
Ke esokan harinya.
Caroline membuka matanya, ia melihat sekelilingnya, tempat yang tidak asing. Kamar itu masih rapi, bersih dan harum. Ternyata para pelayan kediaman Baron Betright sangat menjaga kamarnya yang di tinggalkan beberapa hari yang lalu.
Caroline mengingat, bukankah di dalam kereta dia tidur di pelukan Duke Elios. Caroline mendesah, begitu cerobohnya dia sampai tertidur di dalam pelukannya. Mau menolak tidak mungkin, pelukan Duke Elios menghangatkan tubuhnya. Caroline mengusir semua pikiran aneh itu.
Caroline menyentuh bibirnya, seperti ada sesuatu yang membekas di bibir itu. Dia turun, lalu melihat ke cerminnya. Biasa saja, tidak ada apa pun di bibirnya.
"Apa Paman mencium ku?" tanya Caroline yang langsung menepis pikirannya jauh-jauh.
Caroline keluar dari kamarnya, mendapati Kenan dan Mia yang hendak membuka pintu kamarnya.
"Ah, nona maaf kami terlambat membangunkan nona." Ujar Kenan.
"Tidak masalah, siapkan air hangat."
Caroline membalikkan badannya, lalu melihat Kenan menyiapkan gaun untuknya dan Mia mengisi bathub itu dengan air hangat.
"Kenan, apa Paman yang memindahkan ku ke ranjang?" tanya Caroline.
"Benar Nona, kadang Yang Mulia Duke senyum melihat nona tertidur pulas. Bahkan hamba melihat Duke Elios tidak kunjung keluar dari kamar Nona. Mungkin Yang Mulia Duke sepanjang malam menjaga Nona." Jelas Kenan mengingat tadi malam. Duke Elios memerintahkan dirinya agar tidak ada siapa pun yang masuk.
Sekali lagi, Caroline mengelus bibirnya. Kembali lagi ia membuang pikiran kotornya itu.
"Ada apa Nona? kenapa Nona menggelengkan kepala Nona? apa Nona pusing?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Tidak, tidak. Aku tidak apa-apa. O, iya bagaimana Ayah? apa Ayah menginap di sini?"
"Tidak Nona, Baron Knight langsung pulang, tapi dia berpesan pada Nyonya Roseline hari ini akan menjemput Nona ke kediamannya."
"Benar Nona. Hari ini peresmian Nona menjadi keluarga Baron Knight." Timpal Mia.
"Kenapa sangat cepat?"
"Berarti Baron Knight sangat ingin secepatnya menjadikan Nona seutuhnya menjadi keluarganya. Nona kan masih bergelar Baron Betright." Seru Mia.
"Benar, tapi rasanya berat." Keluh Caroline sedih.
"Nona tidak perlu sedih, mungkin gelar Nona akan berubah tapi hati Nona masih menyayangi dan mencintai Baron Betright."
Caroline menahan air matanya, ia memeluk Mia dan Kenan yang berdiri di hadapannya. Kedua pelayannya itu selalu membantu menguatkan hatinya yang sedang rapuh.
Ketiga wanita itu menyudahi pelukan mereka ketika mendengarkan derheman seseorang. Mia dan Kenan menyingkirkan tubuhnya dari hadapan Caroline yang masih duduk di tepi ranjangnya itu.
"Paman,"
Kenan dan Mia menunduk hormat meninggalkan mereka berdua.
"Sepertinya belum selesai." Ujar Duke Elios seraya melangkahkan kakinya ke arah Caroline.
"Cepatlah bersiap-siap." Ucap Duke Elios sambil mengacak rambut Caroline gemes. Tanpa sadar Duke Elios mencium kening Caroline.
__ADS_1
"Paman." Caroline sedikit terkejut.
"Lupakan apa yang terjadi hari ini. Anggaplah Paman melakukannya untuk keponakan Paman."
Duke Elios hendak pergi. Namun di hentikan oleh perkataan Caroline.
"Terimakasih Paman, tadi malam Caroline mendengar Paman yang menggendong Caroline ke kamar."
"Tidak masalah, sudah seharusnya." Balas Duke Elios tersenyum.
"Paman, kapan Paman akan menikah?"
Duke Elios menunduk, ia kembali melihat ke arahnya. "Paman berniat membatalkan pertunangan ini Caroline."
"Tidak bisakah Paman juga mencintainya, lagi pula dulu Paman mencintainya dan Caroline lihat Ariana sangat mencintai Paman."
Duke Elios menatap nanar ke arah Caroline, dia tidak menyangka Caroline menyuruhnya menikah. Padahal dia tau, jika dirinya mencintai Caroline. Anggap saja, Caroline menyuruhnya untuk melupakannya.
"Bagaimana bisa kamu mengatakannya Caroline. Apa kamu akan bahagia melanjutkan dengan seseorang yang tidak kamu cintai."
Perkataan Duke Elios membuat hantaman besar bagi hati Caroline.
"Paman tau, kamu sudah mencintai Viscount Luis, tapi jangan memaksa Paman menikahi orang lain yang Paman tidak cintai." Ucap Duke Elios berlalu pergi dengan mengepalkan tangannya.
...Dia anggap hati ku Apa? batin Duke Elios tanpa terasa air matanya terjatuh....
__ADS_1
...Caroline hanya ingin mempermudah semuanya Paman batin Caroline....
#Lok tiba-tiba gak update maaf, masih kritis Kuotaš¤ Authornya kere bin kismin sekarang.