duke harus melupakannya." Ujar Ariana sebisa mungkin membuat Duke membatalkan niatnya. Ia masih bisa menahan emosinya.

__ADS_1


"Aku tau ini tidak mudah, tapi aku tidak bisa Ariana." Duke Elios menahan emosinya, ia tidak suka Ariana tetap pada keteguhannya.


"Apa Yang Mulia Duke tidak ingin melihat ku lagi." Potong Ariana cepat.


"Cukup Ariana !" bentak Baron Knight, ia tidak terima dengan ancaman Ariana lagi. Dirinya sudah cukup di tipu olehnya.


"Jika kamu ingin mengakhirinya, akhiri saja Ariana. Sudah cukup kebodohan yang kamu buat. Kamu tidak melihat betapa kami menderitanya kehilangan Caroline."


"Caroline tidak meninggal Ayah, dia hanya pergi. Kenapa kalian selalu Caroline dan Caroline. Jika pun dia meninggal mungkin itu adalah nasibnya yang sama seperti Ibu..."


plak


Baron Knight menatap tajam ke arahnya, tangannya mengepal. Darahnya mendidih, amarahnya tidak bisa di tahan lagi. Ia tak habis pikir, perkataan itu keluar dari mulut Ariana.


"Aku memang Ayah yang buruk, yang mengajari mu kesalahan. Kali ini aku sadar dan sangat sadar, Aku lebih bersyukur Caroline di besarkan oleh Baron Betright dari pada diriku. Ariana, untuk kali ini. Ayah tidak akan ikut campur dalam masalah hubungan mu. Jika memang yang terbaik, lebih baik kamu menerimanya. Lagi pula, buat apa kamu bersama Yang Mulia Duke yang sudah tidak mencintai mu. Kamu akan lebih tersiksa Ariana."


Ariana menggertakkan giginya, panas perih masih ia rasa dan sekarang Baron Knight tidak lagi memihaknya. Berarti ia harus berjuan sendirian.


"Aku tidak setuju dan tidak akan pernah setuju." Ucap Ariana berlalu pergi sambil berlari ke arah kamarnya.


Ariana jangan salah kan aku membuat mu menderita, jika kamu masih kekeh melanjutkan hubungan ini batin Duke Elios langsung pergi dengan wajah tak bersahabat itu.

__ADS_1


__ADS_2