
ck
ck
ck
"Untuk apa kalian datang kesini?" tanya Caroline melihat dua orang laki-laki dengan wajah panik. Kedua laki-laki itu melihat Caroline dengan mata berkaca-kaca.
Caroline menghentikan langkah kakinya tepat di dekat kedua laki-laki itu. "Ada perlu apa kalian datang kesini? jika tidak ada yang perlu di bicarakan. Maaf aku tidak memiliki banyak waktu."
"Maafkan Ayah Caroline." Ujar Baron Knight menunduk, ia malu melihat Caroline. Semua kesalahan di masa lalunya membuat putrinya menderita.
"Aku tidak berselera membahasnya dan aku tidak memiliki waktu. O, iya Yang Mulia Duke Elios karna kamu sudah merawat ku. Seharusnya aku juga harus menghargai mu kan. Tiga hari lagi aku akan mengadakan pertunangan ku dan tiga hari ke depannya aku akan menikah. Semoga Paman, Duke tidak sibuk. Jadi bisa datang."
Duke Elios menahan sesak di dadanya, paru-parunya seakan berhenti. Ulu hatinya sangat sakit dan perih. Ia tak menyangka, Caroline mengucapkannya begitu santai. Seketika tubuhnya lemah.
"Yang Mulia Duke." Ujar Baron Knight memegang lengan Duke Elios yang akan tumbang ke lantai.
Caroline memalingkan wajahnya, sudah ia duga, Paman, Dukenya itu akan memasang wajah lemah tak berdaya.
__ADS_1
"Caroline putuskan dengan baik, kamu tidak bisa menikah dengannya."
"Lalu aku harus menikah dengan Paman?" potong Caroline dengan nada menekan.
"Caroline," Duke Elios memejamkan matanya, ia melangkahkan kakinya ke depan lalu meraih tangan Caroline. "Caroline Paman mohon, jangan pergi."
"Maaf Yang Mulia Duke, Caroline istri ku mohon menjaga sikap." Ucap seorang laki-laki melepaskan tangan Duke Elios yang menggenggam kedua tangan Caroline.
Duke Elios mendonggakkan wajahnya. Tanpa berfikir panjang ia melayangkan pukulannya ke pipi Viscount Luis hingga terjatuh ke lantai.
"Paman," teriak Caroline melihat pipi Viscount Luis membiru dan keluar darah segar di bibirnya.
"Aku tidak menyukai Ariana, aku menginginkan Caroline."
"Sudah terlambat Paman, hati yang telah Paman hancurkan tidak akan seperti semula." Ucap Caroline menekankan jika dirinya tidak lagi mencintai Duke Elios. Caroline membantu Viscount Luis berdiri.
"Aku minta maaf Caroline, dengan penyesalan amat dalam aku minta maaf. Tapi tolong kamu ingat, aku tidak akan merestui hubungan kalian." Ucap Duke Elios dengan mata berkaca-kaca dan mengepalkan tangannya. Dia pergi dengan membawa sejuta luka yang akan menyiksanya seumur hidup.
Ini semua gara-gara kamu Ariana, andai saja kamu tidak membuat ide gila itu. Caroline tidak akan pergi. Kamu akan tau, betapa aku mencintai mu Caroline. Dan Kamu akan merasakan apa yang aku rasakan Ariana batin Duke Elios.
__ADS_1
"Caroline, Ayah minta maaf."
"Dari dulu aku selalu berusaha mencari jalan untuk memaafkan mu Ayah. Tapi kali ini Ayah membuat ku kecewa lagi. Lalu sampai kapan Ayah akan membuat ku kecewa lagi dan lagi?"
"Caroline,"
"Untuk kali, tolong mengertilah Ayah. Caroline butuh waktu menenangkan diri." Ucap Caroline tersenyum lembut. Dia sudah lelah bertengkar dengan Baron Knight. Setidaknya sebelum kepergiannya, ia berbicara baik-baik dengannya. Dia tidak ingin di hantui perasaan bersalah. Sudah cukup, dirinya sangat lelah. Dia tidak ingin membuat Baron Knight membuat pilihan antara dirinya dan Ariana.
"Caroline bolehkah Ayah ikut dengan mu. Tenang saja, Ayah akan menyerahkannya pada Paman Ariana. Ayah tidak butuh gelar itu, Ayah ingin hidup sederhana bersama mu. Maafkan Ayah sudah berkata kasar."
"Ayah Caroline mohon, sekali ini saja. Biarkan Caroline pergi tampa bayang-bayang kalian." Ucap Caroline tersenyum dan menunduk hormat.
Baron Knight mematung, air matanya turun deras. Dia berbalik dan memeluk Caroline dari belakang. Jika dirinya saat ini tak bisa mencegah Caroline pergi, ia merasa tidak ada waktu lagi untuk dirinya di hati Caroline.
"Bolehkah Ayah mengunjungi mu setiap hari."
"Tidak perlu Ayah." Caroline membalikkan tubuhnya, "Jangan menangis, Ibu pasti sedih melihat Ayah menangis. Caroline senang dengan permintaan maaf Ayah." Ucap Caroline memeluk Baron Knight dan melepaskannya. Jujur saja hatinya juga berat, tapi mungkin ini adalah pilihan yang terbaik untuk semuanya. Melepaskan masa lalu dan melangkah maju untuk masa depan.
#Istri Kontrak Ke Empat Pangeran di lapak orenz, masih dua bab ya..ðŸ¤
__ADS_1